Izinkan Aku Jadi Bagian Cinta Suamimu (Kisah Nyata)


Aku, seorang akhwat periang (setidaknya, begitulah yang tampak dari luar), berusia 22 tahun. Hidupku penuh dengan kesedihan, sejak kecil sampai tumbuh besar jarang ku kecap bahagia. Tapi ku kelabui dunia dengan sosok ku yang ceria dan penuh canda. Seringkali teman-temanku bertanya, “Ya ukhty, bagaimana caranya supaya tidak pernah sedih seperti anti?”, hanya senyum yang bisa ku beri untuk menjawab pertanyaan yang sesungguhnya pun ingin ku tanyakan pada mereka yang hidupnya bahagia tanpa cela. Tapi sudahlah, tak kan ku ceritakan kisah sedih masa kecilku, ku hanya akan mengisahkan pencarianku akan bahagia.

Dua tahun lalu, tepatnya saat usiaku 20 tahun, aku mulai berfikir untuk melepas kesendirian, ku utarakan niatku pada seorang akhwat senior yang memang sudah beberapa kali menawariku untuk “ta’aruf” dengan beberapa ikhwan yang semuanya kutolak karena berbagai alasan. Sampai ku mengenalnya, lewat sebuah situs pertemanan. Dia, Ubaid (bukan nama sebenarnya), seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di timur tengah. Sosoknya yang begitu dewasa, santun, lagi berilmu. Segala yang kucari ada padanya. Sayangnya, dia sudah beristri dan memiliki seorang anak. Kutepis hasratku untuk mengenalnya lebih jauh.

Hari demi hari, entah kenapa aku semakin kagum padanya. Walau belum pernah bertatap muka, tapi diskusi kami lewat “chat”, kedalaman ilmunya, keindahan susunan kata-katanya, sungguh meninggalkan kesan yang begitu dalam di hatiku. Aku mulai jatuh hati padanya. Ubaid, pria beristri itu!

Ternyata rasa-ku tak bertepuk sebelah tangan. Hari selanjutnya ia menelponku, dan ia menanyakan pandanganku tentang polygamy. Tentu aku menjawab bahwa polygamy adalah sunnah. Sunnah yang dibenci kebanyakan orang. Oleh sebab itu, aku kagum pada mereka yang bisa menjalankannya. Pada akhwat-akhwat tangguh yang mampu mengalahkan egoisme dan “hati”nya untuk berbagi orang yang paling dicintainya. Bukankah tak akan sempurna iman seseorang sampai ia mampu memberikan pada saudaranya apa yang dia inginkan untuk dirinya sendiri? Blah blah blah, panjang lebar penjelasanku saat itu. Ubaid mendengarkan, lalu berkata : “ما شاء الله, seandainya semua istri berfikiran seperti anti”. “Maukah anti menjadi permaisuri kedua di istanaku?”

Semburat jingga langit sore itu menjadi saksi bahagiaku mendengar permintaannya. Tapi syukurlah logika-ku masih berjalan. Ku katakan padanya “Bagaimana mungkin antum meminta ana menjadi istri antum sedangkan bagaimana rupa ana-pun antum belum tau? Juga bagaimana nanti respon keluarga ana dan keluarga antum, mungkinkah mereka akan menerima?” Dia hanya diam. Lalu kutanya “Apakah istri antum mengetahui, antum ingin berta’addud?” Dia menjawab “Tidak, tapi pemahamannya sudah baik, insya Allah istri ana akan menerima”. Tersenyum aku mendengarnya. Lalu kami sudahi percakapan sore itu.

“Lebih baik kamu ga usah nikah selamanya daripada jadi istri kedua!” Teriak ibuku, saat ku tanyakan pendapatnya tentang polygamy. Padahal aku belum menanyakan bagaimana pendapatnya jika akulah perempuan yang dipolygamy itu.

Kuutarakan keberatan ibuku kepada Ubaid. Ibuku memang sering melihat contoh polygamy orang-orang tidak berilmu yang hanya mengedepankan nafsu. Itu sebabnya beliau begitu menentangnya. Walau berpuluh kali kukatakan pada ibuku bahwa polygamy yang didasari ilmu dan ketakwaan pada Allah tentu akan berbeda cerita.

Ubaid memintaku untuk terus mendakwahi ibuku sampai beliau mau menerima syariat ta’addud. Diapun melakukan hal yang sama pada istrinya. Meyakinkannya untuk rela berbagi denganku.

Pelan namun pasti, ibuku akhirnya luluh. Beliau tidak lagi mencaci pelaku polygamy, apalagi setelah kuterangkan tentang hukum menolak syari’at atau mengingkari ayat AlQuran. Begitulah ibuku, menentang di awal, kemudian luluh setelah hujjah di tegakkan. الحمد لله . Semoga beliau selalu dalam lindungan dan rahmat-NYA.

Kusampaikan kabar gembira itu pada ubaid lewat sebuah pesan singkat. Dibalasnya dengan “Alhamdulillaah, insya Allah liburan musim panas ini, ana akan menikahi anti”. Senang hatiku tak terkira.

Empat bulan masa penantian terasa begitu lamaaaa.. Tertatih menjaga hati.. Karena memang cara ta’aruf kami tidak sepenuhnya benar.. Kami sering berkomunikasi lewat chat, telpon, dan sms.. Astaghfirullaah..

Hari yang dinanti pun tiba. Ubaid pulang ke Indonesia. Sendiri. Tidak dengan anak istrinya. Pertemuan pertama, semua masih terasa sempurna. Begitupun saat dia meminangku pada kedua orang tuaku. Sosoknya yang “charming” membuat orang tuaku seolah lupa dengan statusnya yang sudah menikah dan memiliki seorang anak. Hingga diakhir pertemuan itu seorang kerabat mengingatkan. Karena Ubaid meyakinkan bahwa pernikahan kami atas izin dan restu istri pertamanya, orang tuaku akhirnya menyerahkan segala keputusan kepadaku. Tentu saja aku menerimanya. Dengan hati berbunga!

Ikhwan nan lucu, cerdas, berilmu dan tampan itu, akan menjadi suamiku! Gadis mana yang tak bahagia dipinang pria sepertinya?

Setelah tanggal disepakati, Ubaid pamit untuk pulang ke kampung halaman dan menjemput orang tuanya. Dia akan kembali lagi bulan depan karena banyak jadwal mengisi kajian di kampung halamannya selama liburan musim panas.

Pada tanggal yang disepakati, Ubaid datang ke rumah. Tapi tidak dengan orang tuanya. Karena ternyata orang tuanya tidak merestui rencana pernikahan kami. Orang tuaku pun tidak akan merestui jika pernikahan ini tidak mendapat restu dari keluarga Ubaid. Buyar sudah rencana kami untuk menikah. Karena Ubaid tidak juga mendapat restu orang tuanya sampai masa liburannya berakhir. Dia kembali ke timur tengah untuk melanjutkan study, dan tentu saja untuk kembali pada istri dan anaknya. Cemburu kah aku? Ah.. Aku bahkan tak berhak sedikitpun untuk cemburu!

Aku hanya bisa menangis dan menangis. Ingin melupakannya saja, tapi rasa untuknya sudah terhujam sedemikian dalam. Astaghfirullaah. Ampuni aku ya Allaah.

Ubaid memintaku untuk menunggu. Dia berjanji akan menikahiku musim panas tahun depan. Aku yang dungu pun menunggu!! Setahun berlalu, beberapa proposal taaruf sudah kutolak dengan alasan “sudah ada calon”. Intensitas komunikasiku dengan Ubaid sudah jauh berkurang. Selain karena kesibukannya menghadapi ujian, juga demi menjaga hubungan kami agar tidak melewati batas.

Hingga tiba masa yang kunantikan. Liburan musim panas tahun berikutnya! Ubaid pulang ke Indonesia dengan istri dan dua anaknya! Ya, DUA anaknya. ternyata istrinya baru saja melahirkan anak kedua mereka.

Kunantikan janjinya. Pekan pertama, kedua, dan ketiga. Saatnya Ubaid datang dan menikahiku! Tapi tak ada kabar darinya! Kutelpon seorang akhwat temanku yang juga adalah tetangganya. temanku mengabarkan, Ubaid sedang menjaga istrinya di Rumah Sakit! Ternyata pekan lalu, istrinya mencoba bunuh diri dan mengancam akan membunuh bayinya setelah mengetahui rencana pernikahan kami! Allahul musta’an

Saat itu juga ku mantapkan niatku untuk mengakhiri semuanya. Walau sedikit terlambat! Ternyata Ubaid tidak pernah menyatakan niatnya menikahiku kepada istrinya, dia berencana melakukannya diam-diam. Dan dia juga tidak pernah memberitahuku bahwa istrinya mengidap depresi berat.

Singkat kata, aku menyiakan 1,5 tahun usiaku untuk menunggu seseorang yang tak layak kutunggu!

Hikmah apa yang bisa kita ambil dari kisah fulanah diatas?

Poligamy memang adalah sunnah yang sangat mulia. Apalagi sunnah yang satu ini seringkali di anak tirikan bahkan oleh umat muslim sendiri. Jadi tak perlu lagi di ragukan atau di perdebatkan tentang hukum dan keutamaannya.

Justru yang patut kita soroti adalah adab “calon” pelaku poligamy.

Betapa sering kita jumpai kisah seperti di atas walau mungkin tidak sedramatis itu? Betapa banyak wanita-wanita yang harus “patah hati” karena merasa di permainkan oleh “calon pelaku poligamy”? Setelah menabung harap, ternyata si ikhwan hanya “coba-coba”. Ternyata ia belum benar-benar siap dan belum “menyiapkan” keluarganya.

So, bapak-bapak, kalau mau nikah lagi yang ‘wise’ ya. Jangan grusa grusu cari akhwat dulu kalau belum benar-benar siap dan sanggup bersikap “jantan” menghadapi semua rintangan .

Walaupun izin dan restu istri/keluarga tidak wajib ada, tapi setidaknya akan mengurangi banyak hal tidak menyenangkan di kemudian hari. Kalaupun mau lanjut tanpa izin dan restu keluarga, silahkan saja, asal mampu menanggung segala resiko dan akibatnya. Jangan malah lari di tengah jalan, sementara ada akhwat yang menangis karena terlalu awal menabung harap.

Untuk saudari-saudariku tercinta di luar sana, jangan gampang “main hati”.. Buang jauh-jauh rasa cinta dan sejenisnya sampai akad sudah terucap.. selain menghindarkan diri dari dosa juga menghindarkan diri dari sakit hati insya Allah..

(Kisah ini adalah sebuah kisah nyata yang diceritakan oleh seorang akhwat yang bersangkutan,,tapi untuk info detailnya sengaja di samarkan.)

Sumber: Strawberry (dengan sedikit perubahan)

About these ads

45 responses to this post.

  1. Posted by Abdullah on May 16, 2012 at 8:15 am

    KALAU CERITA INI BENAR…INI HASIL DARI KEMASIATAN. MAU POLIGAMI KOK BERMAKSIAT DULU

    Reply

  2. Posted by agus on May 16, 2012 at 1:56 pm

    apa iya si ubaid itu penuntut ilmu , yg akhwat juga.. chating, sms, telepon.. maksiat itu cuy…. kalo mau poligami jgn maksiat dunk…

    Reply

  3. Posted by Antok on May 19, 2012 at 5:43 am

    Nah loe, si ubaid jd ustad lg, trus akhwatnya juga sok2 an lagi, maunya ma lulusan Timur Tengah, secara g langsung ngremehin ikhwan2 yg pernah ta’aruf ma dia, pdhal dianya chat, sms, telpon2 an, al jaza’ min jinzil ‘amal, rasain deh loe

    Reply

  4. Posted by MasDar Al-Mumtaz on June 5, 2012 at 8:27 pm

    koment-nya yg lbh qualifaid dong, doain biar dapat hikmah dan hidayah, bukan disumpah serapahi ^^

    Reply

  5. Posted by Yusuf on July 25, 2012 at 11:17 am

    Lain Kali difikir lagi kalau mau mengambil tindakan, biar ga kejebak…

    Reply

  6. Posted by Yusuf on July 25, 2012 at 11:18 am

    Hindarin maksiat lagian Anti masih lajang, masa sich ga bisa cari yg bujangan

    Reply

  7. niat yang suci tidaklah berkah bila ditempuh dengan cara-cara yang diharamkan Allah.. hikmah bagi kita semua.

    Reply

  8. Posted by abu lu'lu on July 26, 2012 at 6:21 pm

    Sesungguhnya pertolongan ALLAH itu dekat ‘tetapi kebanyakan manusia lalai, tidak mengetahuinya.

    Reply

  9. Posted by ngaryo saja on July 27, 2012 at 2:45 pm

    Kisah ini diangkat tentu untuk diambil hikmah dan pelajaran, bukan dihakimi. Ghafarallahu lahum. So, BIJAKSANALAH dan tunjukkan kalau kita dewasa. Sependek yang saya tahu, hukum poligami itu MUBAH (syaikh Muqbil -rahimahullah-) . Wallahu a’lam.

    Reply

  10. sepertinya cerita ini hanya fiktif belaka…cuma dikemas menjadi sebuah kisah nyata.
    tidaklah mungkin seorang akhwat dan ikhwan bertatap muka…sebelumnya…chat..smsan dll.

    Reply

  11. Posted by elsker on August 21, 2012 at 6:42 pm

    I’am his second wife
    Kami menikah tanpa sepengetahuan istri dan keluarganya
    suami saya mencoba yg terbaik yg dia bisa
    Tapi, sbg manusia, sy cemburu bila mereka berbicara d telpon
    Suami sdh melakukan yg terbaik,
    Dan saya sekarang bingung, krn di Eid Mubarak, saat seluruh keluarga berkumpul, sy tdk bs ikut suami mudik, dan saya jg tdk diperkenankan utk berkenalan dg keluarga suami.
    Seakan saya org luar, sy menikahi suami, tp dilarang utk “menikahi” keluarganya :’(

    Reply

  12. Posted by jaelani on September 8, 2012 at 3:25 pm

    hmm. . . Si akhwatnya kasian juga, kalo sy jd bp nya sakit hati bisa-bisa. Ga coba2 deh bwt polygamy.he

    Reply

  13. Posted by up206 on September 15, 2012 at 8:10 pm

    POLIGAMY..ehm..ini yg bikin umat Islam rusak…apalgi pelakunya org2 yg ahli agama…padahal Rasul sdh kasih contoh nyata dan jelas…coba mana ada istri Rasul yg lebig muda usianya dari Siti Aisyah…??, klo sekarang…pasti lebih muda nd lebih mulus….udh gitu pake ayat2 pula alasannya… Jika saja org yg ngaku pinter ayat benar2 cinta Rasul…trus poligamy..cari donk Janda tua dan miskin…biar naik derajatnya…. Maaf saya emosi baca cerita di atas…

    Reply

  14. Smoga kita bisa mngambil hikmah darinya, Aamiin,,

    Pilihlah yang terbaik bagimu, supaya kau tak mnyesal di kemudian hari

    Reply

  15. Posted by lindawardah on September 22, 2012 at 10:30 pm

    bener2 kita bisa ambil hikmanya dari cerita ini,,,,
    kereeeennn abiiiiisssszzzz,,,,,
    jadi pilah2 dlu sblum memutuskan,,,,

    Reply

  16. Allah mentakdirkan sy hidup dlm poligami, suami menikah lagi,….. sy meyakini poligami adalah sunah Rosul dan bila kita iklas menerimanya insya allah itu adalah jal;an menuju syurga, tapi.. buat ukht2, akhwat kalau kalian belum siap untuk iklas jgn coba coba apalagi hanya mengandalkan kekaguman semata , poligami adalah perjuangan yang sangat sulit.. salah langkah kita tergelincir kepada murka Allah

    Reply

  17. huduh mba saya janda aja masih bisa dapet bujang,,,ngapain kamu pake mau ambil laki orang….masih muda lagi….aneh

    Reply

  18. Posted by funny imoet on October 11, 2012 at 11:17 am

    Klo semisal di balik gimana? mang mbak mau di madu?
    sekalipun suami bilang bakal adil itu mah bulshit cz g da org yg bisa adil di dunia ini sekalipun seorg hakim.
    krena hanya Gusti Allah Maha Adil…

    Reply

  19. Posted by irna on October 11, 2012 at 1:23 pm

    lah serah serah die jek, die cinta deh

    Reply

  20. 1. ikhwan dan akhwat hanya kata lain dari cowok dan cewek atau pria dan wanita,, semua harus terbuka dalam menilai dan menyikapi jgn terkotak pd satu sisi.
    2. Islam itu luas, di seluruh dunia ada kata-kata dan hikayat-hikayat yg blm kita mengerti,, klw menilai dari segi agama harus benar2 mengerti hakikatnya yg kita sampaikan.. jgn sampai salah dan malah menjadikan org bingung.
    3. klw menilai manusia ya harus dilihat sisi kemanusiawiannya juga,, karna klw hanya menilai dari 1 sisi kita bisa2 melupakan hukum dasar manusia itu sendiri, baru setelah nya kita melihat dari sisi yg lain, baik agama, sosial-masyarakat, psikologis dll.
    4. klw kita sdikit berfikir ttg coment2 yg ada,, harusnya kita dpt melihat perbandingan apa yg kita sampaikan sbnrnya tidak jauh berbeda dgn sikap-sikap dan sifat-sifat dari banyak orang, dengan cerita diatas. (kompleks)

    Semangat Muslim

    Reply

  21. Posted by Sharenna on October 17, 2012 at 4:55 am

    Maaf ilmu sy dikittt ,dan baru tau kl sms,chatt,telp itu maksiat?? Vantes org yg ahli agama yg dkt dgn sy tdk mlakukan itu.antara ragu awalnya cinta/gak. jawabannya slalu cinta krn Allah…

    Reply

  22. Posted by Juna on October 25, 2012 at 10:04 am

    Liat dulu bru ambil keputusan,jd senang dlu menyesal dikemudian hari,

    Reply

  23. Posted by Fani on October 27, 2012 at 9:35 am

    Pembelajaran buat kita para ikhwat2 yg masih lajang agar lebih cermat lagi dalam memilih & memilah calon imam…

    Reply

  24. cari yang lain mungkin gak jodoh n ingat juga KARMA mbak hehehe

    Reply

  25. Posted by Viaena on October 28, 2012 at 3:20 pm

    Menimba ilmu jauh2 hanya untuk polygamy ohh may good peruma ajha thu……

    Reply

  26. Posted by rinayantid on October 30, 2012 at 8:15 pm

    Untuk para wanita baik yang masih lajang maupun sudah menikah.jangan pernah berdalih bahwa nabi pelaku polygami.lihatlah wanita wanita yg menjadi istrinya..tak ada manusia yg bisa berlaku adil seperti nabi..;Jika sudah tau pria yg anda sukai tlah beristri harus nya STOP berhenti..begitu juga para pria sebaliknya…dari kisah tsb wanita hanya memikirkan egois dan suara hati nya dengan membawa tameng hadist dan sunnah..tanpa ada rasa bersalah tlah mengganggu rumah tangga orang..dan laki laki yg tlah beristri adalah lakilaki egois yg menduakan hjatinya utk wanita lain..selingkuh hati lebih merusak..utk yg laki laki seandainya diri anda di selingkuhi bagaimana perasaan anda..begitu juga wanita..seandainya suami yg kamu cintai berselingkuh dibelakangmu bagaimana..;Jangan pernah membawa bawa agama. Utk sebuah perselingkuhan..pelaku polygami sebenarnya Buta tentang agamanyam

    Reply

  27. Posted by arini on October 31, 2012 at 9:32 am

    poligamy emang kdang gx wajar. tapi… jka kta cinta?????? smua bisa terjadi.
    mencintai bukankah hal yg salah. kta berhak mencinta dan dcinta. kbahagiaannit ad dmn saja. kdank kta merasa aneh, mncitai lki-laki yg sudah bristri, tpi inlh fakta . yg hruz dlhat dn djlani

    Reply

  28. Posted by zaky on October 31, 2012 at 3:14 pm

    cerita ga mutu…

    Reply

  29. 5F ingin menambahkan dlam surat ANNISA’ djelaskan : Dan janganlah kalian kaum lelaki menyusahkan para wanita(istrinya) ,,jd pbla seorang istri yg dimadu kl smpe mersa susah mka suami tersebaut telah melanggar ayat tersebut …mkasih ,,,

    Reply

  30. Posted by ajakan on November 14, 2012 at 3:41 pm

    tanpa poligami, suatu saat nanti akan ada perebutan pria oleh para wanita. he he he. jml wnt lbh byk dr pria.

    Reply

  31. mampir di situs ane sobb
    siap terbitin cerpen nihh :D

    Reply

  32. Posted by Ummu Ayyasy on November 29, 2012 at 11:35 am

    Poligami itu adalah solusi dari Allah untuk para lelaki yang memang merasa tidak cukup dengan 1 istri. Poligami jauh lebih baik bila dibandingkan dengan berzina sana sini. Tapi yang lebih baik lagi adalah suami yang setia lahir batin, tidak poligami dan tidak selingkuh (tidak berzina).

    Reply

  33. Posted by ummu adinda on December 5, 2012 at 10:08 am

    POLIGAMI, sepertinya itu jd momok ug menakutkan buat para wanita tapi mau bagaimana itu adlah syariat yg telah ditetapkan Allah Subhanawatta:ala kalo kita mengingkarinya berarti kita menentang apa yg telah ditetapkan oleh Allah buat kita hanya bisa berdoa untuk bersabar dan tabah agar kita dapat menjalaninya

    Reply

  34. kalau gue sich gak mau menjalani pulygami

    Reply

  35. Posted by eva revianti on December 14, 2012 at 7:57 pm

    Iiiiii
    Bodoh banget tuh cwe М̣̣̥̇̊a̶̲̥̅̊ªüü di duain…
    Amit” cabang bayi…
    Munafik tuh orang..ustad. Kok М̣̣̥̇̊a̶̲̥̅̊ªüü poligami..
    Kayak roma irama donk..hahahaha

    Reply

  36. Posted by ummu afif on December 15, 2012 at 9:22 pm

    niat baik jgan dikotori oleh kebohongan,nanti jd tidak berkah

    Reply

  37. Posted by dont cry on December 19, 2012 at 2:04 pm

    buat anti “TERLALU”

    Reply

  38. Posted by zaskiA putri sucipto on December 20, 2012 at 10:52 pm

    Berabi m umMiny si.klo ummi bilang enggak..y engga
    Kn ridho alloh rido ummi m Abi

    Reply

  39. Posted by crystal on January 14, 2013 at 11:05 pm

    yeah.. terkadang orang hanya melihat pada sisi tertentu dan tidak mau –bahkan tidak mau tahu– pada sisi yg lain. Penghalalan poligami itu kan ada ceritanya, ada latar belakangnya.. lagipula, poligami adalah salah satu cara untuk menanggulangi perselingkuhan (jika dilakukan sesuai syari’at islam) dan juga pelacuran. kalau memang suami mau menikah lagi, sebagai laki-laki kan mesti bisa mikir, gimana kondisi keluarganya, apa latar belakangnya mau poligami, dll. dan yah memang benar, kalo mau poligami, laki-laki yg bersangkutan memang harus menyiapkan istri & keluarganya kalo mau poligami. karna bagaimanapun, seorang wanita pasti merasa sakit jika dimadu. istri rasulullah saja sering kali cemburu satu sama lain. dan sebagai wanita, harus selalu berusaha untuk ikhlas dan sabar, kan poligami itu hukumnya boleh, sudah jelas kan di al-qur’an. :)
    saya juga wanita yg bagaimanapun akan merasa sakit hati jika dimadu, tapi saya juga seorang muslimah yg tidak mau menyalahi syari’at islam. :)

    Reply

  40. Posted by Hakam on February 8, 2013 at 8:57 pm

    Namanya juga Cinta kadang melupakan segalanya, makanya sebelum pada posisi CINTA gunakanlah LOGIKA agar tidak terjerumus goda CINTA, laki-laki emang banyak akalnya untuk menaklukkan wanita, dan Wanita sangat lemah memenejemen EMOSI dalam dirinya

    Reply

  41. Posted by arok on February 14, 2013 at 5:52 am

    Banyak orang menilai seseorang dari luarnya saja, tak tau seperti apa isinya, palagi jaman sekerang dimana kemunafikan merajalela, agama di jadikan tunggangan wat menuhin sahwatnya, jadi wat para akhwat yang lagi cari pasangan hidup di check dulu ya calonya luar dalam, ojo grasa grusu, woles ae

    Reply

  42. Asslmkm wrwb

    Poligami NO!!! Monogami YESSS!!

    coba baca artikel saya, siapa tahu ada tambahan pengetahuan

    http://sosbud.kompasiana.com/2013/06/11/poligami-meningkat-bujang-lapuk-menggugat–567796.html

    Poligami jaman sekarang? mmmmm… aneh dehh…Sunnah Rosul? Sunnah Rosul yg mana?

    Reply

  43. Posted by ghefira21 on July 21, 2013 at 7:52 am

    klo dimulai dg itikad baik..cara baik..proses syar’i..rasanya dg niatan ibadah sang istri jg bisa memaklumi..klo kisahnya beginian..keknya sama aja tu kek selingkuhan..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s