Pencuri Hati Bidadari Bumi


“Memposisikan diri sebagai kaum hawa, kami bisa merasakan banyaknya ujian hidup yang harus mereka lalui. Ada gejolak-gejolak fitnah yang selalu menghinggapi mereka. Maka kepiawaian mereka dalam menghadapi segala tantangan bathin begitu sangat diperlukan. Dan dengan catatan kami berikut ini semoga mampu menambah instrumen agar mereka jeli menghadapi ujian yang kerapkali mereka tak sadari kedatangannya.”

***

Lelaki yang tampan itu sedang bergaya menghadap kamera, siap-siap untuk dipotret. Wajahnya putih dan menawan. Bersih kulitnya membuat mata terpikat. Sedikit saja tersenyum, manisnya akan terlihat. Pula, menyenyumkan wajah yang melihat.

Hidungnya mancung. Hitam bola matanya begitu indah, dan bagian putihnya bersih menyejukkan. Mata sipitnya yang begitu mengesankan dan bibirnya yang bersih memerah benar-benar membuat wanita berdecak kagum.

Dipilihnya banyak gaya sehingga tercipta banyak fose. Busananya yang mewah menambah anggun ketampanannya. Apalagi model rambut yang selalu menjadi trend. Satu lagi, lelaki kita ini memiliki face (wajah) yang imut.

Di salah satu fotonya, ia terlihat mendapat ciuman wanita cantik, tepat di pipi kirinya. Lelaki itu tersenyum saja sambil mengangkat kedua alisnya yang hitam menawan. Di foto yang lain, ia juga mendapat ciuman di pipi kirinya. Bukan oleh wanita tapi oleh kaumnya sendiri, kaum adam. Fotonya ini dan banyak foto lainnya tersebar luas dan selalu menjadi koleksi wanita di dunia.

Tentangnya, menjadi buah bibir. Majalah-majalah nasional maupun internasional tak jarang menjadikan mereka sebagai Cover Boy lalu artikel-artikel di dalamnya mengupas habis tentang kehidupan mereka yang mengidola. Katanya, mereka menjadi lambang laki-laki modern. Mereka menjadi kiblat ketampanan. Mereka menjadi simbol keromantisan.

Untuk mereka, ada cinta yang dipersembahkan oleh para wanita, ada rindu yang terpatri di hati, ada bahagia yang menyelimuti relung-relung jiwa. Memandang mereka, para artis korea itu, para wanita akan teriak histeris. Air mata haru biru pun mengalir lembut menyusuri pipi.

 

 Mereka telah menjadi idola yang mendunia, begitu mampu menghipnotis para wanita. Dan yang lebih menyedihkan lagi, para muslimah yang (katanya) mencintai Allah dan Rasul-Nya pun terbius dahsyat. Tak sedikit muslimah yang berjilbab mengedit fotonya sendiri lalu menyandingnya dengan gambar si artis korea dalam satu foto. Lihatlah pula, foto-foto si artis korea itu menjadi profile ficture di Facebook.

Bagaimana tidak demikian, tak hanya tampang, para artis korea itu miliki pula suara yang indah, halus, dan menyejukkan telinga yang mendengar. Album mereka menjadi koleksi utama. Tak dapat dipungkiri, lisan-lisan para muslimah “mendzikirkan” lagu mereka walaupun  tak paham maknanya. Daun telinganya dibuka lebar-lebar penuh khusyu’ untuk mendengar nada-nada lagu cinta si artis korea.

Di mana rasa malu yang seyogyanya menjadi kemuliaan bagi pemiliknya? Di mana kemuliaan yang seharusnya tertancap kuat di taman hati?

@**@**@

 

>>Untuk Bidadari-Bidadari Mungilku

 

 Aku mencintai kalian wahai bidadari-bidadari kecilku. Saat kalian berjalan menuju masjid Aisyah, kalian terlihat begitu ceria dan bahagia sambil bergandeng tangan penuh kehangatan ukhuwah. Melewati bagian kanan badan jalan, senyum kalian berempat begitu sumringah. Iya, aku melihat kalian sore itu ketika baru saja kulalui pohon flamboyan, saat laki-laki kaum muslimin telah menunaikan kewajiban mereka shalat ashar di masjid.

 Wahai bidadari-bidadari kecilku, jujur kukatakan bahwa aku tersanjung dan terpesona. Sore itu, dan sore-sore lainnya, kalian membawa tas kalian yang berisi Al-Qur’an, buku dan pena untuk menuntut ilmu syar’i. Kalian memang masih duduk di bangku sekolah dasar, kelas 1 atau 2, bahkan ada yang masih berada di taman kanak-kanak  tapi kalian telah melampaui keadaan wanita-wanita dewasa yang sedang tersenyum bahagia bahkan menangis syahdu menyaksikan para artis korea itu.

 Walaupun dalam usia yang begitu dini, dengan menuntut ilmu syar’i, kalian benar-benar berusaha merawat pohon iman agar tertancap kuat di hati, agar tegar menjulang, agar memekar berbinar.

 Pada akar pohon iman itu, kalian mempertautkan diri agar tak hanyut disambar derasnya fitnah zaman. Pada batang kokohnya, kalian bersandar merehatkan keletihan yang mungkin mendera jiwa. Pada daunnya yang rimbun, kalian bernaung, meneduhkan diri dari panasnya arus kehidupan. Pada buahnya yang ranum memanis, kalian menikmati kelezatan hati.

 Ketika penaku tiba di kalimat ini, wahai bidadari-bidadari mungilku, air mataku mengalir. Tetesannya mengalirkan kebahagiaan karena menuliskan tentang kalian yang bersahaja. Kalian berusaha merias diri dengan kemuliaan yang kalian petik dari langit lalu menebarkannya melalui inspirasi-inspirasi bermakna yang terpotret pena ini.

>>Kecintaan yang Menipis

 

Pada saat yang sama, wahai bidadari-bidadari jelitaku, tetesan air mata ini pula mengalirkan kesedihan melihat keadaan kaum kalian, para wanita, di zaman ini. Begitu mudahnya mereka terbius/membiuskan diri dengan artis korea (dan artis-artis lainnya, seperti Justin Beiber, dll) yang secuil pun tak menambah keimanan. Mereka benar-benar terjebak dalam kubangan dunia khayal.

Benar bahwa mereka mencintai Allah dan Rasul-Nya tapi kecintaannya itu terkikis lalu tertimbun oleh fitnah-fitnah zaman, salah satunya fitnah artis-artis korea itu. Mereduplah cahaya iman yang seyogyanya mampu menerangi hati. Amal-amal yang seharusnya terperagakan dengan apik malah kini melumpuh.

Benar bahwa hari-hari mereka penuh dengan sejuknya musim semi yang menyemikan cinta untuk sang artis korea namun bukan menyemikan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, bukan menyemikan ketaatan, bukan menyemikan pahala, bukan menyemikan ilmu syar’i, bukan pula menyemikan tunas-tunas keimanan.

Benar bahwa pada saat yang sama, hari-hari mereka penuh dengan indahnya musim gugur yang menggugurkan tradisionalitas di abad 21, setidaknya menurut mereka. Tapi sayangnya musim gugur tersebut bukan mengugurkan dosa, bukan pula menggugurkan ketidaktahuan terhadap ilmu syar’i dan hukum-hukum Islam.

@**@**@

 

>>Para Wanita, Artis Korea dan Dajjal

 

Para artis korea, seperti yang telah kupaparkan, telah mampu membius muslimah. Mereka, para artis korea itu, menurutku, memiliki kelebihan-kelebihan yang sifatnya manusiawi. Artinya, ketampanan, wajah yang imut, suara yang merdu, dan tetek bengek lainnya sangat mungkin dan bahkan dimiliki pula oleh orang lain di lain tempat dan waktu. Walaupun demikian, wanita-wanita muslimah telah terpesona, terpukau dan tersihir.

Lantas, hubungannya dengan Dajjal?

Dajjal adalah fitnah (ujian) yang paling besar semenjak Allah ‘azza wajalla menurunkan nabi Adam ‘alaihissalam hingga menjelang hari kiamat. Dajjal memiliki kelebihan di luar batas kemampuan manusia.

Atas izin Allah, Dajjal mampu memerintahkan langit untuk menurunkan hujan lalu menumbuhkan tetanaman yang segera menghijaukan bumi pertiwi. Pada saat yang sama pula, dia mampu menjadikan musim semi itu menjadi musim kemarau yang tiada berhujan karena memang dia juga mampu menahan hujan hingga tetumbuhan dan hewan-hewan akan mati di masa-masa kedatangannya di akhir zaman.

Dajjal mampu menghidupkan manusia yang ada di kuburan maupun orang-orang yang dibunuhnya. Dia mampu mengeluarkan kekayaan dari perut bumi yang membuat manusia terpukau dan terpesona. Lebih dari itu, ia membawa dua sungai di tangannya, sungai bermata air jenih dan sungai api. Ia mampu terbang dengan kecapatan yang luar biasa untuk mengelilingi dan menyinggahi seluruh pelosok bumi kecuali Mekkah dan Madinah yang dijaga para malaikat.

Dengan kelebihan itulah manusia terhipnotis, tersihir, terpukau sehingga menjadi pengikut Dajjal, terlebih dari kalangan para wanita. Iya, para wanita, adik-adik, kakak-kakak, istri-istri kaum muslimin kecuali mereka yang dirahmati Allah.

“Kebanyakan pengikut Dajjal,” tutur Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabl dalam kitabnya Asyratus Sa’ah, “adalah orang-orang Yahudi, orang Ajam (non arab), orang Turki, dan banyak lagi manusia dari berbagai bangsa dan golongan yang kebanyakan dari orang-orang Arab dusun dan kaum wanita.”

 

Ucapan di atas bukanlah omong kosong belaka karena memang didasarkan sebuah hadits Ibnu Umar radhiyallahu ’anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Dajjal akan turun di lembah air Murqonah’ ini, maka orang yang datang kepadanya kebanyakan kaum wanita, sehingga seseorang akan pergi menemui sahabat karibnya, ibunya, anak perempuanya, saudara perempuannya, dan kepada bibinya untuk meneguhkan hatinya karena khawatir mereka akan pergi menemui Dajjal.

(Musnad Ahmad VII: 190 dengan tahqiq Ahmad Syakir, dan beliau berkata, “Isnadnya shahih.”)

Kembali mencermati hadits dan ucapan diatas, aku melihat kesamaan antara artis korea dan Dajjal yang walaupun perbedaannya begitu mencolok. Kedua-duanya memiliki satu titik kemiripan: sama-sama mampu merebut hati para wanita.

Menutup catatan ini, ada sebuah pertanyaan besar yang harus menjadi cambuk hati bagi wanita-wanita muslimah.  

“Dengan bekal apa mereka menghadapi dahsyatnya fitnah Dajjal sementara di zaman ini mereka telah terbius dengan fitnah artis-artis korea?”

 

***

 

Semoga tulisan sederhana ini mampu mencuri kembali jiwa-jiwa yang terfitnah artis korea menuju singgasana hati yang hanif. Wallahu a’lam. Subhanaka allahumma wa bihamdika asyhadu alla ila ha illa anta asytaghfiruka wa atuubu ilaika.

Abdullah Akiera Van As-samawiy

Mataram, 4 Rabiul Akhir 1432 H (10 Maret 2011 M)

7 responses to this post.

  1. Posted by Abu Sufyan 'Abdul 'Aziz on January 22, 2012 at 4:21 am

    Afwan akhi,ana rasa judul lebih baik di ganti.jangan “Pencuri Hati Bidadari Bumi”
    Karena bidadari bumi itu wanita2 shalihah,adapun yg terpaut hatinya oleh artis2 korea atau yg lainnya mereka bukanlah bidadari bumi.Afwan jiddan,sukran jazakallahu khairan katsiran.

    Reply

    • syukron akhiy atas sarannya.
      insya Allah akan ana tanyakan kepada penulisnya dahulu.
      wa jazakallahu khairan.

      Reply

    • Posted by Abdullah Akiera (Fachriy Aboe Syazwiena)) on January 23, 2012 at 8:08 pm

      Alhamdulillah, syukran atas masukan dari akhi Abu Sofyan. Dari realita yang ada, tidak sedikit diantara mereka yang telah mengenal hidayah masih terbius dengan artis korea. Ini adalah salah satu pertimbangan kami memilih judul.

      jazakallahu khairan ya Aba Sufyan

      Reply

  2. subhanaLLOH, Sebuah Tulisan yang bermanfaat! Mencambuk jiwa agar lebih kuat lagi dalam membimbing Putra Putri.

    Reply

  3. Posted by joko purwanto on February 22, 2012 at 12:40 pm

    Syukron akhiy……..izin share ya……….

    Reply

  4. […] : https://bloghidayah.wordpress.com/2012/01/21/pencuri-hati-bidadari-bumi/ Share this:PrintDiggEmailFacebookTwitterTumblrLike this:LikeBe the first to like this. Leave a […]

    Reply

  5. Posted by hidayat on March 25, 2013 at 6:17 am

    Afwan akhi…ana kira mmng tdk pntas memakai nama bidadari dunia..krn nma bidadaridunia itu hny pantas untuk wanita yg soleha.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s