Pembunuhan Terhadap Pendeta Toma dan Pembantunya


Pembunuhan Pendeta Toma dan pembantunya ini merupakan kasus yang paling spektakuler. Saya perhatikan betapa masyarakat dunia -termasuk saya- sangat berkeinginan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi terhadap kedua orang itu. Nah!Setelah membaca langsung buku Charl Lauren, saya ingin menyampaikan kepada Anda tentang peristiwa tersebut secara jelas. Beginilah ringkasan dari peristiwa itu:

PERISTIWA PEMBUNUHAN PENDETA TOMA AL – KABBUSYI DAN PEMBANTUNYA TERMASUK INFORMASI PALING PENTING YANG MENGUAK TENTANG AJARAN TALMUD MENGENAI PENGURASAN DARAH KAUM LAIN DENGAN MENUNAIKAN TUNTUTAN AGAMA

Pendeta Toma lahir pada tahun 1780 di Cagliari,sebuah kota bagian selatan pulau Sardina,Italia,dengan nama Fransou Anton.Ia sudah menjadi biarawan sekte Kabbusyi sejak muda belia, yakni sejak berumur 18 tahun (tahun 15 Januari 1807). Lalu,ia diutus dari Roma ke Damaskus dan menetap di sana sampai tahun 1840, tahun dimana ia dibantai oleh orang Yahudi di sana. Selama lebih kurang 30 tahun di Syria,ia selalu melakukan perbuatan baik;suka menolong manusia, sopan, menjaga kesucian, sangat ramah dan pemurah, rendah hati,suka bergaul,dan dicintai oleh semua orang, baik anak-anak maupun orang dewasa,sastrawan. Ia sendiri adalah seorang yang mahir dalam bidang obat-obatan dan suka membaca buku-buku tentang kedokteran. Ia mengobati semua orang di Syria secara gratis, baik orang Kristen, Islam, maupun Yahudi. Lebih spesifik lagi,ia mahir dalam bidang suntikan anti cacar.Ia melayani umat manusia yang layak diabadikan oleh para pecinta kebaikan. Banyak orang datang padanya dari kota Damaskus dan desa-desa sekelilingnya.

Ia sangat suka pada kelompok Yahudi dengan harapan agar mereka dapat masuk ke dalam agama Kristen sebagaimana yang ia katakan sendiri berulangkali. Semua orang dari segala kelompok dan kelas menghormati laki-laki ini dengan penghormatan yang besar.

Diantara sifat terpuji Pendeta Toma adalah bahwa ia sangat suka membela kebenaran. Pada suatu hari, seorang laki-laki datang kepadanya agar ia mengadakan acara akad perkawinan dengan seorang wanita, lalu ia mengetahui bahwa permintaan laki-laki tersebut tidak sesuai prosedur undang-undang agama, maka ia menolak permintaan tersebut. Mendapatkan permintaannya ditolak seperti itu, laki-laki tersebut segera pulang ke rumahnya lalu kembali lagi kepadanya dengan membawa sebilah pedang. Laki-laki itu berkata, “Jika Anda tidak mengizinkan perkawinanku dengan wanita itu, maka Anda akan aku bunuh.” Serentak pada waktu itu, al- Kabbusyi menunduk di atas dua lututnya sambil menyerahkan lehernya, dan berkata,”Kematian lebih aku sukai dari pada melanggar Kitab Suci.” Sikap seperti ini membuat laki-laki kasar tersebut terkesima, lalu ia pulang dengan menyesali perbuatannya.

 Ketika wabah penyakit menimpa Damaskus sehingga banyak nyawa melayang pada waktu itu, Pendeta Toma memberikan bantuan yang tidak terkira. Ia mengunjungi dan mengobati orang-orang sakit serta memberikan kebutuhan rohani dan jasmani mereka. Hal ini menyebabkan semua orang mencintai dirinya. Bahkan, Gubernur Syria sendiri, SyarifPasya, memerintahkan kepada para pengawalnya agar membiarkan Pendeta Toma bila ingin masuk ke istananya. Lebih dari itu, ia mengizinkan Pendeta itu masuk ke ruangan khusus kaum wanita, walaupun hal tersebut tidak biasa dalam budaya Timur. Semua ini menunjukkan betapa Gubernur sayang, hormat, dan percaya kepadanya.

Pada sore hari Kamis tanggal 6 bulan Februari 1840 M, Pendeta Toma diminta datang ke perkampungan Yahudi untuk mengadakan suntik anti cacar pada seorang anak yang sakit. Pendeta Toma segera memenuhi permintaan tersebut, tapi ketika ia lihat keadaan anak itu sakit keras, ia berpendapat bahwa anak itu tidak cocok diberikan suntik anti cacar, dan perlu perawatan lebih besar. Ia pun segera pulang ke biaranya untuk mengambil bahan-bahan pengobatan yang diperlukan. Rumah anak yang sakit itu terletak berdekatan dengan rumah Daud Harari.Daud Harari adalah seorang yang dipandang sebagai Yahudi yang paling shaleh di Syria, dan bahkan orang-orang Kristen sangat menghormatinya sehingga menggelarinya  dengan “seorang  Yahudi  Nashrani  yang shaleh”.

Daud Harari adalah teman dekat Pendeta Toma, maka ketika Pendeta melewati rumahnya, ia memintanya untuk masuk ke rumahnya, pendeta segera memenuhi permintaan tersebut. Di dalam rumah itu ia dapati dua orang saudara Daud, pamannya, dan dua orang pembesar Yahudi telah berada di sana. Ketika ia sudah sampai pada sebuah kamar, tiba-tiba pintunya mereka tutup,lalu semua mereka menyerangnya bagaikan seekor anjing gila menyerang siapapun. Kemudian mereka menyumpal mulutnya dengan sebuah sapu tangan, dan mengikat kedua tangan dan kakinya dengan seutas tali yang telah mereka persiapkan . Lalu,ia mereka pindah kan ke rungan yang jauh dari jalan umum. Ia dibiarkan di sana sampai malam tiba, dan mereka melakukan berbagai persiapan penyembelihan dan pengurasan darah terhadapnya.

Ketika rabbi sudah datang, mereka memanggil seorang tukang gunting Yahudi yang bernama Sulaiman, yang berada dekat dengan rumah tersebut, lalu ia mereka perintahkan agar menyembelih itu. Akan tetapi, si tukang gunting itu tidak berani melakukannya. Lalu datanglah Daud Harari, seoranglaki-laki yang terkenal takwa dan terhormat, dan bahkan sahabat juga dari Pendeta Toma. Dialah akhirnya yang menyembelih pendeta.

Kesetiaan sudah pergi seperti perginya hari sore kemaren Sedangkan manusia terdiri dari penipu dan pemakar

Mereka memalsukan kasih sayang dan kesetiaan Sedangkan hati mereka penuh dengan kalajengking

Akan tetapi,tangan sahabat gemetar dan tidak mampu melanjutkan pekerjaanya. Maka saudaranya, Harun, segera datang membantu. Anehnya saudara yang membantu ini namanya Harun, sedangkan Harun hanyalah membantu Nabi Musa, saudaranya, dalam perbuatan baik!Sulaiman si Tukang Gunting hanya memegang jenggot Pendeta Toma, sedangkan orang-orang lainnya menampungkan baskom untuk menampung darahnya. Selanjutnya, darah tersebut mereka letakkan dalam sebuah botol kaca putih yang akhirnya dikirim kepada Rabbi Ya’qub al-‘Antabi.

Setelah darah pendeta berhasil dikuras dan dimasukkan ke dalam botol, mereka melepaskan semua pakaian pendeta itu dan langsung membakarnya, sedangkan tubuhnya mereka cincang menjadi potongan-potongan kecil.Potongan-potongan itu kemudian mereka buang ke sebuah tempat pembuangan yang berdekatan dengan rumah Rabbi Musa Abul’Afiyah.

Mereka mengira bahwa dengan cara ini, mereka telah menguburkan jasad Pendeta Toma dalam sebuah kubur yang dalam sehingga masalah pun hilanglah sudah. Tapi, darah tidak bersalah ini berteriak kepada Allah seperti teriakan darah Habil ketika dirinya dibunuh oleh Habil.

Pembantu pendeta itu -yang bernama Ibrahim ‘Ammar- merasa gelisah di biaranya lantaran tuannya (PendetaToma)tidak kunjung pulang ke biara.Dan karena ia tahu bahwa tuannya itu tadi sore pergi ke perkampungan Yahudi, iapun segera menyusul ke sana. Sesampainya ia di sana, ia masuk ke rumah Daud Harari, lalu mereka juga memperlakukan kepadanya apa-apa yang mereka perlakukan kepada tuannya. Di sisi lain, dokter Gubernur (Dr.Masari) dan tamu-tamu lainnya juga merasa tidak enak karena Pendeta Toma yang juga diundang dalam sebuah acara pada hari itu tidak kunjung hadir, padahal sudah sekian lama ditunggu. Hal ini membuat banyak mencarinya namun tidak membawa hasil apapun.

Terbongkarnya rahasia kasus ini diawali oleh adanya kecurigaan dari sekolompok anggota pengajian Pendeta Toma yang biasa datang ke biaranya untuk mendengarkan misanya. Yang datang pertama mengira bahwa ia sedang tidur, sedangkan orang datang belakangan mengira bahwa misa telah selesai. Sedangkan sebagian lainnya mengatakan bahwa ia melihat Pendeta Toma menuju ke perkampungan Yahudi. Hal ini membuat pikiran mereka gundah. Akhimya, berita ini mereka sampaikan kepada anggota jemaat lainnya, lalu sebagian mereka datang ke kantor polisi dan meminta polisi agar segera melakukan pemeriksaan atas hilangnya Pendeta Toma.

Masalah ini membuat Konsul Perancis gelisah lalu secepatnya mengambil tindakan. Dalam penyidikan pihak berwenang ditemukan pengakuan dari Tukang Gunting Yahudi bahwa ia dipanggil pada malam hari ke rumah Daud Harari, lalu ia menyaksikan Pendeta Toma berada di rumah itu dalam terikat dan tergeletak di lantai. Dan pada saat menemukan jasad pendeta juga ditemukan sebagian dari topi biarawan yang sudah dikenal di Damaskus. Tujuh orang yang sudah mengaku dalam kasus ini menyatakan bahwa tujuh hari sebelum kejadian, Rabbi Pasya menyampaikan kepada mereka bahwa harus ada darah manusia yang akan digunakan untuk acara hari raya Paskah Yahudi dalam waktu dekat ini. Daud menjawab bahwa ia akan berusaha mendapatkan darah tersebut walaupun harus menelan biaya berapapun jumlahnya.

Pada saat mengaku itu, para tersangka diletakkan dan diinterogasi pada ruangan terpisah dan ternyata pengakuan masing-masing mereka hampir tidak berbeda. Berdasarkan pengakuan merekaini, dilakukanlah pencarian ke semua tempat yang kira-kira dijadikan sebagai tempat pembuangan jenazah pendeta Toma dan pembantunya. Dan akhirnya tempat itu berhasil ditemukan.

Selama pemeriksaan tersebut, tidak pernah dilakukan kekerasan sebagaimana yang dituduhkan oleh Ishaq Betsyoto, seorang tersangka berasal dari Austria dan bekerja di konsulat Austria. Tuduhan ini sengaja ia buat-buat lantaran ia mendapat ancaman dari pemerintah, dan pemerintah berjanji untuk menyelamatkannya dari perkara tersebut jika ia mampu tutup mulut. Begitu juga halnya dengan yang dialami oleh Bahri Bek, seorang pemimpin Kristen.Semua ancaman yang sampai pada Syarif Pasya ditulis dalam berita acara pengadilan.

Setelah interogasi dilakukan secara matang,maka tuduhan pun dipastikan diarahkan kepada semua tersangka; dua orang diantara mereka meninggal dunia dalam saat proses pengadilan; empat orang lainnya mendapat pengampunan karena mereka mengakui hakikat yang sebenarnya, sedangkan sisanya, sepuluh orang,dijatuhi hukuman mati. Diantara mereka yang diberi ampunan adalah seorang rabbi bernama Musa Abul ‘Afiyah yang akhirnya masuk agama Islam dan bertukar nama menjadi Muhammad Afandi.

Hampir saja eksekusi hukuman mati dilaksanakan, sekiranya Konsul Perancis tidak meminta agar dokumen-dokumen kasus pada Ibrahim Pasya (anak dari Muhammad Ali Pasya) yang terjadi pada waktu ia menjabat sebagai panglima pasukan Mesir, ditinjau ulang.

Pada saat demikian pula, kaum Yahudi Eropa bangkit dan memanfaatkan kesempatan. Mereka berusaha sedemikian rupa untuk meredam kasus tersebut agar tidak mencuat ke khalayak ramai, dan agar para tersangka Yahudi yang telah ditetapkan untuk dihukum mati dapat terbebas dari hukuman tersebut sama sekali.Para utusan pun mereka kirim, dan dana yang tidak sedikit pun mereka keluarkan untuk tujuan tersebut. Ada yang mengatakan bahwa mereka membayar 200.000 pester (40.000 Franc) kepada Konsulat Perancis dan 500.000 (125.000 Franc pester kepada salah seorang pengacara. Akan tetapi, usaha mereka ini ternyata tidak mendatangkan hasil yang mereka harapkan. Maka dua orang dari pembesar mereka, yang bernama Crameo dan Moez Montefiure, yang berasal dari organisasi persatuan Israel Internasional di Eropa, langsung turun tangan untuk menyelamatkan para terhukum tersebut. Mereka berdua langsung terbang ke Alexandria, Mesir, dan meminta secara langsung kepada Muhammad Ali Pasya agar membantu mereka dalam merealisasikan tujuan mereka tersebut. Muhammad Ali pun menerima permintaan mereka ini lantaran tidak ingin mengecewakan organisasi Yahudi Internasional.

Muhammad Ali mengeluarkan perintah ampunan bagi para penjahat untuk memenuhi belas kasihan bangsa Israel sebagaimana yang akan kami paparkan. Usaha demikian berasal dari perjanjian orang-orang Yahudi dalam waktu senang dan sulit sebagaimana yang diuraikan oleh Edward Dremun dalam kitabnya Yahudi Perancis, dimana ia berkata: Sesungguhnya kekuatan Yahudi berasal dari persatuan sesama mereka. Semua orang Yahudi berjanji untuk setia kepada organisasi persatuan Israel. Mereka memakai sebuah kode yang melambangkan persatuan tersebut, yaitu “dua tangan berjalinan di bawah karangan bunga.” Masing-masing mereka menjaga aturan-aturan dalam pernjanjian dan persatuan secara teliti. Maka berdasarkan perjanjian ini tidaklah aneh apabila orang-orang Yahudi menguasai orang Kristen yang malang, yang hanya mengenal cinta pada orang-orang mereka pimpin. Saya heran melihat sifat orang-orang Kristen yang hanya mengenal kecintaan pada orang-orang yang mereka lindungi. Mereka tidak mengenal cinta selain ini, dan mereka mengeluarkan tenaga dan harta serta otak dan hati mereka pada orang lain tanpa perlu menuntut balasan atau ganti.

 Dapat disimpulkan bahwa orang-orang Kristen membuka hati dan menerima kaum tertindas (Yahudi) ini dengan pertolongan,cinta,dan kesetiaan, tapi mereka sendiri tidak mendirikan sebuah organisasi persatuan sebagaimana halnya organisasi persatuan Israel. Karena baiknya niat mereka ini, mereka tidak berbaris untuk melawan kejahatan Yahudi atau membela diri mereka sendiri, maka tidak aneh jika orang-orang Yahudi menyerang salah seorang dari mereka, tidak ada seorang pun dari mereka yang akan membelanya.

Sebagai contoh, apabila Yahudi ingin merampas harta seorang saudagar, mereka tidak akan merampok secara kasar, tapi dengan memakai cara-cara yang dapat membuat saudagar itu pailit. Mereka kompak melakukan itu. Misalnya adalah melalui seorang wanita Yahudi yang dapat memperoleh hartanya dan menyebabkan kehancurannya; atau dengan cara menghadirkan seorang pemeras dari persatuan mereka, lalu ia akan menggodanya melakukan hal-hal yang ia kira membawa manfaat, sedangkan si Yahudi sedang melakukan tipu daya dengan mengeluarkan sedikit modal. Dalam pribahasa disebutkan, “Bagusnya cetakan logam membuat orang membuang banyak tuangan.” Selanjutnya dalam waktu yang tidak lama saudagar malang itu akan jatuh miskin dan hancur usahanya.

Tidak hanya sampai di situ, bahkan terhadap para penulis dan cendikiawan, mereka bisa menguasainya dengan cara memberi minuman memabukkan lalu melakukan perbuatan munkar, sehingga cara fikir para ilmuan itu menjadi rusak. Sekiranya “orang-orangsialitu” (kaum Kristen) bersatu membendung makar Yahudi yang kompak menghancurkan mereka, maka mereka akan selamat dari sikap sembrono tersebut. Namun sayang sekali, mereka hancur tapi mereka tidak sadar tangan musuh telah menggenggam nyawa mereka.

Melalui organisasi dan perjanjian Yahudi tersebut, datanglah dua orang pembesar sebagai utusan mereka sebagaimana yang kamisebut, lalu keduanya berhasil menghentikan eksekusi keputusan pengadilan atas para tersangka. Dengan demikian, selesailah masalah dan tuntutan dan pengadilan, tapi usaha mereka tidak hanya berhenti sampai di sini saja, bahkan pada saat mereka lihat bahwa peristiwa ini akan menjadi sebuah sejarah hitam bagi Yahudi Syria, mereka menghancurkan semua buku yang menulis tentang peristiwa-peristiwa seperti ini.

Sejalan dengan pengertian ini, Sejawaran Charl Lauren juga menulis pada pendahuluan bukunya: Hanya ada dua kemungkinan terhadap penumpahan dan pengurasan darah yang dilakukan oleh umat Yahudi-baik pada zaman dahulu maupun pada zaman terakhir ini -terhadap umat-umat lain, khususnya umat Kristen. Yaitu, mungkin saja perbuatan biadab ini benar adanya dan memang terbukti secara jelas, ataupun mungkin saja semua itu tidak benar dan hanya merupakan fitnahan belaka terhadap bangsa Yahudi. Apabila yang terjadi adalah kemungkinan yang kedua ini, maka setiap orang harus sedih dan simpatik terhadap mereka karena mereka sangat dirugikan oleh tuduhan tersebut. Akan tetapi, yang kedua itu sangat kecil sekali kemungkinannya. Sebab, semua bangsa dan agama telah sepakat bahwa orang-orang Yahudi ini memang telah melakukan perbuatan terkutuk tersebut, baik dahulu maupun sekarang. Dengan demikian, kemungkinan yang pertamalah yang lebih menjadi kenyataan, sehingga setiap umat, baik umat Kristen, Islam, dan lain-lain, termasuk umat Yahudi sendiri harus sama-sama berteriak satu suara dan berdiri satu baris untuk menghapus ajaran yang paling rusak dan paling berbahaya ini,lalu mencerca para pemeluk Talmud dengan bahasa yang paling tajam.

Sumber: Buku “Talmud: Kitab ‘Hitam’ Yahudi Yang Menggemparkan” karya Prof. DR. Muhammad asy-Syarqawi Diterbitkan oleh PT Sahara initisains Jl. Sosial No. 69 Jatiwaringin 17411. Cetakan Pertama: Syawal 1425 H / Desember 2004 M

Baca Juga: Rahasia Pengurasan Darah Yang Tersembunyi Dalam Agama Yahudi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s