Nutrisi Untuk Fertilitas: Langkah Tepat Mempersiapkan Kesehatan Pra Konsepsi


Dunia ini diciptakan dengan sangat seimbang dan sangat sempurna oleh Sang Maha Sempurna, Allah Subhanahu wa ta’ala. Begitu juga manusia, ada laki-laki dan perempuan. Dalam perspektif China, yang diibaratkan laki-laki dan yin adalah perempuan. Keduanya menyatu, berpadu dan saling melengkapi. Begitu juga ketika keduanya telah bersatu dalam ikatan pernikahan, keinginan terbesar setelanya adalah memiliki keturunan. Namun ternyata, bagi beberapa pasangan memiliki keturunan bukanlah suatu hal yang mudah. Di sisi lain ada juga pasangan yang meski belum genap sebulan pun, sang istri sudah hamil. Misteri semua ini adalah hak mutlak Allah. Sebagai manusia beriman, kewajiban kita hanyalah memaksimalkan ikhtiar.

Banyak sekali factor yang mempengaruhi kondisi fertilitas atau keseuburan seseorang. Rumah Sehat Holistik kali ini akan mencoba membahasnya dengan melihat dari sisi kesehatan fisik dan psikis. Karena kami yakin bahwa manusia tidak hanya terdiri dari jasad, tapi juga memilik qalbu, jiwa, dan rasa. Untuk artikel kali ini, kami membahas lebih lanjut tentang nutrisi sebagai salah satu faktor penunjang kesehatan reproduksi.

 

Nutrisi Dan Kehamilan

 

Sebelum membahas lebih jauh tentang nutrisi secara spesifik untuk mempersiapkan kehamilan, sangat baik jika kita melihat fakta-fakta berikut:

–          Masalah infertilitas ternyata berasal disebabkan 1/3 dari isteri, 1/3 dari suami dan 1/3 dari suami-isteri.

–          Menurut Obgyn News, salah satu kelompok penelitian dari Harvard, sebanyak 79% pasangan yang tidak atau kurang subur kurang mengkonsumsi makanan sumber antioksidan (terutama buah dan sayur)

–          Merokok, bisa mengurangi jumlah produksi sperma sampai 17% dan dari Journal Fertility and Sterility, berhenti merokok bisa meningkatkan jumlah sprema sampai 800%!!

–          Wanita yang mengkonsumsi kafein berlebih (kafein bisa didapatkan dari kopi, cokelat, obat bebas penurun rasa sakit kepala, the, minuman bersoda) berisiko 45% lebih tinggi untuk lebih lama hamil.

–          Konsumsi suplemen zinc, asam folat dan zat besi bisa meningkatkan kualitas sperma laki-laki.

–          Apa yang kita makan sekarang berpengaruh terhadap kesehatan sel telur dan sperma 90 hari ke depan.

Dari beberapa fakta tersebut bisa kita simpulkan, bahwa masalah fertilitas sebenarnya bisa kita ubah dengan merubah pola makan dan pola hidup kita serta pola pemilihan bahan makanan yang baik atau tidak bagi kita. Nah, tidak ada kata terlambat. Bisa kita mulai dari sekarang juga dengan meningkatkan ikhtiar kita salah satunya merubah jenis makanan.

1.       Berat Badan Ideal

Berat badan sebelum hamil, terutama bagi wanita sangat penting. Berat badan yang kurang ideal akan berdampak pada cadangan energy bagi tubuh yang banyak dibutuhkan di awal trisemester. Karena pada awal kehamilan, sering mengalami mual, muntah sehingga asupan makanan berkurang. Maka, simpanan lemak dalam tubuh berfungsi sebagai cadangan energy ini. Bahkan seorang ibu pada trisemester pertama seringkali mengalami penurunan berat badan. Tapi, meningkatkan berat badan bukanlah sebuah hal yang perlu diutamakan. Menurut Allan Warker, professor nutrisi dari Harvard Medical School, pemilihan bahan makan yang berkualitas lebih baik dibandingkan mengkonsumsi banyak makanan tanpa melihat kualitasnya. Contohnya, buah semangka yang memiliki kalori sedikit, bisa diganti dengan alpukat yang memiliki kalori lebih banyak.

Masalah lain juga akan muncul jika seorang ibu hamil memiliki berat badan berlebih sebelum kehamilan. Kondisi ini bisa berdampak pada masalah kesehatan selama kehamilan seperti hipertensi dan diabetes gestasional. Paling baik, jika sebelum hamil, calon ibu bisa meurunkan berat badan setidaknya 10% dari berat badan saat ini.

2.       Kualitas Karbohidrat, bukan Kuantitas

Pilihan jenis karbohidrat paling baik adalah karbohidrat kompleks. Karena lebih banyak mengandung serat dan tidak menaikkan gula darah atau insulin dengan cepat pula. Dalam berbagai penelitian yang melihat hubungan konsumsi karbohidrat dengan fertilitas melihat bahwa jumlah karbohidrat yang dikonsumsi tidak berpengaruh terhadap fertilitas. Baik orang yang mengkonsumsi karbohidrat sebanyak 60% atau 45% dari total kalori yang dikonsumsi, memiliki kecenderungan masalah fertilitas yang sama. Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata wanita yang mengkonsumsi karbohidrat sederhana, seperti roti putih gula pasir berlebih (termasuk dalam minuman kemasan), 80% nya memiliki masalah infertilitas. Jadi, bukan kuantitas melainkan kualitas karbohidrat. Menjadi lebih baik jika sahabat dalam program kehamilan mengganti beras putih dengan beras merah, roti putih dengan roti gandum.

3.       Lemak Trans Bukan Kolesterol

Kolesterol adalah salah satu jenis lemak yang sering disalahkan dalam tubuh. kami sudah membahasnya dalam sebuah artikel http://www.facebook.com/note.php?note_id=260649160668995.

Sama dengan karbohidrat, dari penelitian yang dilakukan oleh Harvard University, menemukan fakta bahwa bukanlah kolesterol, lemak jenuh ataupun lemak tak jenuh yang mempengaruhi kondisi kurang subur atau subur. Melainkan lemak trans.

Lemak trans adalah lemak yang bisa diproduksi dari proses pemanasan dan pengolahan minyak seperti deep frying dan proses hidrogenasi. Sumber makanan yang memiliki lemak trans diantaranya adalah margarine, mentega, ayam goreng, donat dan kentang goreng.

Semakin tinggi konsumsi lemak trans, semakin tinggi kemungkinan kegagalan ovulasi. Konsumsi lemak trans sampai 4 gram sehari sudah bisa memberikan efek infertilitas. Jumlah ini setara dengan 2 sendok makan penuh margarine/mentega, satu porsi kentang goreng atau sebuah donat.

4. Protein Nabati Yang Lebih Baik

Kegagalan ovulasi 39% lebih sering terjadi pada wanita yang mengkonsumsi protein hewani lebih tinggi daripada yang lebih rendah. Mengganti 25% protein hewani dengan 25% protein nabati berhubungan dengan turunnya risiko kegagalan ovulasi sampai 50%.

Jadi, mulai sekarang, sahabat bisa mengkonsumsi kacang-kacangan lebih banyak. Boleh tempe, tahu, kacang tanah, kacang merah, kacang polong dan teman-temannya.

5. Yuk Makan Sayur dan Buah Lebih Banyak

Sudah disebutkan sebelumnya, kebanyakan pasangan infertile mengkonsumsi sumber antioksidan lebih sedikit. Sumber antioksidan paling baik adalah dari buah dan sayur, terutama yang memiliki warna-warna mencolok. Salah satu jenis antioksidan yang mempengaruhi kesuburan adalah lipoic acid. Zat ini banyak ditemukan di bayam, brokoli dan kentang. Zat ini telah terbukti mampu melindungi organ reproduksi wanita, bahkan bisa meningkatkan kualitas sperma dan pergerakan sprema.

Demikian beberapa hal yang bisa sahabat perhatikan dan praktikkan, terutama dalam perubahan pola makan dan pemilihan jenis makanan. Memang tidak semudah membalik telapak tangan jika kita berbicara masalah keturunan. Selain dari factor makanan, fungsi organ tubuh yang kurang baik juga perlu diperbaiki. Baik masalah hormonal, adanya kista dalam organ reproduksi dan tentu saja masalah psikis yang bisa melanda para pasangan yang sudah terlalu lama mendamba buah hati. Tugas kita adalah memaksimalkan ikhtiar dan tetap bertawakkal pada Allah.

Hastrin Hositanisita, S.Gz

Referensi:

Rodriguez, Hethir.2011.The Fertility Diet.www.naturalfertilitydiet.com

Walker, W Allan.2006.The Harvard Medical School Guide To Healthy Eating During Pregnancy.Mc Graw-Hill

Chavarro and Willett.2007. Fat, Carbs and the Science of Conception.www.health.harvard.edu

Sahabat boleh berkonsultasi dengan RSH lebih lanjut masalah fertilitas. Sahabat bisa menghubungi nomor 0878-3966-0590/ 0274-851-6868

Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s