Kupotret Nyanyian Bidadari (Catatan akhir Pekan-part 12)


إنّ الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيّئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضلّ له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنّ محمدا عبده ورسوله

{يا أيّها الذين آمنوا اتقوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ ولا تَمُوتُنَّ إلاَّ وأَنتُم مُسْلِمُونَ}

{يا أيّها الناسُ اتّقُوا ربَّكمُ الَّذي خَلَقَكُم مِن نَفْسٍ واحِدَةٍ وخَلَقَ مِنْها زَوْجَها وبَثَّ مِنْهُما رِجالاً كَثِيراً وَنِساءً واتَّقُوا اللهََ الَّذِي تَسَائَلُونَ بِهِ والأَرْحامَ إِنَّ اللهَ كان عَلَيْكُمْ رَقِيباً }

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمالَكمْ ويَغْفِرْ لَكمْ ذُنوبَكُمْ ومَن يُطِعِ اللهَ ورَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً}

 

أما بعد،فإن أصدق الحديث كلام الله وخير الهدي هدي محمد

 وشر الأمور محدثاتها وكلّ محدثة بدعة ، وكل بدعة ضلالة ، وكل ضلالة في النار

Sambil menunggu pesanan makanan di salah satu café, meja makan kami di hampiri dua wanita berseragam rapi. Beberapa meter ke arah selatan café terdapat acara konser musik dari sebuah komunitas. Dan ternyata dua wanita tadi adalah SPG (Sales Promotion Girl) yang ingin menawarkan produk dari komunitas tersebut. Sepertinya produk rokok karena di tangannya terdapat dua bungkus rokok.

Keduanya berdiri dan berhenti di samping meja kami lalu beberapa detik kemudian segera meninggalkan kami karena melihat isyarat dari kami. Sebelum menuju meja lain untuk promosi, keduanya terlihat tersenyum dan meminta maaf sekiranya telah mengganggu makan malam kami. Pada saat yang sama, rekan kami tetap fokus membaca kitab Aqidah Thahawiyah karangan syaikhul Islam Ibnu Taimiah yang dibawanya.

Sebagai SPG, dua wanita tadi tentunya melaksanakan tugas dari pihak perusahaan. Mereka dituntut berpenampilan menarik dari ujung rambut hingga ujung kaki. Penampilan mereka benar-benar didesain khusus dan spesial dengan harapan mampu menarik perhatian calon pelanggan. Menurut pandangan kami, mereka ibarat tentara yang akan bergerilya dan penampilan yang ‘aduhai’ adalah senjata andalan mereka.

Sepertinya, kalau menelusuri lebih jauh, ada tiga panca indera yang menjadi target mereka untuk ‘melumpuhkan’ calon pembeli yaitu indera penglihatan, pendengaran dan penciuman. Mereka menyiapkan ‘kebutuhan’ tiga macam indera ini.

Untuk melumpuhkan indera penglihatan, rambut ditata spesial dengan mode tertentu. Wajah dipoles dengan bedak agar terlihat cerah dan menawan. Lipstick dengan warna yang disesuaikan penampilan. Seragam khas yang didesain khusus. Sepatu dan kaos kaki dipilih dan diselaraskan dengan berbagai aksesoris lainnya. Mereka menjaga senyum dan mimik muka. Tentu saja aurat adalah hal yang mesti mereka tonjolkan seperti rambut, leher, lengan, betis dan bagian-bagian lain yang lebih merangsang syahwat laki-laki. Kami sendiri malu menyebutkannya.

Untuk melumpuhkan indera penciuman, mereka melumuri diri dengan parfum-parfum yang wanginya benar-benar menstimulus hidung.

Untuk melumpuhkan indera pendengaran, mereka menggunakan susunan bahasa yang sifatnya persuasif yaitu meyakinkan sesuatu dengan bujukan halus. Nada suara mereka diatur kemudian dipoles dengan sedikit intonasi manja.

Dengan ketiga senjata tadi mereka melumpuhkan calon pelanggan sehingga pikiran calon pelanggan mengarah ke produk yang ditawarkan.

Oya, kami tadi menyebutkan konser musik beberapa meter ke arah selatan café. Kami mengetahuinya karena sempat melewatinya. Para penyanyinya adalah wanita. Dan ini lebih parah untuk menstimulus indera pendengaran laki-laki.

Pada penyanyi wanita, menurut kami, untuk melumpuhkan laki-laki , stimulus tiga alat indera tadi lebih dahsyat dibanding dengan stimulus yang bersumber dari SPG. Instrumen-instrumen yang digunakan lebih komplit. Seorang penyanyi wanita lebih leluasa bergoyang, nada-nada suara lebih tinggi dan melengking, lagu-lagu yang dibawakan lebih mengarah ke perasaan, penampilan lebih seksi, dan ditambah lagi alat-alat musik yang diaturr sedemikian rupa sehingga terciptalah komposisi suara yang membuai hati dan perasaan.

Kepada anda yang kami hormati, menulis catatan akhir pecan kali ini, ijinkan kami membicarakan tema-tema yang kami kaitkan dengan kasus di atas. Kami menyisipkannya dalam beberapa sub judul berikut.

  1. Instrumen-instrumen kecantikan
  2. Hadits-hadits ancaman
  3. Kado pasutri
  4. Kupotret nyanyian bidadari

***

  1. INSTRUMEN KECANTIKAN

Ungkapan bahwa wanita ingin tampil cantik dan dikatakan cantik terlalu sering terdengar dan memang demikian adanya. Mereka berusaha melakukan berbagai cara agar bisa dikatakan cantik. Berikut beberapa instrumen yang ada pada wanita sehingga mereka berusaha memenuhinya hanya agar dipuja-puji sebagai bahan sorotan baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

>>Wajah.  

Wajah adalah salah satu titik pesona. Lekungan tulang, daging yang membalut, jenis kulit pada wajah, lesung pipi, bibir, alis, bola mata dan lainnya merupakan komponen-komponen yang menentukan apakah si empunya wajah dikatakan cantik atau tidak.

Walaupun bersifat relatif, terkadang dengan keadaan wajah seseorang, kita akan sepakat dengan kecantikan fulanah, misalnya, atau dengan ketidakcantikannya. Pada wanita, dibanding laki-laki, kulit wajahnya lebih cepat melentur dan raut-rautnya lebih dini terlihat. Ketika sudah beranak pinak, kecantikan wanita menurun seiring semakin cantiknya putrinya tercinta.

Untuk wanita, cobalah bercermin. Pandangilah wajah kalian. Apakah dengan wajah itu kalian telah menuai pahala, atau malah menabung dosa?

Terutama di FB, banyak wajah dipampang oleh si empunya. Jika para SPG tadi mempampangkan parasnya untuk mengiklankan produk tertentu akan mendapat honor maka kami pribadi tidak tahu apa yang didapat oleh wanita lain ketika begitu berani memamerkan wajahnya di FB. Keduanya sama-sama berdosa dan dosa ini bertingkat sesuai dengan aktifitasnya di dunia maya apalagi ketika ia menjadi teladan dalam praktek kemungkaran ini.

>>Pakaian dan Aksesorisnya.

Nampaknya di zaman ini fungsi pakaian telah meluas dari sekedar ‘penutup tubuh’ menjadi ‘aksesoris kecantikan’. Tentu ini tidak keliru. Hanya saja pemenuhan kebutuhan terhadap pakaian yang bukan pada tempatnyalah yang salah. Mode-mode yang hari ini dipublikasikan lewat media cetak maupun elektronik maka besok atau lusa telah banyak menyebar di tanah air dan digunakan para wanita.

Begitu pula dengan aksesoris lain seperti tas, sepatu, lipstick, pemutih wajah, parfum, dan tetek bengek lainnya telah menjadi bahan gandrungan wanita walaupun dengan harga yang melambung tinggi. Kami tak perlu membuktikan hal ini karena ini adalah rahasia umum para wanita.

Di kampus, banyak di antara mereka yang membawa tas kecil seperti tas ibu-ibu atau tante-tante yang sering dibawa untuk arisan, kondangan, dan acara lain. Dan tas ini pun tidak bisa menampung buku apalagi kitab para ulama. Duh, wanita oh wanita.

>>Seksi.

Jika dahulu hanya wajah yang mendapat predikat cantik maka di zaman ini tubuh dan keseksiannya menjadi salah satu penilaian kecantikan baik penilainya wanita itu sendiri maupun laki-laki. Mereka beranggapan bahwa seksi adalah bagian dari kecantikan. Media cetak dan elektronik ikut menyebarkan kesan ini.

Ketika membuka kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga terbitan Balai Pustaka, kami mendapati pengertian seksi lebih luas dari apa yang kami bayangkan. Dikatakan bahwa seksi adalah merangsang rasa birahi baik yang berhubungan dengan pakaian, bentuk badan, dan lain-lain.

Hemat kami, seksi yang berhubungan dengan pakaian akan mengharuskan wanita membuka auratnya. Sedangkan seksi yang berhubungan dengan badan akan mengharuskan wanita merubah bagian-bagian tubuh  tertentu agar kelihatan ‘aduhai’ baik dengan melakukan operasi maupun non operasi. Contoh operasi yang kami maksud misalnya operasi agar hidung lebih mancung, dagu yang lebih meruncing, operasi kulit, dll. Salah satu contoh non operasi yang kami maksud adalah melakukan diet dengan atau tidak mengkonsumsi makanan/obat tertentu.

Di facebook, banyak akun-akun yang menampilkan wanita seksi sebagai profile ficturenya.  Tingkat seksi ini beragam dari ‘biasa’ hingga ‘luar biasa’. Tak hanya itu, mereka menampilkan foto dua lawan jenis dengan adegan ‘sederhana’ hingga adegan ‘vulgar’.

Dalam analisis sederhana kami, ada empat motif adanya akun-akun seperti itu:

(1) Akun tersebut memang berprofesi untuk menjajakan zina. Mereka beriklan dengan menggunakan akun FB dan menyediakan nomor-nomor handphone yang bisa dihubungi.

(2) Akun tersebut dibuat untuk merusak pikiran remaja dengan cara mengupdates status, foto-foto dan link-link porno namun tidak berprofesi menjajakan zina.

(3) Akun tersebut dimiliki oleh seorang wanita yang memang hanya sebatas ingin dipuji kecantikannya.

(4) Pemilik akun hanya iseng.

***

Dengan ketiga intsrumen di ataslah wanita mendapat gelar kecantikan di zaman ini. Naluri mereka yang ingin dikatakan cantik itu disambut baik oleh syaitan dari kalangan manusia dengan cara mengadakan lomba-lomba putri kecantikan baik level kota, provinsi,  nasional hingga level internasional. Dan pada topik pembicaraan kita ini, SPG adalah salah satu ‘saluran’ ekspresi kecantikan tersebut walaupun tidak semua wanita ‘berkesempatan’ melakoni profesi ini.

II.                  HADITS-HADITS ANCAMAN

 

Sebelumnya telah disinggung bahwa SPG dan para penyanyi wanita memiliki kemampuan untuk ‘menghinoptis’ laki-laki dengan melumpuhkan tiga alat indera: penglihatan, pendengaran dan penciuman. Kami meyakini bahwa komposisi tiga alat indera ini yang mendapat stimulus dari wanita akan mampu mengikis keimanan laki-laki.

Ketika wanita berpenampilan seksi, bertabarruj, berjalan berlenggak lenggok dan peragaan lainnya yang berhubungan dengan penampilannya maka ini akan menstimulus indera penglihatan.  Banyak hadits yang membicarakan tentang hal ini.

Rasulullah shallahu ‘alahi wasallam mengancam mereka dengan neraka sesuai dengan hadits:

 

عن أبي هريرة، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «صنفان من أهل النار لم أرهما، قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس، ونساء كاسيات عاريات مميلات مائلات، رءوسهن كأسنمة البخت المائلة، لا يدخلن الجنة، ولا يجدن ريحها، وإن ريحها ليوجد من مسيرة كذا وكذا»

“Dua golongan penghuni neraka yang belum pernah kulihat. (1) Kaum dengan cambuk seperti ekor sapi. Dengan cambuk itu mereka memukul manusia. (2) wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berlenggak-lenggok ketika berjalan dan dilihat, serta berpaling dari kebenaran dan mengajarkan/mencontohkan (kemaksiatan) itu kepada orang lain. Kepala mereka seperti punuk onta. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapat wewangi surga. Sungguh wangi surga itu tercium dari perjalanan sekian dan sekian.”[1]

 

Begitu pula bagi mereka yang menstimulus pandangan laki-laki dengan cara membuat tato, menyambung rambut, bersolek dan merenggang gigi akan mendapat laknat dari Rasulullah shallallahhu ‘alahi wasallam. Bahkan Abdullah Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhuma tidak akan menggauli istrinya jika sang istri melakukan hal tesebut.

Abdullah bin Mas’ud berkata:

 

«لعن الله الواشمات والموتشمات، والمتنمصات والمتفلجات، للحسن المغيرات خلق الله»

 

“Allah melaknat wanita yang membuat dan minta dibuatkan tato, wanita yang meminta bulu-bulu wajahnya dicabut dan wanita yang berhias dengan cara merenggangkan gigi-giginya untuk kecantikan yang mengubah ciptaan Allah.”[2]

Abdullah bin Mas’ud juga berkata:

 

لو كانت كذلك ما جامعتها

 

“Seandainya istriku melakukannya, tidak akan kugauli.”[3]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

 

«لعن الله الواصلة والمستوصلة، والواشمة والمستوشمة»

“Allah melaknat wanita yang menyambung dan minta disambungkan rambutnya. Allah juga melaknat wanita yang membuat dan minta dibuatkan tato.”[4]

 

Begitu pula bagi mereka yang menstimulus pendengaran laki-laki dengan cara menyanyi, memainkan alat musik dan berjoget, Allah menyiapkan azab di dunia berumpa gempa/goncangan bumi.

 

عن أنس بن مالك رضي الله عنه، قال: دخلت على عائشة رضي الله عنها ورجل معها، فقال الرجل: يا أم المؤمنين حدثينا حديثا عن الزلزلة، فأعرضت عنه بوجهها، قال أنس: فقلت لها: حدثينا يا أم المؤمنين عن الزلزلة، فقالت: «يا أنس إن حدثتك عنها عشت حزينا، وبعثت حين تبعث وذلك الحزن في قلبك» فقلت: يا أماه حدثينا، فقالت: ” إن المرأة إذا خلعت ثيابها في غير بيت زوجها هتكت ما بينها وبين الله عز وجل من حجاب، وإن تطيبت لغير زوجها كان عليها نارا وشنارا، فإذا استحلوا الزنا وشربوا الخمور بعد هذا وضربوا المعازف غار الله في سمائه، فقال للأرض: تزلزلي بهم، فإن تابوا ونزعوا وإلا هدمها عليهم …”«هذا حديث صحيح على شرط مسلم، ولم يخرجاه»

 

 

“Anas bin Malik bertutur:

 

Aku menemui Aisyah dan ada orang bersama beliau. Orang tersebut bekata kepada Aisyah: “wahai ibunda orang beriman, kabarkanlah kepada kami tentang Al-zalzalah (goncangan),” tetapi Aisyah memalingkan mukanya. Kukatakan kepada beliau: “tuturkanlah kami tentang Al-zalzalah (goncangan) wahai ibunda kaum beriman.”

 

Aisyah menjawab: “wahai Anas, sekiranya kututurkan kepadamu tentang Al-zalzalah (goncangan) maka engkau akan hidup dalam keadaan sedih dan kesedihan itu akan tetap bersarang di hatimu ketika engkau dibangkitkan.”

 

Aku (Anas –ed) katakan: “wahai ibu, tuturkanlah.”

 

 

Aisyah menajwab:

 

“(1) ketika wanita melepaskan pakaiannya di rumah bukan milik suaminya maka ia telah merobek hijab (tirai) antara dia dengan Allah,

(2) jika ia memakai parfum bukan untuk suaminya maka di atasnya ada api dan aib,

(3) jika mereka menghalalkan zina dan setelah itu meminum khamr,

(4) dan memukul/memainkan alat musik maka Allah cemburu di langit-Nya lalu berfirman kepada bumi: “Bergoncanglah kepada mereka.”

 

 

(Aisyah melanjutkan) jika mereka tidak bertaubat dan menyesal maka goncangan bumi akan menghancurkan mereka.”[5]

 

Tak hanya itu, ketika mereka begitu berani untuk bersenandung dalam nyanyian dan alat musik maka Allah juga menyiapkan adzab-Nya berupa pembenaman tempat tinggal.

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ليكون في هذه الأمة خسف ومسخ وقدح وذلك إذا شربوا الخمور والتخذوا القينات وضربوا بالمعازف

“Benar-benar akan terjadi pada umat ini pembenaman tempat tinggal, fitnah dan pengubahan rupa. Itu akan terjadi jika mereka menenggak khamr, mengangkat biduanita (penyanyi wanita) dan memukul/memainkan alat musik.”[6]

 

Bagi mereka yang menstimulus indera penciuman dengan cara menggunakan wewangian di luar rumah maka Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam menyamakan dan menyebut mereka sebagai wanita pezina. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

كل عين زانية والمرأة استعطرت فمرت بالمجلس فهي كذا وكذا يعني زانية

“setiap mata bisa berzina. Sekiranya wanita memakai parfum dan lewat di sebuah majelis (yang terdiri dari lak-laki) maka dia begini dan begini. Yakni dia wanita pezina.”[7]

Apakah hanya itu? Tidak, Allah tidak menerima shalat wanita di masjid yang memakai parfum.

Abu Hurairah mengisahkan bahwa seorang wanita lewat di hadapannya dan wewanginya tercium. Kemudian Abu hurairah berkata kepada wanita tersebut: “Mau kemana engkau wahai budak yang sombong?”. Wanita itu menjawab: “Ke masjid”

 

 

Abu Hurairah berkata: “Engkau memakai minyak wangi ke masjid?”

 

 

Wanita menjawab: “Iya”

 

 

Abu Hurairah kemudian berkata: “Kembalilah ke rumah dan mandilah.” Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

 

لايقبل الله صلاة امرأة خرجت إلى المسجد ورويحها تعصف حتى ترجع فتغسل

 

“Allah tidak menerima shalat seorang wanita yang keluar menuju masjid keluar menuju masjid dan wanginya semerbak sebelum dia kembali dan mandi terlebih dahulu.”[8]

Demikianlah siksa dan ancaman bagi para wanita yang menyalahgunakan kelebihan mereka dalam menstimulus tiga indera pada laki-laki: penglihatan, pendengaran dan penciuman. Dan semua siksa diatas, pada catatan ini, kami arahkan kepada SPG dan penyanyi wanita beserta wanita-wanita lain yang mengikuti jejak mereka baik secara sadar atau tidak.

 

III.                KADO UNTUK PASUTRI

“Pikatlah suamimu dengan seribu bahasa. Karena baginya seluruh tubuhmu bisa bicara.”

Demikian potongan kalimat yang dijadikan kalimat terakhir dalam sebuah sub bab oleh penulis Nashir Asy-Syafi’i dalam salah satu bukunya yang berjudul Bunga-bunga Istri Tercinta. Ups. Kami akan melanjutkan bagian ini dalam catatan “Serial Taman Pasutri”. Insya Allah.

 

 

IV.                KUPOTRET NYANYIAN BIDADARI

Kembali kami pertegas bahwa pemenuhan stimulus indera penglihatan, pendengaran dan penciuman adalah racikan spesial yang mampu menyihir dahsyat dan menggoda seorang laki-laki.

Perlu dipahami jika SPG dan penyanyi wanita mampu menyihir laki-laki dalam kemaksiatan dengan stimulus tiga alat indera yang kami sebutkan maka begitu pula bidadari bermata jeli. Dan pada poin ini, kami akan memotret stimulus pemenuhan kebutuhan tiga alat indera dari bidadari surga dan lebih fokus lagi tentang nyanyiannya yang menawan hati.

Di surga, Allah menyiapkan segala kenikmatan yang tak akan tertandingi selamanya. Semua kenikmatan tersebut adalah pemenuhan kebutuhan semua alat indera baik lahir maupun batin.

Untuk mentimulus penglihatan, Allah menyiapkan surga dengan segala keindahan yang kekal nan abadi

يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِصِحَافٍ مِنْ ذَهَبٍ وَأَكْوَابٍ وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الأنْفُسُ وَتَلَذُّ الأعْيُنُ وَأَنْتُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya.”[9]

Salah satu keindahan yang dilihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika memasuki Surga saat mi’raj adalah tenda-tenda mutiara dan tanah surga yang terbuat dari kesturi. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bertutur:

ثم انطلق بي جبريل حتى نأتي سدرة المنتهى فغشيها ألوان لا أدري ما هيز قال: ثم أدخلت الجنة، فإذا فيها جنابذ اللؤلؤ، وإذا ترابها المسك

“Kemuidan jibril mengajakku terus berjalan hingga kami mendatangi Sidratul Muntaha yang diselimuti warna-warna dan aku tidak tahu warna apa itu. Kemudian aku dimasukkan ke surga. Di dalamnya banyak tenda dan kubah dari mutiara. Tanahnya dari kesturi.”[10]

Ibnu shayyad bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai tanah Surga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab:

 

«درمكة بيضاء مسك خالص»

 

“Tanahnya seperti tepung yang sangat putih, kesturi yang sangat murni..”[11]

Bagaimana dengan bidadarinya yang menjadi obyek pembicaraan kita?

Sekiranya Allah menciptalkan wanita dunia dengan segala kecantikan dan keindahannya maka lebih dari itu Allah menciptakan bidadari dengan segala puncak kecantikan nan jelita parasnya. Jika bidadari itu muncul ke bumi maka terang-benderanglah bumi dan langit. Kerudung yang terbalut di atas kepalanya pun lebih baik dari dunia dan segala isinya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengisahkan:

 

ولو أن امرأة من أهل الجنة اطلعت إلى أهل الأرض لأضاءت ما بينهما، ولملأته ريحا، ولنصيفها على رأسها خير من

الدنيا وما فيها

 

 

“Sekiranya seorang wanita surga muncul diantara penduduk bumi maka ia akan menerangi apa-apa yang ada dintara langit dan bumi. Parfumnya juga kan tertebar diantara langit dan bumi pula. Kerudung yang ada di atas kepalanya lebih baik dari dunia dan isinya.”[12]

Keindahan hebat apakah ini? Bukankah melewati batas khayalan? Sinar apakah ini yang menerangi penjuru langit dan bumi pertiwi? Subhanallah. Pena dan hati kami bergetar.

Gelang-gelang mereka adalah emas dan mutiara. Pakaian mereka adalah sutera. Allah berfirman:

يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ

“Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera.”[13]

Allah telah menyebut mereka sebagai wanita yang jelita dan menawan, putih bersih dan dipingit dalam tenda/rumah. Allah berfirman:

حُورٌ مَقْصُورَاتٌ فِي الْخِيَامِ

“(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah.[14]

Kedua betisnya putih nan bening. Sumsumnya benar-benar terlihat dari luar meski ditutupi tujuh pakaian dari sutera.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertutur:

إن المرأة من اهل الجنة ليرى بياض ساقيها ومخها من سبع حلل من الحرير, وذلك بان الله عز وجل يقول: [كأنهن اليقوت والمرجانا] [الرحمن: 58] قال فأما اليقوت فإنه حجر لو أدخلت فيه سلكا ثم استصفيته لرأيته من ورائه.

“Sesungguhnya seorang wanita penduduk surga, warna putih kedua betis dan sumsumnya benar-benar terlihat meski tertutupi tujuh pakaian dari sutera. Demikian itu karena Allah berfirman: “Seakan-akan bidadari itu permata ya’kut dan marjan.” (QS Ar-rahman: 58). Kemudian Rasulullah bersabda kembali: “Ya’kut adalah batu permata. Jika engkau memasukkan kawat kecil ke dalamya kemudian engkau melihatnya mala engkau akan melihat kawat kecil itu dari baliknya.””[15]

Masya Allah. Semua itu menstimulus penglihatan.

 

Bagaimana dengan parfum bidadari yang menstimulus indera penciuman?

Aroma surga akan selalu tertebar mewangi ke segala penjurunya bahkan tercim dari jarak lima ratus tahun atau tujuh puluh musim gugur.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda ketika mengungapkan bahwa orang yang membunuh kafir mu’ahhad tidak akan mencium aroma surga:

وإن ريحها ليوجد من مسيرة سبعين خريفا

“Sesungguhnya aroma surga tercium dari jarak tujuh puluh musim gugur.”[16]

Beliau juga bersabda ketika menjelaskan bahwa wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang tidak akan masuk surga dan mencium aromanya:

وريحها يوجد من مسيرة خمسمأة سنة

“Sesungguhnya aroma surga tercium dari jarak lima ratus tahun.”[17]

Adapun aroma bidadari telah disebutkan dalam hadits sebelumnya, yaitu:

 

ولو أن امرأة من أهل الجنة اطلعت إلى أهل الأرض لأضاءت ما بينهما، ولملأته ريحا، ولنصيفها على رأسها خير من الدنيا وما فيها

 

“sekiranya seorang wanita surga muncul diantara penduduk bumi maka ia akan menerangi apa-apa yang ada dintara langit dan bumi. Parfumnya juga kan tertebar diantara langit dan bumi pula. Kerudung yang ada di atas kepalanya lebih baik dari dunia dan isinya.”[18]

Pada stimulus indera penciuman ini, terkomposisikan dua aroma yaitu aroma surga dan aroma sang bidadari jelita. Harumnya tentulah tiada tara yang menyejukkan hati dan memenuhi rongga dada dan paru-paru.

 

Bagaimana dengan stimulus indera pendengaran?

Kata atau kalimat yang terangkai dengan baik dan sopan akan terdengar manis di telinga orang yang mendengarnya. Betapa keruhnya hati ketika mendengar kata-kata yang kasar dan menusuk perasaan apalagi disertai dengan akhlak yang buruk.

Di surga, salah satu hal yang menghangatkan telinga adalah sambutan hangat dan ucapan selamat dari para malaikat. Ini adalah suasana penuh kemuliaan dan kebahagiaan layaknya seorang raja yang mendapat sambutan dari dayang-dayang dan bawahannya.

Allah berfirman:

أُولَئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلامًا

”…Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam Surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya..”[19]

وَالْمَلائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِمْ مِنْ كُلِّ بَابٍ سَلامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدارِ

”…sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shabartum”. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu..”[20]

وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ

”…dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu maka masukilah Surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya..”[21]

Tak hanya kalimat-kalimat yang syahdu terdengar namun nyanyian-nyanyian yang menghidupkan hati akan terdengar di Surga dan itu akan tersenandung dari lisan para bidadari. Disinilah kupotret nyanyian bidadari itu.

Mereka akan mengeluarkan suara yang indah, lembut, merdu dan amat menyihir lagi menggoda. Dan ketahuilah bahwa nyanyian-nyanyian mereka adalah bagian dari keabadian surga.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إن أزواج أهل الجنة ليغنين أزجهن بأحسن أصوات ما سمعها أحد قة وإن مما يغنين: نحن الخيرات الحسان أزواج كوم كرام ينظرن بقرة أعين. وإن مما يغنين: نحن الخالدات فلا يمتن ونخن الامنات فلا يخفن نحن المقيمات فلا نظعن

“Sesungguhnya istri para penduduk surga akan bernyanyi untuk suami-suami mereka dengan suara yang paling merdu dan belum pernah terdengar sebelumnya oleh seorang pun. Diantara yang mereka nyanyikan adalah: ‘kami adalah wanita-wanita cantik jelita, istri kaum yang mulia, dan melihat mereka dengan pandangan menyejukkan.’ Diantara yang mereka nyanyikan juga: ‘kami adalah wanita yang kekal abadi dan tak akan mati. Kami adalah wanita yang selalu merasa aman dan tidak akan pernah atkut. Dan kami adalah wanita yang selalu menetap, tidak pernah keluar.’”[22]

Sebagai tambahan dari nyanyian bidadari itu, ada sebuah hadits yang menunjukkan  bahwa orang-orang yang beriman juga akan menikmati suara-suara yang indah dan muncul dari setiap penjuru surga dengan kekuasaan Allah. Menariknya, suara itu adalah suara jatuhnya daun-daun yang terhembus angin. Subhanallah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إن في الجنة سجرة من ذهب وفروعها من زبرجد ولؤلؤ فتهب لها ريح فتصفق فما سمع السامعون بصوت شيء قط ألذ منه

“Sesungguhnya di dalam surga ada pohon yang terbuat dati emas. Cabang-cabangnya terbuat dari batu hijau dan mutiara. Angin menghembusinya dan daunnya pun berguguran. Tidaklah para penghuni surga mendengar suara yang lebih indah darinya.”[23]

 

Begitu sempurna kenikmatan terhadap bidadari dengan menatapnya, mencium aromanya dan mendengar nyanyiannya. Dan lebih dari itu, penduduk surga akan “menikmati” keperawanan bidadari seperti menikmati istri mereka di dunia.

Kami tutup catatan ini dengan ungkapan Abdullah bin Abbas tentang firman Allah “Sesungguhnya penghuni Surga pada hari itu bersenang-senagn dalam kesibukan (mereka).” (QS Yasin: 55).

Abdullah bin Abbas berkata:

شغلو بافتضاض الأبكر وسماع الأوتار عن أهاليهم من أهل النار لا يذكرونهم لئلا يتنغصوا

 

“Mereka (penduduk surga) sibuk merobek selaput dara para gadis (menyetubuhi). Mereka pula mendengar suara dawai sehingga lupa dengan keluarganya dari penduduk neraka. Mereka tidak mengingat keluarganya agar kesenangan mereka tak keruh (fokus).”[24]

Sekiranya episode kehidupan SPG dan penyanyi wanita menyebabkan siksa bagi mereka dan orang-orang yang menikmati mereka maka peragaan bidadari bermata jeli dan stimulusnya adalah hadiah di Surga. Ah, saat ini, biarlah bidadari bumi cemburu.

 

***

 

 

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

 

 

Abdullah Akiera Van As-samawiy

 

Kota Ampenan Lombok, Sore 25 Dzulhijjah 1432 H/ 21 Nopember 2011 M

 

 

________

End Notes:

 

[1] HR Muslim no. 2128, juz 3 hal 160, Asy-Syamilah.

[2] HR Bukhari no. 4886 juz 6 hal 147,  Asy-Syamilah

[3] Ibid

[4] HR Bukhari no. 5933 juz 7 hal 165, Asy-Syamilah

[5] Al-Hakim berkata: Hadits ini shahih berdasarkan kriteria Muslim tapi Al-Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya. Lihat Al-Mustadrak ‘Ala Shahihain Lilhakim no. 8575 juz 4 hal 561,  Asy-Syamilah.

[6] Hadits shahih diriwayatkan oleh Ibnu Abid Dunya dalam Dzammul Malaahi dari Anas radhiyallahu ‘anhu. Shahihul Jami’ no 5467. Kami kutip dari mukaddimah kitab Tadzkiir Dzawil Qulub oleh syaikh Shabri Salamah Syahin.

[7] HR Muslim juz 1 hal 328; Sunan Tirmidzi jilid 5 hal 106 dan lafadz ini dalam sunannya; Abu Daud jili 4 hal 400: Ibnu Khuzaimah jilid 3 hal 91; Nasa’i jilid 8 hal 103.

[8] Musnad Ahmad jilid 13 hal 82; Shahih Ibnu Khuzaimah jilid 3 hal 92; Sunan Abu Daud jilid 4 hal 401; Ibnu Majah jilid 2 hal 1326; dan al-Mushannaf jilid 4 hal 371.

[9] QS az-Zukhruf: 71

[10] HR Muslim no 163 hal. 148 juz 1, Asy-Syamilah

[11] HR Muslim no 2928 hal 2243 juz 4, Asy-Syamilah

[12] HR Bukhari no 2796 hal 17 juz 4, Asy-Syamilah

[13] QS al-Hajj: 23

[14] QS Ar-Rahman: 72

[15] HR at-Tirmidzi dan Ibnu Hibban, disebutkan oleh As-syuyuthi dalam Jami’ Ash-Shagir 6/148. Kami kutip dari Jinaan Al-Khuld Na ‘Iimuha Wa Qushuuruha Wa Huuruha. (edisi terjemahan) oleh Syaikh Mahir Ahmad, penebit Sukses Publishing, hal. 448. Lihat catatan kaki no 1 di halaman tersebut.

[16] HR Abu Daud, At-Tirmidzi no 1464 dan ini adalah lafadz Tirmidzi. Kami kutip dari Jinaan Al-Khuld Na ‘Iimuha Wa Qushuuruha Wa Huuruha. (edisi terjemahan) oleh Syaikh Mahir Ahmad, penebit Sukses Publishing, hal. 448. Lihat catatan kaki no 3 di halaman 318.

[17] HR Imam Malik dalam Al-Muwaththa’ no 1661. Lihat Ibid hal. 319.

[18] HR bukhari no 2796 hal 17 juz 4, Asy-Syamilah

[19] QS. Al-Furqan: 75

[20] QS. Ar-Ra’d: 23-24

[21] Qs. Az-Zumar: 73.

[22] Diriwayatkan dalam Zawaid Az-Zuhud karya Ibnul Mubarak, dan al-Kasyif karya adz-Dzahabi. Shahih Al-Jami’ Ash-Shagir 2/48 no 1557. Syaikh Nashir berkata: “Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Ausath, Abu Nu’aim dan Adh-Dhiya’ dalam Sifat Al-Jannah. Kami kutip dari Jinaan Al-Khuld Na ‘Iimuha Wa Qushuuruha Wa Huuruha. (edisi terjemahan) oleh Syaikh Mahir Ahmad, penebit Sukses Publishing, hal. 482 catatan kaki no 1.

[23] HR al-Baihaqi dalam Al-Ba’tsu Wa An-Nusyur, hal 379. Kami kutip dari Jinaan Al-Khuld Na ‘Iimuha Wa Qushuuruha Wa Huuruha. (edisi terjemahan) oleh Syaikh Mahir Ahmad, penebit Sukses Publishing, hal. 483 catatan kaki nomor 1.

[24] Kami kutip dari Jinaan Al-Khuld Na ‘Iimuha Wa Qushuuruha Wa Huuruha. (edisi terjemahan) oleh Syaikh Mahir Ahmad, penebit Sukses Publishing, hal. 371

One response to this post.

  1. Posted by Ummu firdaus on January 7, 2012 at 7:35 pm

    Cemburu berat…!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s