<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>.::Taman Hidayah::.</title>
	<atom:link href="http://bloghidayah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bloghidayah.wordpress.com</link>
	<description>Kisah-Kisah Bertabur Hikmah</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Feb 2012 02:21:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='bloghidayah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/2dd2d3144446d1c299c7bce734e5c0b2?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>.::Taman Hidayah::.</title>
		<link>http://bloghidayah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bloghidayah.wordpress.com/osd.xml" title=".::Taman Hidayah::." />
	<atom:link rel='hub' href='http://bloghidayah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>“Bi, Kalau Ummi Meninggal, Apa Abi Akan Mendoakan Ummi?”</title>
		<link>http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/22/bi-kalau-ummi-meninggal-apa-abi-akan-mendoakan-ummi/</link>
		<comments>http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/22/bi-kalau-ummi-meninggal-apa-abi-akan-mendoakan-ummi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 03:05:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>.:: Taman Hidayah ::.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloghidayah.wordpress.com/?p=1129</guid>
		<description><![CDATA[Usia istri Yaqin masih sangat muda, sekitar 19 tahun. Sedangkan usia Yaqin waktu itu sekitar 23 tahun. Tetapi mereka sudah berkomitmen untuk menikah. Istrinya Yaqin cantik, putih, murah senyum dan tutur katanya halus. Tetapi kecantikannya tertutup sangat rapi. Dia juga &#8230; <a href="http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/22/bi-kalau-ummi-meninggal-apa-abi-akan-mendoakan-ummi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloghidayah.wordpress.com&amp;blog=15819930&amp;post=1129&amp;subd=bloghidayah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;">Usia istri Yaqin masih sangat muda, sekitar 19 tahun. Sedangkan usia Yaqin waktu itu sekitar 23 tahun. Tetapi mereka sudah berkomitmen untuk menikah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;">Istrinya Yaqin cantik, putih, murah senyum dan tutur katanya halus. Tetapi kecantikannya tertutup sangat rapi. Dia juga hafal Al-Qur’an di usia yang relatif sangat muda , Subhanallah…</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;">Sejak awal menikah, ketika memasuki bulan kedelapan di usia pernikahan mereka, istrinya sering muntah-muntah dan pusing silih berganti… Awalnya mereka mengira “morning sickness” karena waktu itu istrinya hamil muda.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;">Akan tetapi, selama hamil bahkan setelah melahirkanpun istrinya masih sering pusing dan muntah-muntah. Ternyata itu akibat dari penyakit ginjal yang dideritanya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;">Satu bulan terakhir ini, ternyata penyakit yang diderita istrinya semakin parah..</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;">Yaqin bilang, kalau istrinya harus menjalani rawat inap akibat sakit yang dideritanya. Dia juga menyampaikan bahwa kondisi istrinya semakin kurus, bahkan berat badannya hanya 27 KG. Karena harus cuci darah setiap 2 hari sekali dengan biaya jutaan rupiah untuk sekali cuci darah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;"><span id="more-1129"></span>Namun Yaqin tak peduli berapapun biayanya, yang terpenting istrinya bisa sembuh.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;">Pertengahan bulan Ramadhan, mereka masih di rumah sakit. Karena, selain penyakit ginjal, istrinya juga mengidap kolesterol. Setelah kolesterolnya diobati, Alhamdulillah sembuh. Namun, penyakit lain muncul yaitu jantung. Diobati lagi, sembuh… Ternyata ada masalah dengan paru-parunya. Diobati lagi, Alhamdulillah sembuh.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;">Suatu ketika , Istrinya sempat merasakan ada yang aneh dengan matanya. “Bi, ada apa dengan pandangan Ummi?? Ummi tidak dapat melihat dengan jelas.” Mereka memang saling memanggil dengan “Ummy” dan ” Abi” . sebagai panggilan mesra. “kenapa Mi ?” Yaqin agak panik “Semua terlihat kabur.” Dalam waktu yang hampir bersamaan, darah tinggi juga menghampiri dirinya… Subhanallah, sungguh dia sangat sabar walau banyak penyakit dideritanya…</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;">Selang beberapa hari, Alhamdulillah istri Yaqin sudah membaik dan diperbolehkan pulang.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;">Memasuki akhir Ramadhan, tiba-tiba saja istrinya merasakan sakit yang luar biasa di bagian perutnya, sangat sakiiit. Sampai-sampai dia tidak kuat lagi untuk melangkah dan hanya tergeletak di paving depan rumahnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;">“Bi, tolong antarkan Ummi ke rumah sakit ya..” pintanya sambil memegang perutnya…</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;">Yaqin mengeluh karena ada tugas kantor yang harus diserahkan esok harinya sesuai deadline. Akhirnya Yaqin mengalah. Tidak tega rasanya melihat penderitaan yang dialami istrinya selama ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;">Sampai di rumah sakit, ternyata dokter mengharuskan untuk rawat inap lagi. Tanpa pikir panjang Yaqin langsung mengiyakan permintaan dokter.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;">“Bi, Ummi ingin sekali baca Al-Qur’an, tapi penglihatan Ummi masih kabur. Ummi takut hafalan Ummi hilang.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;">“Orang sakit itu berat penderitaannya Bi. Disamping menahan sakit, dia juga akan selalu digoda oleh syaitan. Syaitan akan berusaha sekuat tenaga agar orang yang sakit melupakan Allah. Makanya Ummi ingin sekali baca Al-Qur’an agar selalu ingat Allah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;">Yaqin menginstal ayat-ayat Al-Qur’an ke dalam sebuah handphone. Dia terharu melihat istrinya senang dan bisa mengulang hafalannya lagi, bahkan sampai tertidur. Dan itu dilakukan setiap hari.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;">“Bi, tadi malam Ummi mimpi. Ummi duduk disebuah telaga, lalu ada yang memberi Ummi minum. Rasanya enaaak sekali, dan tak pernah Ummi rasakan minuman seenak itu. Sampai sekarangpun, nikmatnya minuman itu masih Ummi rasakan”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;">“Itu tandanya Ummi akan segera sembuh.” Yaqin menghibur dirinya sendiri, karena terus terang dia sangat takut kehilangan istri yang sangat dicintainya itu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;">Yaqin mencoba menghibur istrinya. “Mi… Ummi mau tak belikan baju baru ya?? Mau tak belikan dua atau tiga?? Buat dipakai lebaran.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;">“Nggak usah, Bi. Ummi nggak ikut lebaran kok” jawabnya singkat. Yaqin mengira istrinya marah karena sudah hampir lebaran kok baru nawarin baju sekarang.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;">“Mi, maaf. Bukannya Abi nggak mau belikan baju. Tapi Ummi tahu sendiri kan, dari kemarin-kemarin Abi sibuk merawat Ummi.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;">“Ummi nggak marah kok, Bi. Cuma Ummi nggak ikut lebaran. Nggak apa-apa kok Bi.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;">”Oh iya Mi, Abi beli obat untuk Ummi dulu ya…??” Setelah cukup lama dalam antrian yang lumayan panjang, tiba-tiba dia ingin menjenguk istrinya yang terbaring sendirian. Langsung dia menuju ruangan istrinya tanpa menghiraukan obat yang sudah dibelinya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;">Tapi betapa terkejutnya dia ketika kembali . Banyak perawat dan dokter yang mengelilingi istrinya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;">“Ada apa dengan istriku??.” tanyanya setengah membentak. “Ini pak, infusnya tidak bisa masuk meskipun sudah saya coba berkali-kali.” jawab perawat yang mengurusnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;">Akhirnya, tidak ada cara lain selain memasukkan infus lewat salah satu kakinya. Alat bantu pernafasanpun langsung dipasang di mulutnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;">Setelah perawat-perawat itu pergi, Yaqin melihat air mata mengalir dari mata istrinya yang terbaring lemah tak berdaya, tanpa terdengar satu patah katapun dari bibirnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;">“Bi, kalau Ummi meninggal, apa Abi akan mendoakan Ummi?” “Pasti Mi… Pasti Abi mendoakan yang terbaik untuk Ummi.” Hatinya seakan berkecamuk. “Doanya yang banyak ya Bi” “Pasti Ummi” “Jaga dan rawat anak kita dengan baik.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;">Tiba-tiba tubuh istrinya mulai lemah, semakin lama semakin lemah. Yaqin membisikkan sesuatu di telinganya, membimbing istrinya menyebut nama Allah. Lalu dia lihat kaki istrinya bergerak lemah, lalu berhenti. Lalu perut istrinya bergerak, lalu berhenti. Kemudian dadanya bergerak, lalu berhenti. Lehernya bergerak, lalu berhenti. Kemudian matanya…. Dia peluk tubuh istrinya, dia mencoba untuk tetap tegar. Tapi beberapa menit kemudian air matanya tak mampu ia bendung lagi…</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;">Setelah itu, Yaqin langsung menyerahkan semua urusan jenazah istrinya ke perawat. Karena dia sibuk mengurus administrasi dan ambulan. Waktu itu dia hanya sendiri, kedua orang tuanya pulang karena sudah beberapa hari meninggalkan cucunya di rumah. Setelah semuanya selesai, dia kembali ke kamar menemui perawat yang mengurus jenazah istrinya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;">“Pak, ini jenazah baik.” kata perawat itu. Dengan penasaran dia balik bertanya. “Dari mana ibu tahu???” “Tadi kami semua bingung siapa yang memakai minyak wangi di ruangan ini?? Setelah kami cari-cari ternyata bau wangi itu berasal dari jenazah istri bapak ini.” “Subhanalloh…”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;">Tahukah sahabatku,… Apa yang dialami oleh istri Yaqin saat itu? Tahukah sahabatku, dengan siapa ia berhadapan? Kejadian ini mengingatkan pada suatu hadits</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;">“Sesungguhnya bila seorang yang beriman hendak meninggal dunia dan memasuki kehidupan akhirat, ia didatangi oleh segerombol malaikat dari langit. Wajah mereka putih bercahaya bak matahari. Mereka membawa kain kafan dan wewangian dari surga. Selanjutnya mereka akan duduk sejauh mata memandang dari orang tersebut. Pada saat itulah Malaikat Maut ‘alaihissalam menghampirinya dan duduk didekat kepalanya. Setibanya Malaikat Maut, ia segera berkata: “Wahai jiwa yang baik, bergegas keluarlah dari ragamu menuju kepada ampunan dan keridhaan Allah”. Segera ruh orang mukmin itu keluar dengan begitu mudah dengan mengalir bagaikan air yang mengalir dari mulut guci. Begitu ruhnya telah keluar, segera Malaikat maut menyambutnya. Dan bila ruhnya telah berada di tangan Malaikat Maut, para malaikat yang telah terlebih dahulu duduk sejauh mata memandang tidak membiarkanya sekejappun berada di tangan Malaikat Maut. Para malaikat segera mengambil ruh orang mukmin itu dan membungkusnya dengan kain kafan dan wewangian yang telah mereka bawa dari surga. Dari wewangian ini akan tercium semerbak bau harum, bagaikan bau minyak misik yang paling harum yang belum pernah ada di dunia. Selanjutnya para malaikat akan membawa ruhnya itu naik ke langit. Tidaklah para malaikat itu melintasi segerombolan malaikat lainnya, melainkan mereka akan bertanya: “Ruh siapakah ini, begitu harum.” Malaikat pembawa ruh itupun menjawab: Ini adalah arwah Fulan bin Fulan (disebut dengan namanya yang terbaik yang dahulu semasa hidup di dunia ia pernah dipanggil dengannya).” (HR Imam Ahmad, dan Ibnu Majah)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:medium;">“Sungguh sangat singkat kebersamaan kami di dunia ini , akan tetapi sangat banyak bekal yang dia bawa pulang. Biarlah dia bahagia di sana” Air matapun tak terasa mengalir deras dari pipi Yaqin.</p>
<p></span><span style="font-size:medium;">Oleh: Ummu Farah (Siti Fauziah Fauzi)<br />
Renungan N Kisah Inspiratif</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bloghidayah.wordpress.com/1129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bloghidayah.wordpress.com/1129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bloghidayah.wordpress.com/1129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bloghidayah.wordpress.com/1129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bloghidayah.wordpress.com/1129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bloghidayah.wordpress.com/1129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bloghidayah.wordpress.com/1129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bloghidayah.wordpress.com/1129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bloghidayah.wordpress.com/1129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bloghidayah.wordpress.com/1129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bloghidayah.wordpress.com/1129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bloghidayah.wordpress.com/1129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bloghidayah.wordpress.com/1129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bloghidayah.wordpress.com/1129/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloghidayah.wordpress.com&amp;blog=15819930&amp;post=1129&amp;subd=bloghidayah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/22/bi-kalau-ummi-meninggal-apa-abi-akan-mendoakan-ummi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc522d4c610307e9ea4bbbfc90d99135?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">biltzkrieght</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Inilah Akibat Memperlakukan Seorang Ibu Sebagai Pembantu Bagi Dirinya</title>
		<link>http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/20/inilah-akibat-memperlakukan-seorang-ibu-sebagai-pembantu-bagi-dirinya/</link>
		<comments>http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/20/inilah-akibat-memperlakukan-seorang-ibu-sebagai-pembantu-bagi-dirinya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 03:14:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>.:: Taman Hidayah ::.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloghidayah.wordpress.com/?p=1125</guid>
		<description><![CDATA[Seorang anak berlaku kasar kepada ibunya. Dia tidak hanya suka teriak-teriak di wajahnya, akan tetapi suka mencaci dan memakinya. Ibunya yang telah tua, seringkali berdoa kepada Allah ta’ala agar Allah meringankan kekerasan dan kekejaman anaknya. Dia menjadikan ibunya sebagai pembantu &#8230; <a href="http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/20/inilah-akibat-memperlakukan-seorang-ibu-sebagai-pembantu-bagi-dirinya/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloghidayah.wordpress.com&amp;blog=15819930&amp;post=1125&amp;subd=bloghidayah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Seorang anak berlaku kasar kepada ibunya. Dia tidak hanya suka teriak-teriak di wajahnya, akan tetapi suka mencaci dan memakinya. Ibunya yang telah tua, seringkali berdoa kepada Allah ta’ala agar Allah meringankan kekerasan dan kekejaman anaknya. Dia menjadikan ibunya sebagai pembantu yang membantu dan mengurusi segala kebutuhannya, sedangkan ibunya sendiri tidak membutuhkan pengurusan dan bantuannya. Betapa sering air matanya mengalir di kedua pipinya, berdoa kepada Allah ta’ala agar memperbaiki belahan hatinya dan memberikan hidayah kepada hatinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada suatu hari dia menemui ibunya dengan raut wajah kejahatan yang terlihat dari kedua matanya. Dia berteriak-teriak di wajah ibunya, “Apakah ibu belum menyiapkan makanan juga?” Dengan segera ibunya mempersiapkan dan menghidangkan makanan untuknya. Akan tetapi tatkala dia melihat makanan yang tidak dia suka, maka dia melemparnya ke tanah.</p>
<p style="text-align:justify;">Dia marah dan berucap, “Sungguh, aku kena musibah dengan wanita yang sudah tua renta, aku tidak tahu, kapan aku bisa berlepas diri darinya.” Ibunya menangis seraya berkata, “Wahai anakku, takutlah kamu kepada Allah terhadapku. Tidakkah kamu takut kepada Allah? Tidakkah kamu takut akan murka dan kemarahanNya?” Karena mendengar kata-kata ibunya, maka kemarahannya pun memuncak, dia memegang baju ibunya dan mengangkatnya. Dia mengguncang-guncang ibunya dengan kuat seraya menghardik, “Dengar, aku tidak mau dinasihati. Bukan aku yang mesti dibilang harus bertakwa kepada Allah.”</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1125"></span>Lalu dia melempar ibunya. Ibunya jatuh tersungkur. Tangisnya bercampur dengan tawa anaknya yang penuh dengan kepongahan seraya mengatakan, “Ibu pasti akan mendoakan kecelakaan bagiku. Ibu mengira Allah akan mengabulkannya.” Kemudian dia keluar rumah sambil mengolok-olok ibunya. Sementara sang ibu, dia berlinangan air mata kesedihan, menangis siang dan malam tiada henti.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun anaknya, dia lalu menaiki mobilnya. Bergembira dan bersuka cita sambil mendengarkan musik. Dia kencangkan volume tapenya. Dia lupa akan apa yang telah dia perbuat terhadap ibunya yang malang. Dia meninggalkan ibunya dalam keadaan bersedih hati sendirian, hatinya menelan rasa sakit, mengalami kesedihan yang sangat mendalam.</p>
<p style="text-align:justify;">Dia punya acara ke luar kota. Tatkala mobilnya melaju di jalan raya dengan kecepatan membabi buta, tiba-tiba ada seekor unta berada di tengah jalan. Dia terguncang dan kehilangan keseimbangan. Dia mencoba untuk menguasai keadaan, akan tetapi tidak ada jalan keluar dari takdir. Dalam kecelakaan itu, ada potongan besi mobil yang masuk ke dalam perutnya, akan tetapi dia tidak langsung tewas. Allah ta’ala menangguhkan kematiannya. Dia berpindah dari operasi satu ke operasi yang lain, hingga akhirnya terbaring di tempat tidur, tidak bisa bergerak sama sekali. (Aqibah Uquq al-Walidain, hal. 69-71.)</p>
<p>Sumber: “Sungguh Merugi Siapa yang Mendapati Orang Tuanya Masih Hidup Tapi Tidak Meraih Surga”, Ghalib bin Sulaiman bin Su’ud al-Harbi, Pustaka Darul Haq Jakarta.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000952500670" target="_blank"><img class="aligncenter" title="buku" src="http://www.bukutentangislam.com/123-166-large/sungguh-merugi-siapa-yang-mendapati-orang-tuanya-masih-hidup-tapi-tidak-meraih-surga.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bloghidayah.wordpress.com/1125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bloghidayah.wordpress.com/1125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bloghidayah.wordpress.com/1125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bloghidayah.wordpress.com/1125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bloghidayah.wordpress.com/1125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bloghidayah.wordpress.com/1125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bloghidayah.wordpress.com/1125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bloghidayah.wordpress.com/1125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bloghidayah.wordpress.com/1125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bloghidayah.wordpress.com/1125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bloghidayah.wordpress.com/1125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bloghidayah.wordpress.com/1125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bloghidayah.wordpress.com/1125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bloghidayah.wordpress.com/1125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloghidayah.wordpress.com&amp;blog=15819930&amp;post=1125&amp;subd=bloghidayah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/20/inilah-akibat-memperlakukan-seorang-ibu-sebagai-pembantu-bagi-dirinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc522d4c610307e9ea4bbbfc90d99135?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">biltzkrieght</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bukutentangislam.com/123-166-large/sungguh-merugi-siapa-yang-mendapati-orang-tuanya-masih-hidup-tapi-tidak-meraih-surga.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">buku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Mualaf Rusia Mendapat Hidayah Islam</title>
		<link>http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/18/kisah-mualaf-rusia-mendapat-hidayah-islam/</link>
		<comments>http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/18/kisah-mualaf-rusia-mendapat-hidayah-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Feb 2012 03:24:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>.:: Taman Hidayah ::.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Mualaf]]></category>
		<category><![CDATA[rusia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloghidayah.wordpress.com/?p=1122</guid>
		<description><![CDATA[Namaku E. Vekilov, 28 tahun dari Rusia. Aku masuk Islam pada tahun 1998, tepatnya setahun setelah aku  menyelesaikan sekolah kedokteranku dengan spesifikasi bedah. Sekarang ini aku tengah menyelesaikan program pasca sarjana dan lagi  mempersiapkan thesis gelar masterku. Langkahku menerima Islam &#8230; <a href="http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/18/kisah-mualaf-rusia-mendapat-hidayah-islam/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloghidayah.wordpress.com&amp;blog=15819930&amp;post=1122&amp;subd=bloghidayah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong><br />
</strong></p>
<p><strong></strong>Namaku E. Vekilov, 28 tahun dari Rusia. Aku masuk Islam pada tahun 1998, tepatnya setahun setelah aku  menyelesaikan sekolah kedokteranku dengan spesifikasi bedah. Sekarang ini aku tengah menyelesaikan program pasca sarjana dan lagi  mempersiapkan thesis gelar masterku. Langkahku menerima Islam sedikit tidak lazim di kalangan masyarakat Rusia modern. Karena sudah kadung berkembang luas di Rusia, adanya anggapan bahwa kebanyakan muslim itu tidak berpendidikan dan terbelakang.</p>
<p>Bagiku justru, ilmu pengetahuanlah yang membantuku menentukan pilihanku ini: sedikit lebih tahu tentang aneka ragam struktur anatomi makhluk hidup benar-benar menunjukkan kebesaran Sang Pencipta. Dengan seringnya melihat berbagai penyakit dan penderitaan orang lain membuatku makin memaknai arti hidup ini. Dan aku semakin diyakinkan dengan adanya takdir Tuhan pada seseorang bahwa sepintar apapun dia, sekaya apapun dia dan sekeras apapun usahanya tetap tidak mampu  melawan takdir yang telah Tuhan tetapkan padanya.</p>
<p>Lantas, darimana kuperoleh gagasan tentang Sang Pencipta ini? Sedangkan aku hidup di lingkungan yang kebanyakan orang-orangnya berfaham atheis ini. Aku sendiri, dibesarkan dalam keluarga yang notabene tidak beragama, kedua orangtuaku dan nenekku tidak beragama. Sejak kecil aku tidak mendapat pendidikan tentang agama akan tetapi samar-samar aku ingat dulu pernah merasa bahwa Dia dzat yang Maha Besar yang menciptakan alam semesta ini.</p>
<p>Ketika remaja, aku banyak membaca literature tentang agama, tetapi yang ada di Rusia kebanyakan tentang faham atheis saja dan aku tidak menemukan hal yang bisa menarik perhatianku. Kemudian, di awal tahun 90 an, aku memiliki Injil Perjanjian Baru. Setelah mempelajarinya, aku malah  makin tidak mengerti. Aku tidak mengerti, bagaimana kedudukan Yesus sebenarnya, bagaimana ia bisa jadi manusia dan jadi Tuhan sekaligus, bagaimana Tuhan bisa mempunyai anak, mengapa harus ada trinitas dan mengapa Yesus menanggung semua dosa manusia.</p>
<p><span id="more-1122"></span>Aku telah menanyakannya pada pendeta, tetapi ia terus saja menjawab bahwa Injil itu mutlak diyakini kebenarannya bukannya ditelusuri masuk akal tidaknya seperti buku-buku biasa lainnya. Dan bagaimana gereja bisa menentukan mana yang sacral dan mana yang tidak. Karena antara gereja satu dengan lainnya kadang berbeda. Hal lain yang mengganjalku adalah pengikut gereja memerlukan perantara untuk berdoa kepada Tuhan, tidak bisa tidak, menurut para pendeta. Belum lagi hal-hal tentang Yesus sang Penebus Dosa, sakramen, tokoh atau orang-orang suci dan imejnya dan pelayanan gereja yang rumit lainnya. Benar-benar tidak mudah untuk dipahami. Aku memilih untuk tidak bergabung dengan hal-hal seruwet itu.</p>
<p>Kenudian, aku berupaya hidup mengikuti arus yang ada. Menjalani rutinitas seperti biasanya meskipun kekosongan jiwa terus menderaku. Ternyata lama kelamaan aku makin merasa makin kehilangan arah dan makin tersesat saja. Dan tanpa kusangka-sangka, di musim semi tahun 1998, aku bertemu salah seorang kolegaku. Seorang ahli bedah juga yang telah bekerja selama 12 tahun di Mauritania (barat laut Afrika) dan dalam rangka pulang kampong sebentar ke Rusia. Ternyata di sana ia telah masuk Islam. Karena sering berkomunikasi dengannya secara intens, aku sedikit demi sedikit mulai mengenal Islam. Bahkan kemudian, ia secara khusus mencarikanku literature-literatur tentang Islam dalam bahasa Rusia, menerangkannya padaku, membacakan Al Qur’an dan menerjemahkannya juga.</p>
<p>Selain itu, ternyata ia juga mahir berbahasa Arab. Dengan merendah, ia mengatakan di sela-sela kesibukannya sebagai dokter, tanpa kenal lelah ia terus belajar bahasa Arab. Meskipun awalnya sulit sekali. Walaupun kami hanya bertemu dalam waktu yang tidak terlalu lama, apa yang disampaikannya padaku sungguh sangat mengena di hatiku. Aku merasa inilah jalan hidup yang benar. Tanpa perlu membuang-buang waktu lagi, aku mengutarakan keinginanku masuk Islam.</p>
<p>Di suatu hari yang cerah, kami ditemani rekannya yang  bernama Halid, datang ke mesjid di pusat kota. Di depan seorang imam dan beberapa muslim lainnya, aku  mengucapkan dua kalimat syahadat. Sejak saat itulah, hidupku benar-benar berubah. Berubah dalam arti yang baik. Dalam pencarianku yang panjang, akhirnya aku menemukan Islam yang di dalamnya aku bisa menemukan ketenangan pikiran dan jiwa. Ini benar-benar karunia yang besar dari Allah subhanahu wa ta’ala. Ada hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, <em>“Bahwa setiap anak dilahirkan dalam fitrahnya yaitu Islam, orang tuanyalah yang membuatnya jadi Kriten, Yahudi ataupun Majusi.”</em></p>
<p>Seiring dengan proses belajar menjadi seorang muslim yang baik, maka kehidupan pribadi ku  juga makin membaik. Hal ini turut membawa pengaruh baik dalam lingkungan kerja dan lingkungan keluargaku. Banyak yang terheran-heran dengan perubahanku ini. Seorang pria muda yang bekerja di bidang dimana atmosfirnya dipenuhi daya tarik materialistis, di samping erat terlibat dengan sains,  kok tiba-tiba  menjadi seorang muslim. Sering ke masjid dan menghadiri majelis taklim, tidak makan daging babi, berjenggot dan melaksanakan shalat.</p>
<p>Jika seseorang hanya diberi dua pillihan: masuk Kristen atau masuk Islam. Orang yang berakal sehat tidak akan ragu-ragu dengan pilihannya, dan akan lebih memilih Islam dengan ajarannya yang meyakini hanya ada satu Tuhan saja, yaitu Allah subhanahu wa ta’ala dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagai Nabi dan Rasul-Nya ketimbang Kristen dengan keruwetan theologinya.</p>
<p>Yang pasti, tidak semua yang ada di sekitarku memahami dan mendukung pilihanku ini. Ada yang mengataiku gila dan pengkhianat Russia. Ada juga yang menjulukiku ‘Wahhabi’ dan itu mungkin hanya karena aku sekarang berjenggot.</p>
<p>Dibanding dengan pendahuluku sesama orang Rusia, Lev Tolstoy, liku-liku yang kujalani setelah memeluk Islam takkan ada apa-apanya. Tak banyak yang tau memang, kalo Lev Tolstoy, cendekiawan dan penulis terkenal dari Rusia yang banyak berkontribusi dalam karya sastra dan sejarah Rusia ternyata sudah memeluk Islam. Sejak tahun 1870 an, ia lebih berkonsentrasi pada hal-hal  seputar kematian, dosa, hukuman dan perbaikan moral dalam karya-karyanya. Cara berpikirnya seperti itu dianggap sangat tidak lazim oleh masyarakat Rusia saat itu. Sehingga ia dikucilkan dan dianggap sebagai orang terkutuk. Kerabat dan teman-teman dekatnya semua menjauh. Tokoh liberal menganggapnya gila. Tokoh revolusioner dan radikal menganggapnya penuh mistis. Pemerintah menganggapnya pemberontak yang berbahaya. Pihak gereja menganggapnya sebagai pengikut aliran setan terlaknat. Ia akui semua itu berat baginya, akan tetapi predikat muslim yang tertanam dalam hatinya cukup sebagai pelipur lara. Ia berkata,</p>
<blockquote><p><em>“Cukup lihat aku sebagai seorang muslim yang baik dan yang hanya bertuhankan Allah subhanahu wa ta’ala dan Muhammad adalah utusan-Nya, maka semua akan baik-baik saja.”</em></p></blockquote>
<p>Seperti yang kita tahu ada hadits yang mengatakan bahwa dunia ini adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir. Biarkan saja orang lain menertawakanmu sekarang itu lebih baik daripada cemoohan syaitan padamu di hari Pembalasan kelak, karena telah berhasil memperdayaimu. Semoga kisahku ini bermanfaat dan semua yang benar datangnya dari Allah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="right">Sumber: <strong>howtoconvert.com</strong></p>
<p><strong>(Majalah El Fata Edisi 06 volume 11 &#8211; 2011)</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bloghidayah.wordpress.com/1122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bloghidayah.wordpress.com/1122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bloghidayah.wordpress.com/1122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bloghidayah.wordpress.com/1122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bloghidayah.wordpress.com/1122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bloghidayah.wordpress.com/1122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bloghidayah.wordpress.com/1122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bloghidayah.wordpress.com/1122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bloghidayah.wordpress.com/1122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bloghidayah.wordpress.com/1122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bloghidayah.wordpress.com/1122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bloghidayah.wordpress.com/1122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bloghidayah.wordpress.com/1122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bloghidayah.wordpress.com/1122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloghidayah.wordpress.com&amp;blog=15819930&amp;post=1122&amp;subd=bloghidayah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/18/kisah-mualaf-rusia-mendapat-hidayah-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc522d4c610307e9ea4bbbfc90d99135?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">biltzkrieght</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tragedi Negri Pompeii Mengulang Sejarah Kaum Luth</title>
		<link>http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/17/tragedi-negri-pompeii-mengulang-sejarah-kaum-luth/</link>
		<comments>http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/17/tragedi-negri-pompeii-mengulang-sejarah-kaum-luth/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Feb 2012 03:04:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>.:: Taman Hidayah ::.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[kaum nabi luth]]></category>
		<category><![CDATA[tragedi negri pompei]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloghidayah.wordpress.com/?p=1115</guid>
		<description><![CDATA[Alqur&#8217;an mengisahkan kepada kita bahwa tidak ada perubahan dalam hukum Allah (sunnatullah): “Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sekuat-kuat sumpah; sesungguhnya jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk dari salah satu umat-umat (yang &#8230; <a href="http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/17/tragedi-negri-pompeii-mengulang-sejarah-kaum-luth/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloghidayah.wordpress.com&amp;blog=15819930&amp;post=1115&amp;subd=bloghidayah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Alqur&#8217;an mengisahkan kepada kita bahwa tidak ada perubahan dalam hukum Allah (sunnatullah):</p>
<p style="text-align:justify;">“Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sekuat-kuat sumpah; sesungguhnya jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk dari salah satu umat-umat (yang lain). Tatkala datang kepada mereka pemberi peringatan, maka kedatangannya itu tidak menambah mereka kecuali jauhnya mereka dari (kebenaran), karena kesombongan (mereka) di muka bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu” (QS. Al-Faathir, 35:42-43).</p>
<p style="text-align:justify;">Begitulah, “…sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah…”. Siapapun yang menentang hukum Allah dan berusaha melawan-Nya akan terkena sunatullah yang sama.</p>
<p style="text-align:justify;">Pompeii, yang merupakan simbol dari degradasi akhlaq yang dialami kekaisaran Romawi, adalah pusat perzinaan dan homoseks. Nasib Pompeii mirip dengan kaum Nabi Luth. Kehancuran Pompeii terjadi melalui letusan gunung berapi Vesuvius.</p>
<p style="text-align:justify;">Gunung Vesuvius adalah simbol negara Italia, khususnya kota Naples. Gunung yang telah membisu sejak dua ribu tahun yang lalu itu juga dinamai “The Mountain of Warning” (Gunung Peringatan). Tentunya pemberian nama ini bukanlah tanpa sebab. Adzab yang menimpa penduduk Sodom dan Gommorah, yakni kaum Nabi Luth as, sangatlah mirip dengan bencana yang menghancurkan kota Pompeii.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1115"></span>Di sebelah kanan gunung Vesuvius terletak kota Naples, sedangkan kota Pompeii berada di sebelah timur gunung tersebut. Lava dan debu dari letusan maha dasyat gunung tersebut yang terjadi dua milenia yang lalu membumihanguskan penduduk kota. Malapetaka itu terjadi dalam waktu yang sangat mendadak sehingga menimpa segala sesuatu yang ada di kota termasuk segala aktifitas sehari-hari yang tengah berlangsung. Aktifitas yang dilakukan penduduk dan segala peninggalan yang ada ketika bencana terjadi kini masih tertinggal persis sama seperti ketika bencana tersebut terjadi dua ribu tahun yang lalu, seolah-olah waktu tidak bergeser dari tempatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pemusnahan Pompeii dari muka bumi oleh bencana yang demikian dasyat ini tentunya bukan tanpa maksud.</p>
<p style="text-align:justify;">Catatan sejarah menunjukkan bahwa kota tersebut ternyata merupakan pusat kemaksiatan dan kemungkaran. Kota tersebut dipenuhi oleh meningkatnya jumlah lokasi perzinahan atau prostitusi. Saking banyaknya hingga jumlah rumah-rumah pelacuran tidak diketahui. Organ-organ kemaluan pria dengan ukurannya yang asli digantung di pintu tempat-tempat pelacuran tersebut. Menurut tradisi ini, yang berakar pada kepercayaan Mithraic, organ-organ seksual dan hubungan seksual sepatutnya tidaklah tabu dan dilakukan di tempat tersembunyi; akan tetapi hendaknya dipertontonkan secara terbuka.</p>
<p style="text-align:justify;">Lava gunung Vesuvius menghapuskan keseluruhan kota tersebut dari peta bumi dalam waktu sekejap. Yang paling menarik dari peristiwa ini adalah tak seorang pun mampu meloloskan diri dari keganasan letusan Vesuvius. Hampir bisa dipastikan bahwa para penduduk yang ada di kota tersebut tidak mengetahui terjadinya bencana yang sangat sekejap tersebut, wajah mereka terlihat berseri-seri. Jasad dari satu keluarga yang sedang asyik menyantap makanan terawetkan pada detik tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak sekali pasangan-pasangan yang tubuhnya terawetkan berada pada posisi sedang melakukan persetubuhan. Yang paling mengagetkan adalah terdapat sejumlah pasangan yang berkelamin sama, dengan kata lain mereka melakukan hubungan seks sesama jenis (homoseks). Ada pula pasangan-pasangan pria dan wanita yang masih ABG. Hasil penggalian fosil juga menemukan sejumlah mayat yang terawetkan dengan raut muka yang masih utuh. Secara umum, raut-raut muka mereka menunjukkan ekspresi keterkejutan, seolah bencana yang terjadi datang secara tiba-tiba dalam sekejab.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam konteks ini, terdapat aspek dari bencana tersebut yang sangat sulit untuk dimengerti. Bagaimana bisa terjadi ribuan manusia tertimpa maut tanpa melihat dan mendengar sesuatu apapun?</p>
<p style="text-align:justify;">Aspek ini menunjukkan bahwa penghancuran Pompeii mirip dengan peristiwa-peristiwa adzab yang dikisahkan dalam Alqur&#8217;an, sebab Alqur&#8217;an secara khusus mengisyaratkan “pemusnahan secara tiba-tiba” ketika mengisahkan peristiwa yang demikian ini. Misalnya, “penduduk suatu negeri” sebagaimana disebut dalam surat Yaasiin ayat 13 musnah bersama-sama secara keseluruhan dalam waktu sekejap. Keadaan ini diceritakan sebagaimana berikut:</p>
<p style="text-align:justify;">“Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati.” (QS. Yaasiin, 36:29)</p>
<p style="text-align:justify;">Di surat Al-Qamar ayat 31, pemusnahan dalam waktu yang singkat kembali disebut ketika kehancuran kaum Tsamud dikisahkan:</p>
<p style="text-align:justify;">
“Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rumput-rumput kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang.”</p>
<p>Kematian masal penduduk kota Pompeii terjadi dalam waktu yang sangat singkat persis sebagaimana adzab yang dikisahkan dalam kedua ayat di atas.</p>
<p style="text-align:justify;">Kendatipun semua peringatan ini, tidak banyak yang berubah di wilayah di mana Pompeii dulunya pernah ada. Distrik-distrik Naples tempat segala kemaksiatan tersebar luas tidaklah jauh berbeda dengan distrik-distrik bejat di Pompeii. Pulau Capri adalah tempat di mana para kaum homoseksual dan nudis (orang-orang yang hidup telanjang tanpa busana) tinggal. Pulau Capri diiklankan sebagai “surga kaum homoseks” di industri wisata. Tidak hanya di pulau Capri dan di Italia, bahkan hampir di seantero dunia, kerusakan moral tengah terjadi dan sayangnya mereka tetap saja tidak mau mengambil pelajaran dari pengalaman pahit yang dialami kaum-kaum terdahulu.</p>
<p>Sumber:</p>
<p>http://www.harunyahya.com/indo/artikel/057.htm</p>
<p>http://id.wikipedia.org/wiki/Pompeii</p>
<p>dan berbagai sumber lainnya&#8230;.</p>
<p>Berikut Fhoto mayat-mayat yang telah menjadi batu dan bangunan-bangunan yang masih utuh</p>
<p><img class="alignnone" src="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/316679_2204309475737_1487372854_31881737_374061315_a.jpg" alt="" width="180" height="240" /><img class="alignnone" src="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc7/390533_2204310235756_1487372854_31881738_1278942370_a.jpg" alt="" width="98" height="130" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc7/302117_2204312315808_1487372854_31881740_954554472_a.jpg" alt="" /><img src="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/318382_2204313395835_1487372854_31881741_661782750_a.jpg" alt="" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/308919_2204315995900_1487372854_31881744_635092529_a.jpg" alt="" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc7/306392_2204317475937_1487372854_31881745_2127463397_a.jpg" alt="" /><img src="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/381636_2204318635966_1487372854_31881746_899208397_a.jpg" alt="" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/390426_2204320356009_1487372854_31881747_30915443_a.jpg" alt="" /><img src="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/388081_2204321476037_1487372854_31881748_1274098309_a.jpg" alt="" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/319166_2204323316083_1487372854_31881749_1459319932_a.jpg" alt="" /><img src="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc7/389036_2204324116103_1487372854_31881750_750824186_a.jpg" alt="" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/307238_2204325116128_1487372854_31881751_1019608327_a.jpg" alt="" /><img src="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/381606_2204326076152_1487372854_31881752_916801404_a.jpg" alt="" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc7/386449_2204327916198_1487372854_31881753_1369745157_a.jpg" alt="" /><img src="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/383311_2204329076227_1487372854_31881754_414119009_a.jpg" alt="" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/384927_2204330236256_1487372854_31881755_607590482_a.jpg" alt="" /><img src="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/388640_2204331636291_1487372854_31881756_144358641_a.jpg" alt="" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/392690_2204333156329_1487372854_31881757_1135568579_a.jpg" alt="" /><img src="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/305784_2204334596365_1487372854_31881758_1668593762_a.jpg" alt="" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/308734_2204335516388_1487372854_31881759_1998853159_a.jpg" alt="" /><img src="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/393216_2204337436436_1487372854_31881760_1736176070_a.jpg" alt="" /></p>
<p><img src="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/320804_2204314675867_1487372854_31881742_162277775_a.jpg" alt="" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="https://www.facebook.com/note.php?note_id=10150429773093729" target="_blank">Sumber</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bloghidayah.wordpress.com/1115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bloghidayah.wordpress.com/1115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bloghidayah.wordpress.com/1115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bloghidayah.wordpress.com/1115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bloghidayah.wordpress.com/1115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bloghidayah.wordpress.com/1115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bloghidayah.wordpress.com/1115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bloghidayah.wordpress.com/1115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bloghidayah.wordpress.com/1115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bloghidayah.wordpress.com/1115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bloghidayah.wordpress.com/1115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bloghidayah.wordpress.com/1115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bloghidayah.wordpress.com/1115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bloghidayah.wordpress.com/1115/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloghidayah.wordpress.com&amp;blog=15819930&amp;post=1115&amp;subd=bloghidayah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/17/tragedi-negri-pompeii-mengulang-sejarah-kaum-luth/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc522d4c610307e9ea4bbbfc90d99135?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">biltzkrieght</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/316679_2204309475737_1487372854_31881737_374061315_a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc7/390533_2204310235756_1487372854_31881738_1278942370_a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc7/302117_2204312315808_1487372854_31881740_954554472_a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/318382_2204313395835_1487372854_31881741_661782750_a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/308919_2204315995900_1487372854_31881744_635092529_a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc7/306392_2204317475937_1487372854_31881745_2127463397_a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/381636_2204318635966_1487372854_31881746_899208397_a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/390426_2204320356009_1487372854_31881747_30915443_a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/388081_2204321476037_1487372854_31881748_1274098309_a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/319166_2204323316083_1487372854_31881749_1459319932_a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc7/389036_2204324116103_1487372854_31881750_750824186_a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/307238_2204325116128_1487372854_31881751_1019608327_a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/381606_2204326076152_1487372854_31881752_916801404_a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc7/386449_2204327916198_1487372854_31881753_1369745157_a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/383311_2204329076227_1487372854_31881754_414119009_a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/384927_2204330236256_1487372854_31881755_607590482_a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/388640_2204331636291_1487372854_31881756_144358641_a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/392690_2204333156329_1487372854_31881757_1135568579_a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/305784_2204334596365_1487372854_31881758_1668593762_a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/308734_2204335516388_1487372854_31881759_1998853159_a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/393216_2204337436436_1487372854_31881760_1736176070_a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/320804_2204314675867_1487372854_31881742_162277775_a.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Akhirnya Dia Mati Seperti Keledai</title>
		<link>http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/11/akhirnya-dia-mati-seperti-keledai/</link>
		<comments>http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/11/akhirnya-dia-mati-seperti-keledai/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Feb 2012 02:55:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>.:: Taman Hidayah ::.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[akhir hidup atheis]]></category>
		<category><![CDATA[mati seperti keledai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloghidayah.wordpress.com/?p=1090</guid>
		<description><![CDATA[Kisah ini terjadi di Universitas ‘Ain Syams, fakultas pertanian di Mesir. Sebuah kisah yang amat masyhur dan dieksposs oleh berbagai media massa setempat dan sudah menjadi buah bibir orang-orang di sana. Pada tahun 50-an masehi, di sebuah halaman salah satu &#8230; <a href="http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/11/akhirnya-dia-mati-seperti-keledai/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloghidayah.wordpress.com&amp;blog=15819930&amp;post=1090&amp;subd=bloghidayah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Kisah ini terjadi di Universitas ‘Ain Syams, fakultas pertanian di Mesir. Sebuah kisah yang amat masyhur dan dieksposs oleh berbagai media massa setempat dan sudah menjadi buah bibir orang-orang di sana.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Pada tahun 50-an masehi, di sebuah halaman salah satu fakultas di negara Arab (Mesir-red.,), berdiri seorang mahasiswa sembari memegang jamnya dan membelalakkan mata ke arahnya, lalu berteriak lantang, “Jika memang Allah ada, maka silahkan Dia mencabut nyawa saya satu jam dari sekarang!.” Ini merupakan kejadian yang langka dan disaksikan oleh mayoritas mahasiswa dan dosen di kampus tersebut. Menit demi menitpun berjalan dengan cepat hingga tibalah menit keenampuluh alias satu jam dari ucapan sang mahasiswa tersebut. Mengetahui belum ada gejala apa-apa dari ucapannya, sang mahasiswa ini berkacak pinggang, penuh dengan kesombongan dan tantangan sembari berkata kepada rekan-rekannya, “Bagaimana pendapat kalian, bukankah jika memang Allah ada, sudah pasti Dia mencabut nyawa saya?.”</span></p>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Para mahasiswapun pulang ke rumah masing-masing. Diantara mereka ada yang tergoda bisikan syaithan sehingga beranggapan, “Sesunguhnya Allah hanya menundanya karena hikmah-Nya di balik itu.” Akan tetapi ada pula diantara mereka yang menggeleng-gelengkan kepala dan mengejeknya.</span></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span id="more-1090"></span>Sementara si mahasiswa yang lancang tadi, pulang ke rumahnya dengan penuh keceriaan, berjalan dengan angkuh seakan dia telah membuktikan dengan dalil ‘aqly yang belum pernah dilakukan oleh siapapun sebelumnya bahwa Allah benar tidak ada dan bahwa manusia diciptakan secara serampangan; tidak mengenal Rabb, tidak ada hari kebangkitan dan hari Hisab. Dia masuk rumah dan rupanya sang ibu sudah menyiapkan makan siang untuknya sedangkan sang ayah sudah menunggu sembari duduk di hadapan hidangan. Karenanya, sang anak ini bergegas sebentar ke ‘Wastapel’ di dapur. Dia berdiri di situ sembari mencuci muka dan tangannya, kemudian mengelapnya dengan tissue. Tatkala sedang dalam kondisi demikian, tiba-tiba dia terjatuh dan tersungkur di situ, lalu tidak bergerak-gerak lagi untuk selama-lamanya.</span></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Yah…dia benar-benar sudah tidak bernyawa lagi. Ternyata, dari hasil pemeriksaan dokter diketahui bahwa sebab kematiannya hanyalah karena ada air yang masuk ke telinganya!!.</span></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Mengenai hal ini, Dr.’Abdur Razzaq Nawfal -rahimahullah- berkata, “Allah hanya menghendaki dia mati seperti keledai!.”</span></div>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;">Sebagaimana diketahui berdasarkan penelitian ilmiah bahwa bila air masuk ke telinga keledai atau kuda, maka seketika ia akan mati?!!!.</span></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;">(Sumber: Majalah “al-Majallah”, volume bulan Shafar 1423 H sebagai yang dinukil oleh Ibrahim bin ‘Abdullah al-Hâzimiy dalam bukunya “Nihâyah azh-Zhâlimîn”, Seri ke-9, h.73-74)</span></div>
<div style="text-align:justify;">(http://krudungparis.multiply.com)</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bloghidayah.wordpress.com/1090/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bloghidayah.wordpress.com/1090/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bloghidayah.wordpress.com/1090/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bloghidayah.wordpress.com/1090/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bloghidayah.wordpress.com/1090/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bloghidayah.wordpress.com/1090/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bloghidayah.wordpress.com/1090/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bloghidayah.wordpress.com/1090/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bloghidayah.wordpress.com/1090/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bloghidayah.wordpress.com/1090/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bloghidayah.wordpress.com/1090/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bloghidayah.wordpress.com/1090/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bloghidayah.wordpress.com/1090/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bloghidayah.wordpress.com/1090/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloghidayah.wordpress.com&amp;blog=15819930&amp;post=1090&amp;subd=bloghidayah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/11/akhirnya-dia-mati-seperti-keledai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc522d4c610307e9ea4bbbfc90d99135?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">biltzkrieght</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fatimah binti Rosululloh – Sayyidat Nissa Al-‘Aalamin</title>
		<link>http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/11/fatimah-binti-rosululloh-sayyidat-nissa-al-aalamin/</link>
		<comments>http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/11/fatimah-binti-rosululloh-sayyidat-nissa-al-aalamin/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Feb 2012 02:45:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>.:: Taman Hidayah ::.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Teladan]]></category>
		<category><![CDATA[Fatimah binti Rosululloh – Sayyidat Nissa Al-‘Aalamin]]></category>
		<category><![CDATA[istri qona'ah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloghidayah.wordpress.com/?p=1087</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ustadzah Gustini Ramadhani Tokoh wanita sahabat ini atau qudwah wanita muslimah kali ini seyogyanya dari dulu-dulu telah dimuat di rubrik kita ini. Ia yang sedianya pertama-tama menghiasi lembaran majalah kita ini. Kenapa? Karena ia putri pemimpin orang-orang yang bertakwa &#8230; <a href="http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/11/fatimah-binti-rosululloh-sayyidat-nissa-al-aalamin/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloghidayah.wordpress.com&amp;blog=15819930&amp;post=1087&amp;subd=bloghidayah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;" align="center"><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong>Oleh: Ustadzah Gustini Ramadhani</strong></p>
<h1 style="text-align:justify;"><span style="font-family:Edwardian Script ITC;">Tokoh wanita sahabat ini atau qudwah wanita muslimah kali ini seyogyanya dari dulu-dulu telah dimuat di rubrik kita ini. Ia yang sedianya pertama-tama menghiasi lembaran majalah kita ini. Kenapa? Karena ia putri pemimpin orang-orang yang bertakwa dan sebaik-baik manusia, bahkan ia putri kesayangan beliau.</span></h1>
<p style="text-align:justify;">Dialah putri  Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam. Ibundanya adalah Khodijah binti Khuwailid, istri yang sangat dicintai Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam. Beliau memberinya nama Fatimah, dan ia biasa digelari Ummu Abiha (ibu ayahnya). Lahir ketika Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam berumur 35 tahun, lima tahun sebelum masa kenabian.</p>
<p style="text-align:justify;">Penulis tidak bermaksud mengupas panjang lebar sejarah hidup putri terkasih Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam ini, karena ia adalah <em>Sayyidat nisaa al-‘aalamin </em>(wanita dunia termulia). Hidup beliau mulai dari lahir sampai kematiannya penuh dengan pembelajaran dan suri tauladan bagi setiap wanita muslimah. Penulis hanya berusaha mengetengahkan sedikit dari satu sisi dari kehidupannya, yaitu sisi kehidupannya sebagai pasutri.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>BAJU BESI USANG SEBAGAI MAHAR</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ketika mulai menginjak usia remaja, Fatimah yang cantik dan berakhlak mulia mulai didatangi para pelamar yang ingin mempersuntingnya. Ternyata pemuda beruntung yang dapat mempersunting putri kesayangan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam ini adalah Ali bin Abi Tholib rodhiyallohu ‘anhu, anak paman Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam sendiri, anak kecil pertama memeluk Islam. Diterimanya ia sebagai menantu Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam adalah suatu keberuntungan besar bagi pemuda yang sholih seperti Ali rodhiyallohu ‘anhu. Nah, mari kita simak cerita Ali bin Abi Tholib rodhiyallohu ‘anhu tentang pernikahan itu:</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika Fatimah dilamar oleh beberapa pemuda yang datang kepada Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, budak perempuanku datang kepadaku dan bertanya, “Tahukah engkau bahwa Fatimah telah dilamar seseorang kepada Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam?</p>
<p style="text-align:justify;">Aku menjawab, “Tidak.”</p>
<p style="text-align:justify;">Ia berkata, “Lalu mengapa engkau tidak melamarnya pula kepada Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam?”</p>
<p style="text-align:justify;">Aku berkata, “Aku hanya pemuda miskin yang tidak memiliki apapun untuk menikahinya.”</p>
<p style="text-align:justify;">Budakku berkata lagi, “Jika engkau menemui Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dan melamarnya, maka beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam pasti akan menikahkannya denganmu.”</p>
<p style="text-align:justify;">Ia (budak Ali, red.) terus mendesak dan memaksaku sampai akhirnya aku pun memberanikan diri menemui Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam. Ketika aku duduk berhadapan dengan beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam, aku hanya membisu. Demi Alloh, aku tidak bisa berbicara sedikitpun karena keagungan beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam. Maka sampai akhirnya Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku, “Apakah engkau datang untuk melamar Fatimah?”</p>
<p style="text-align:justify;">Aku menjawab, “Ya.”</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu beliau berkata, “Apakah engkau mempunyai sesuatu untuk maharnya?”</p>
<p style="text-align:justify;">Aku menjawab, “Tidak, wahai Rosululloh.”</p>
<p style="text-align:justify;">Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam berkata, “Bagaimana dengan baju besimu?”</p>
<p style="text-align:justify;">(Ali berkata dalam hati) Demi Alloh, baju itu sudah jelek, mungkin harganya hanya 400 dirham. Lalu aku menjawab, “Ya, ada padaku.”</p>
<p style="text-align:justify;">Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam berkata, “Aku menikahkannya dengamu (dengan mahar baju besi itu). Kirimkanlah baju besi itu padanya sebagai mahar.”</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span id="more-1087"></span>ISTRI YANG QONA’AH (MERASA CUKUP)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kehidupan pasutri orang-orang terkasih Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam ini jauh dari kemegahan dan kekayaan. Mereka hidup dalam kezuhudan dan kesederhanaan, kesabaran, dan perjuangan. Mereka tidak mempunyai kasur empuk. Mereka tidur beralaskan kulit domba yang dibentang ketika hendak tidur, dan ketika telah bangun digulung kembali. Mereka juga tidak mempunyai seorang pembantu pun.</p>
<p style="text-align:justify;">Kesulitan hidup mereka bukanlah disebabkan Ali bin Abi Tholib malas dan tidak mau bekerja mencari nafkah. Tetapi di masa itu memang masa-masa sulit bagi kaum muslimin, terutama bagi mereka yang hijrah dari Makkah ke Madinah. Untuk mencari nafkah Ali bekerja apa saja. Pernah di saat kelaparan ia bekerja membantu seorang wanita memetik kurma dan ia hanya mendapat upah 16 butir kurma.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>ISTRI SIAGA DENGAN BANYAK PEKERJAAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai seorang istri yang sholihah, Fatimah putri Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam ini tidaklah berpangku tangan selama menunggu kedatangan suaminya dari mencari nafkah. Ia giat mengerjakan berbagai pekerjaan rumah, mulai dari membersihkan rumah, mencuci, mengadon roti dan seterusnya, sampai tangannya pernah melepuh karena banyaknya bekerja.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena kasihan melihat istrinya bekerja keras setiap hari, suatu ketika Ali menyarankan kepada Fatimah untuk meminta kepada ayahnya seorang pembantu, karena ia tahu bahwa Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam memiliki beberapa tawanan. Ketika mereka menyampaikan keinginan itu, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam menolak memberikan pembantu. Dan pada malamnya beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam mendatangi mereka dan mengajarkan kepada mereka dzikir, yaitu ketika hendak tidur membaca tasbih 30 kali, tahmid 30 kali, dan takbir 34 kali, dan itu lebih baik daripada pembantu, bahkan dunia beserta seluruh isinya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>DIDIKAN LANSUNG ROSULULLOH SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WA SALLAM</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Begitulah cara Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam menghadapi krisis moneter. Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam lebih mendahulukan kebutuhan yang sangat mendesak dan mengajarkan putri serta menantunya bagaimana cara menghadapi kesulitan, bahwa sesulit apapun hidup namun kepedulian dan cinta terhadap sesame harus tetap dipentingkan, karena tawanan yang ada pada beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam adalah untuk Ahlus-Suffah.</p>
<p style="text-align:justify;">Beliau tidak mau memberikan pembantu untuk putrinya sementara orang lain kelaparan, karena kebutuhan Ahlus-Suffah ditutupi dari penjualan para tawanan itu. Hidup harus saling menolong karena dengan itu akan tercipta kerukunan dan kedamaian. Bukannya di saat sulit hidup hanya mementingkan perut dan kebutuhan sendiri, karena dengan itu akan terjadi kesenjangan dan kebencian antara umat manusia. Dan yang terpenting adalah dzikir kepada Alloh tidak ditinggalkan kapan pun dan di mana pun, dan tawakkal serta berserah diri kepada-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pernikahan Fatimah dan Ali bin Abi Tholib dikaruniai lima anak. Mereka adalah: Hasan, Husain, Ummu Kultsum, Zainab, dan Muhassin.</p>
<p style="text-align:justify;">Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam sangat mencintai dan menyayangi putri bungsunya ini. Hal ini sangat terlihat jelas dari perkataan dan perbuatan beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam. Bila hendak melakukan perjalan, tempat terakhir yang dikunjungi beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam adalah rumah Fatimah. Dan tempat pertama yang didatangi sepulang dari perjalanan setelah masjid adalah rumah Fatimah. Baru setelah itu rumah istri-istrinya. Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Fatimah adalah bagian dari diriku. Siapa yang dibencinya maka aku juga membencinya.”</p>
<p style="text-align:justify;">Fatimah meninggal enam bulan setelah wafatnya Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam tahun ke- 11 H, tepat sebagaimana yang dijanjikan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam sebelum kematiannya, <em>rodhiallohu ta’ala wa ardhooha.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Referensi:  </strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><em>Al-Ishoobah fi tamyiz Shohabah, </em>Ibnu Hajar.</li>
<li><em>Thobaqot Kubro, </em>Ibn Sa’ad.</li>
<li><em>Al-Isti’aab, </em>Ibnu Abdil Barr.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Diketik ulang dari Majalah Al Mawaddah :: vol. 39 :: Robi’uts Tsani 1432 H</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bloghidayah.wordpress.com/1087/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bloghidayah.wordpress.com/1087/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bloghidayah.wordpress.com/1087/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bloghidayah.wordpress.com/1087/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bloghidayah.wordpress.com/1087/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bloghidayah.wordpress.com/1087/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bloghidayah.wordpress.com/1087/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bloghidayah.wordpress.com/1087/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bloghidayah.wordpress.com/1087/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bloghidayah.wordpress.com/1087/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bloghidayah.wordpress.com/1087/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bloghidayah.wordpress.com/1087/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bloghidayah.wordpress.com/1087/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bloghidayah.wordpress.com/1087/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloghidayah.wordpress.com&amp;blog=15819930&amp;post=1087&amp;subd=bloghidayah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/11/fatimah-binti-rosululloh-sayyidat-nissa-al-aalamin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc522d4c610307e9ea4bbbfc90d99135?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">biltzkrieght</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gemuk Tidak Selalu Makmur&#8230;</title>
		<link>http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/08/gemuk-tidak-selalu-makmur-tetapi-kelaparan/</link>
		<comments>http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/08/gemuk-tidak-selalu-makmur-tetapi-kelaparan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 02:20:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>.:: Taman Hidayah ::.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[gemuk tidak selalu makmur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloghidayah.wordpress.com/?p=1078</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1998, WHO menyatakan obesitas dalam tingkat epidemik. Kalau dibiarkan akan timbul penyakit bom waktu. Masalah kegemukan sudah mencapai tahap serius dan harus segera diatasi. “Ini sebuah pandemi baru,” kata Prof. DR. Dr. Askandar Tjokroprawiro, MD, Ph.D. “Bakal terjadi global &#8230; <a href="http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/08/gemuk-tidak-selalu-makmur-tetapi-kelaparan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloghidayah.wordpress.com&amp;blog=15819930&amp;post=1078&amp;subd=bloghidayah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" title="gemuk" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/401564_270252493041995_100001717386469_740000_848797869_n.jpg" alt="" width="500" height="439" /></p>
<p style="text-align:justify;">Tahun 1998, WHO menyatakan obesitas dalam tingkat epidemik. Kalau dibiarkan akan timbul penyakit bom waktu. Masalah kegemukan sudah mencapai tahap serius dan harus segera diatasi. “Ini sebuah pandemi baru,” kata Prof. DR. Dr. Askandar Tjokroprawiro, MD, Ph.D. “Bakal terjadi global obesity. Sekarang inilah awal dari <strong>globesity atau global obesity</strong> ini, kalau intervensi tidak berhasil,” tutur Prof. Askandar</p>
<p style="text-align:justify;">Di dunia, lebih dari 1 miliar orang dewasa menderita kegemukan (overweight). Sekurangnya 300 juta di antaranya gemuk dengan indeks massa tubuh lebih dari 30 kg/m2. Kriteria Indonesia untuk gemuk (obese) lebih atau sama dengan 25 kg/m2. Fakta ini menjadi risiko besar bagi munculnya beragam penyakit kronis seperti diabetes melitus tipe-2, hipertensi, penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah), stroke, dan beberapa tipe kanker.</p>
<p style="text-align:justify;">“Penyebab utama dari semua ini adalah perubahan gaya hidup yang tidak sehat, terutama berlebihnya konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan gula, sedangkan aktivitas fisik sangat kurang,” ujar kepala Pusat Diabetes dan Nutrisi RSU Dr. Soetomo-FK Universitas Airlangga, Surabaya ini, dalam simposium nasional bertajuk The 6th National Obesity Symposium; Obesity and Related Disorders di Bali, pekan lalu.</p>
<p style="text-align:justify;">Simposium yang diadakan oleh Himpunan Studi Obesitas Indonesia (Hisobi) ini memaparkan beberapa pandangan dan temuan baru. Prof. DR.Dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FACE, yang menjadi salah satu pembicara utama, mengungkapkan bahwa yang menjadi masalah sekarang bukanlah persoalan indeks massa tubuh.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1078"></span>“Ukuran paling nyata yang bisa kita lihat bahwa dalam tubuh kita ada masalah adalah <strong>lingkar pinggang</strong>,” kata ketua Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) ini. Makin besar lingkar pinggang, makin tidak sehat. Namun, saat ini masyarakat masih sering salah kaprah dengan hanya melihat berat badan. Indikasi kegemukan yang baik adalah lingkar pinggang, bukan berat badan lagi. Jika lingkar pinggang mengecil, berat badan mengikuti. Tetapi belum tentu orang yang berat badannya berkurang, lingkar pinggangnya mengecil. Terkadang ada sebagian sahabat yang berlebihan memperhatikan berat badannya sehingga meminum teh herbal, herbal atau obat-obatan yang dapat menurunkan berat badan dengan cepat. Padahal sebagian dari itu bersifat diuretik, yang menurunkan berat badan lebih cepat dengan jalan mengeluarkan cairan tubuh melalui urin atau keringat. Apa yang terjadi jika tubuh kehilangan banyak cairan tubuh? Fatal akibatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada orang yang kegemukan, lemak ada di mana-mana. Lemak di pantat tidak menjadi masalah karena akan terpakai untuk energi dan hormon tambahan estrogen, juga di tangan, kaki, leher, atau paha. “Lemak yang berbahaya justru yang ada di perut,” ujarnya. Tepatnya lemak yang ada pada perut bagian dalam atau intraabdominal.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada praktik sedot lemak, yang diambil adalah lemak yang berada di bawah kulit. “Ini tidak berbahaya,” kata Prof. Sidartawan. Jadi, sedot lemak lebih mengarah ke upaya memperindah, bukan mempersehat. Oleh karena itu di RSH, untuk mengatasi penumpukan lemak, terutama di perut, bukan dengan sedot lemak, yaitu dengan Akupunktur. Akupunktur kesehatan yang digunakan bertujuan untuk menormalkan kembali keseimbangan metabolisme tubuh yang berhubungan dengan pemecahan dan pembentukan lemak. Sehingga tidak hanya sekedar menghilangkan lemak yang menumpuk, tetapi juga menyehatkan metabolisme yang bertanggung jawab terhadap penumpukan lemak di tubuh.</p>
<p style="text-align:justify;">“Lemak dalam perut berbahaya karena hormon-hormon dan asam lemak bebasnya bisa langsung masuk ke lever dan menimbulkan banyak masalah,” sebut Prof. Sidartawan.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, sahabat sudah tahukan bahwa kegemukan (obesitas) sekarang tidak hanya sekedar masalah penampilan saja. Tentu sahabat sudah tahu apa yang terjadi jika obesitas ini mewabah. Kemudian ada sedikit mitos tentang makna KELAPARAN. Mungkin sahabat membayangkan bahwa seseorang yang kelaparan adalah berwajah sangat tirus, dengan tulang pipi yang menonjol. Perutnya sangat kurus. Berat badan yang sangat ringan. Tulang rusuk yang terlihat. Namun, ternyata kelaparan tidak hanya untuk orang yang seperti sahabat bayangkan tadi. Kelaparan juga terjadi pada seseorang yang obesitas. Sehingga orang yang gemuk belum tentu cukup gizi atau kelebihan gizi. Kegemukan bisa terjadi karena kekurangan gizi. Seseorang yang kegemukan tetapi kelaparan seperti ini dikarenakan tubuhnya tidak mendapatkan kecukupan gizi dari yang ia makan. Sel-sel di dalam tubuhnya kekurangan gizi dari makanannya sehingga otak memintanya untuk terus makan, nafsu makan tinggi, dan terus menerus makan. Semakin orang yang seperti ini makan, maka tubuhnya semakin mal-nutrisi. Ironis sekali. Bahkan pernah ada yang berpendapat bahwa kecukupan gizi antara anak miskin kurus India dan anak gemuk (obesitas) kaya Amerika, ternyata kecukupan gizinya lebih tinggi anak miskin kurus India.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa faktor lain yang juga menambah parah kekurangan gizi sehingga menyebabkan kegemukan adalah:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Terjadinya penurunan kandungan gizi pada sayuran, buah dan makanan lain seiring naiknya kandungan zat racun kimia yang terkandung di dalamnya. Zat Gizi 1 batang wortel 50 tahun lalu dengan sekarang, sudah berbeda jauh. Hal ini dikarenakan pertanian modern lebih berfokus pada kuantitas wortel yang dihasilkan, bukan pada kualitas. Wortel atau tanaman “dipaksa” untuk menghasilkan lebih banyak dan lebih besar dengan menggunakan pupuk buatan, modifikasi genetik dan semprotan racun anti hama. Padahal tanaman menghasilkan sesuatu tidak hanya mengandalkan zat urea saja, tetapi tetap membutuhkan berbagai zat organik maupun non-organik dari dalam tanah yang bermacam-macam. Namun, dikarenakan jika urea ditambah, hasilnya cepat besar, maka petani-petani beramai-ramai untuk menggunakan pupuk tersebut. Kemandirian tanah tidak diperhatikan sehingga semakin lama semakin membutuhkan pupuk urea yang lebih banyak untuk menghasilkan yang sama banyak atau lebih banyak lagi. Padahal urea ini jika diteruskan akan banyak mengendap di dalam tubuh manusia yang memakannya. Ketika banyak mengendap, jangan kaget kalau sekarang mulai banyak yang bermasalah dengan asam urat dan tumbuh lebih cepat besar (cepat tua dan mungkin lebih cepat mati).</li>
<li>Terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang sudah melalui banyak proses sehingga vitamin, mineral dan enzim yang terkandung di dalamnya sudah sangat berkurang. Kebiasaan ini muncul dengan fenomena budaya serba instan, yaitu junk food. Padahal junkfood adalah makanan yang miskin magnesium.</li>
<li>Diet lapar yang awalnya bertujuan untuk mengurangi berat badan, malah membuat tubuh menjadi semakin mudah gemuk kembali. Ternyata dengan diet lapar, bukan hanya mengurangi kalori, tetapi juga mengurangi mineral yang vital dibutuhkan oleh tubuh, salah satu mineral yang paling penting adalah magnesium. Ketika mineral ini berkurang, ternyata otak semakin menstimulasi nafsu makan agar lebih tinggi lagi. Oleh karena itu diet lapar menjadi sering gagal. Bahkan ada yang sampai masuk UGD gara-gara kekurangan gizi yang parah.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Seseorang yang kegemukan secara umum mempunyai masalah hyperinsulinemia (kadar insulin yang sangat tinggi di dalam darah) dan insulin menyebabkan lemak disimpan di dalam sel-sel. Begitu juga dengan kadar gula darah yang menjadi sangat rendah akibat insulin berlebih ini. Ketika kadar gula sangat rendah, tubuh menjadi kelaparan dan nafsu makannya sangat tinggi walau makanan yang sudah masuk di lambungnya sudah penuh. Makanan yang dimakan tidak dapat memuaskan nafsu makannya. Jika polanya seperti ini dapat menyebabkan kelaparan terus menerus, letargi (kehilangan konsentrasi, kadang diiringi seperti mengigau) dan stress. Sindrom ini disebut sebagai sindrom metabolik atau kumpulan penyakit akibat ketidakseimbangan metabolisme. Kombinasi ketidak seimbangan tersebut terdiri dari <strong>resistansi insulin, resistansi leptin dan intoleransi glukosa</strong> (keadaan dimana tubuh tidak mampu memetabolisir gula sebagaimana mestinya).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Leptin dan Magnesium</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hormon Leptin dan Mineral Magnesium adalah dua zat yang berperan dalam wabah kegemukan saat ini. Dua faktor zat tersebut tidak bisa berdiri sendiri untuk mencegah atau mengakibatkan kegemukan. Ketika kandungan Leptin berlebih di dalam darah, membuat tubuh merespon dengan cara sering kencing (diuresis) dan natriuresis (pembuangan natrium melalui ginjal/ BAK). Keadaan ini membuat banyak mineral magnesium hilang atau dibuang melalui kencing. Kondisi ini seperti pada penyakit diabetes. Perlu diketahui bahwa leptin diproduksi berlebih jika lemak di dalam tubuh berlebih (obesitas).</p>
<p style="text-align:justify;">Magnesium dibutuhkan oleh tubuh untuk mendukung otak agar lebih sensitif terhadap leptin, sehingga tubuh tidak menderita resistensi leptin. Ketika tubuh menderita resistensi leptin, maka sensitifitas leptin berkurang, menyebabkan tubuh memproduksi leptin berlebih atau kurang terkontrol. Magnesium dibutuhkan oleh tubuh selama hidupnya. Oleh karena itu dengan mengkonsumsi mineral vital, terutama magnesium yang cukup, mengatasi obesitas bisa menjadi lebih mudah.</p>
<p style="text-align:justify;">Penelitian menunjukkan bahwa leptin dan magnesium mempunyai peran penting di dalam terjangkitnya penyakit kronis seperti:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Penyakit jantung</li>
<li>Obesitas</li>
<li>Diabetes</li>
<li>Osteoporosis</li>
<li>Penyakit auto-immune</li>
<li>Kelainan reproduksi</li>
<li>Penuaan dini</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Penyakit seperti penyakit jantung dan diabetes sangat erat kaitannya dengan peradangan (inflamasi). Sedangkan leptin yang terlalu tinggi dan magnesium yang rendah adalah faktor yang mendukung peradangan. Obesitas hanyalah penanda awal sebelum penyakit jantung dan diabetes terjadi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kenali Leptin lebih dekat</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu peran Leptin adalah hormon yang berfungsi untuk menjadi sensor atau pertanda bahwa tubuh sudah kenyang. Ketika tubuh kekurangan leptin, tubuh akan terus menerus makan yang akan menyebabkan kegemukan dan penyakit yang berhubungan dengan kegemukan. Namun kenyataannya tubuh tidak pernah kekurangan leptin, yang ada hanyalah resistensi leptin. Seperti juga resistensi insulin pada diabetes tipe II, sebenarnya leptin dan insulin tetap bisa diproduksi, tetapi sensitifitas tubuh terhadap zat tersebut berkurang. Sehingga membutuhkan lebih banyak leptin, tubuh tidak bisa menggunakan leptin dengan efektif. Apabila leptin yang diproduksi tidak sesuai dengan kebutuhan, maka tubh tidak bisa berhenti makan. Ketika terjadi seperti ini, sebenarnya tubuh kelaparan (kekurangan) magnesium, namun karena yang dimakan berupa junkfood (makanan miskin magnesium) maka tubuh terus ingin makan.</p>
<p style="text-align:justify;">Seseorang yang mempunyai penyakit jantung mempunyai kadar leptin di darahnya 16% lebih tinggi dibandingkan orang yang mempunyai jantung yang sehat (The Journal Circulation).  Setiap kenaikan 30% leptin dari jumlah wajar, meningkatkan resiko serangan jantung sebesar 25%. (Wallace et al 2001)</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi sahabat, anggapan masyarakat yang mengatakan bahwa makan terlalu banyak gula menyebabkan kegemukan dan diabetes baru separuhnya benar. Sebagian besar dokter dan masyarakat masih beranggapan tentang diabetes hanyalah ada hubungannya antara kegemukan dan diabetes saja. Kenyataannya, tidak sesederhana itu. Pandemik obesitas dan diabetes tipe II yang merebak saat ini perlu dipahami lebih dalam dan diselesaikan tidak hanya sekedar menurunkan berat badan atau menurunkan kadar gula saja. Butuh penyelesaian secara menyeluruh, tidak hanya parsial, yaitu dengan HOLISTIK (terpadu).</p>
<p style="text-align:justify;">Jika leptin bekerja normal, leptin memberitahu pancreas untuk berhenti memproduksi insulin jika makan sudah cukup atau kenyang. Setiap kali tubuh makan berlebih, maka semakin butuh lebih banyak energi untuk mencernanya. Inilah yang menyebabkan kebiasaan buruk mengantuk setelah makan. Penyebabnya adalah makan berlebih diakibatkan pencernaannya tidak efektif, atau yang bisa diserap dan diubah menjadi energi tidak optimal.</p>
<p style="text-align:justify;">Resistensi leptin menyebabkan tubuh juga menjadi resistensi insulin. Ketika resisten terhadap insulin, membuat tubuh menjadi kurang sensitif dengan insulin. Sehingga tubuh butuh lebih banyak insulin untuk mengubah dan memasukkan glukosa ke dalam sel otot dan liver. Jika sudah terjadi resistensi insulin, berat (massa) badan tubuh bisa tiba-tiba berkurang drastis. Insulin inilah yang dianalisa ketika sahabat melakukan LBA (Live Blood cell Analysis) di RSH. Bukan kadar gula darah yang diperhatikan, tetapi keseimbangan insulinnya yang diperhatikan. Karena insulin yang kurang seimbang belum tentu mengakibatkan kenaikan kadar gula darah berlebih. Ketika ketidakseimbangan insulin diketahui lebih awal, sahabat dapat mencegah diabetes lebih dini, yaitu dengan pola makan dan pola hidup serta bisa dibantu dengan terapi yang tepat.</p>
<p style="text-align:justify;">Sepanjang pengalaman di RSH, yang mempunyai ketidak seimbangan insulin dan leptin juga disebabkan karena pola makan “balas dendam.” Ketika tubuh sudah lapar, tidak langsung makan, namun sekali makan tubuh langsung diberi banyak makanan.</p>
<p style="text-align:justify;">Begadang atau tidur kurang efektif dalam jangka panjang juga menghambat produksi leptin dan menstimulasi tubuh untuk memproduksi lebih banyak Ghrelin. <strong>Ghrelin</strong> adalah hormon kebalikan dari leptin. Ghrelin berfungsi untuk menstimulasi nafsu makan lebih banyak. Riset juga mengungkapkan bahwa kurang tidur juga berefek pada penumpukan Belly Fat di perut. Nah, bagi sahabat yang Insomnia, yuk terapi di RSH sebelum terjadi kemungkinan yang lebih buruk lagi. Jika insomnia diakibatkan karena masalah psikis, sahabat sangat dianjurkan untuk Hypnotherapy di RSH juga.</p>
<p style="text-align:justify;">Leptin dan Melatonin ternyata juga sangat erat kaitannya. Melatonin adalah hormon yang mengatur siklus sirkadian atau jam metabolisme tubuh. Melatonin lah yang mengatur agar Leptin diproduksi paling banyak di waktu malam dan waktu tidur. Subhanallah, Allah telah menciptakan manusia dan system tubuhnya dengan sangat sempurna. Apakah mungkin manusia diciptakan dengan penyempurnaan bertahap seperti evolusi? NikmatNya yang manakah yang akan engkau dustai? Tidak ada.</p>
<p style="text-align:justify;">Tips: tidurlah dalam ruang yang remang, karena ruang yang terang membuat tubuh sedikit memproduksi leptin karena ruang yang terang mengganggu melatonin. Subhanallah tubuh ternyata tetap ada yang mengatur, walau kita sedang tidur. Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah yang jiwa kita di tanganNya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Mengenal lebih dekat Magnesium</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu faktor penyebab obesitas adalah kekurangan mineral magnesium dari makanan yang dimakan. Sindrom kekurangan magnesium disebut Hypomagnesemia (serum magnesium kurang dari 0,78 mmol/l). Hypomagnesemia ditemukan pada 27% anak sehat dan 55% anak obesitas.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan salah satu penyebab kekurangan magnesium adalah kelebihan konsumsi obat kimia sintetis baik yang diresepkan oleh dokter ataupun tidak. Obat kimia sintetis tersebut menghambat penyerapan magnesium. Inilah yang membuat seseorang yang sakit kronis, terutama diabetes selalu berada di dalam siklus obat-obatan kimia. Diabetes diakibatkan karena kekurangan magnesium, namun diberi obat kimia yang membuat penyerapan magnesium terhambat. Ini juga lah yang menjadi penjelas bahwa konsumsi obat kimia untuk jangka panjang berbahaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata magnesium juga mempunyai peran untuk menyerap nutrisi dan menggunakan nutrisi yang telah diserap. Tanpa magnesium, tubuh tidak dapat menggunakan vitamin, lemak, protein dan karbohidrat yang dikonsumsi setiap hari. Magnesium mengaktifkan ratusan enzim di dalam tubuh yang bermanfaat untuk menyerap nutrisi yang telah dimakan oleh tubuh. Apabila tubuh tidak mendapatkan apa yang dibutuhkan, otomatis tubuh akan makan lebih banyak. Kemudian semakin lebih banyak yang menumpuk juga di tubuh.</p>
<p style="text-align:justify;">Magnesium juga berperan dalam ekstraksi energy dari makanan. Apa yang terjadi jika kekurangan magnesium? Banyak makan, tetapi energi yang dihasilkan sedikit kan? Makan menjadi kurang efektif untuk menghasilkan energi. Semakin banyak energi yang bisa diekstrak dari makanan, maka semakin sedikit pula makanan yang dibutuhkan untuk terasa sehat.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu juga dengan kekurangan vitamin D pada tubuh bisa disebabkan oleh kekurangan magnesium. Magnesium dibutuhkan sebagai kofaktor untuk vitamin D sehingga tubuh bisa mempertahankan kadar vitamin D. Penelitian ternyata juga menunjukkan bahwa pemberian vitamin D juga dapat meningkatkan serum magnesium pada darah. Vitamin D juga dapat mengurangi resiko diabetes tipe II. Vitamin D ternyata banyak di kacang-kacangan, seperti kedelai, kacang hijau dan kacang merah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Stress bikin gemuk dan gemuk bikin stress</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Emosi dan spiritual sebagai 90% penyebab sakit fisik, terutama sakit kronis memang sangat sesuai, termasuk obesitas. Traditional Chinese Medicine telah menemukan hubungan antara kesehatan fisik dengan emosi. Ketika organ tertentu sakit, dapat memunculkan emosi negatif tertentu. Begitu juga sebaliknya, ketika emosi berlebihan dan terus menerus muncul, dapat menyebabkan penyakit fisik pada organ tertentu. Penjelasan lebih lanjut tentang emosi-emosi negatif dapat sahabat baca di artikel kami tentang 7 emosi negatif (http://www.facebook.com/note.php?note_id=248937605173484).</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika seseorang stress, hormon adrenalin dan kortisol dilepaskan dengan kadar yang tinggi di darah. Ketika hormone-hormon ini dilepaskan dengan kadar yang tinggi, tubuh bereaksi menekan hormone tiroksin agar mengurangi kadarnya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi efek samping dari hormon adrenalin yang meningkatkan tekanan darah dan detak jantung. Jika tidak dikurangi, metabolisme tubuh bisa rusak keseimbangannya. Tiroksin adalah hormon yang mempunyai peran sebagai salah satu pengatur cepat lambat metabolisme. Ketika tiroksin berkurang kadarnya, metabolisme tubuh melambat. Detak jantung, tekanan darah, pemecahan energy dan lain sebagainya. Oleh karena itu ketika tiroksin terus menerus rendah, menyebabkan penyakit hipotiroid. Sehingga metabolisme (pemecahan) lemak juga menjadi lambat. Ketika pemecahannya melambat maka penumpukan lemak terjadi. <strong>Stress memicu obesitas, apalagi untuk sahabat yang jika stress pelariannya ke makan lebih banyak.</strong> InsyaAllah sahabat masuk jalur cepat menuju obesitas.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan magnesium merupakan mineral vital untuk meraih kesehatan kelenjar hormon dan respon syaraf. Ketika kekurangan magnesium, hormone adrenalin dan kortisol diproduksi berlebih. Hormon ini kemudian memicu munculnya rasa atau emosi stress. <strong>Stress dipicu oleh masalah fisik juga. Jadi kalau ada sahabat yang tiba-tiba stress tanpa ada sebab masalah psikis, bisa jadi penyebabnya karena masalah metabolisme. </strong>Mungkin inilah salah satu hikmah puasa. Berpuasa secara fisik ternyata juga melatih psikis untuk berpuasa juga. Dengan catatan Puasanya sesuai Sunnah.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan untuk terapi masalah psikis yang menyebabkan kegemukan, terapi RSH menggunakan Hypnotherapy. Ketika sesi hypnotherapy, Sahabat diajak untuk mendalami terlebih dahulu sumber masalah dalam internal pribadi dahulu. Setelah ditemukan sumbernya, barulah teknik-teknik hypnotherapy diterapkan sesuai dengan masalah yang sedang dihadapi. Sedangkan untuk masalah fisiknya kembali, menggunakan terapi PLB (Peluruhan Lemak Badan). PLB di RSH dengan jalan mengembalikan fungsi normal metabolisme tubuh. Sehingga mengatasi obesitas dengan jalan alami, yaitu oleh tubuh sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi sahabat yang sedang mengerjakan skripsi, kemudian sepanjang mengerjakan skripsi kok menjadi tambah berat badannya. Artikel ini semoga menjadi jawabannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga catatan kecil ini menjadi manfaat dan menambah keberkahan pada kesehatan kita semua. Bagi sahabat yang ingin mengetahui lebih jauh tentang hypnotherapy, PLB (Peluruhan Lemak Badan), akupunktur dan berbagai terapi lainnya di RSH, sahabat boleh hubungi 0274-8516868/ 0878-3966-0590.</p>
<p style="text-align:justify;">oleh Hasnil Afrizal Muttaqien, S.Si, CPNLP, CHt.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=270246033042641" target="_blank">Sumber</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bloghidayah.wordpress.com/1078/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bloghidayah.wordpress.com/1078/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bloghidayah.wordpress.com/1078/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bloghidayah.wordpress.com/1078/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bloghidayah.wordpress.com/1078/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bloghidayah.wordpress.com/1078/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bloghidayah.wordpress.com/1078/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bloghidayah.wordpress.com/1078/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bloghidayah.wordpress.com/1078/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bloghidayah.wordpress.com/1078/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bloghidayah.wordpress.com/1078/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bloghidayah.wordpress.com/1078/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bloghidayah.wordpress.com/1078/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bloghidayah.wordpress.com/1078/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloghidayah.wordpress.com&amp;blog=15819930&amp;post=1078&amp;subd=bloghidayah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/08/gemuk-tidak-selalu-makmur-tetapi-kelaparan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc522d4c610307e9ea4bbbfc90d99135?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">biltzkrieght</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/401564_270252493041995_100001717386469_740000_848797869_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gemuk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendeta Masuk Islam Setelah Membaca Injil Hebron</title>
		<link>http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/08/pendeta-masuk-islam-setelah-membaca-injil-hebron/</link>
		<comments>http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/08/pendeta-masuk-islam-setelah-membaca-injil-hebron/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 02:09:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>.:: Taman Hidayah ::.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Mualaf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloghidayah.wordpress.com/?p=1075</guid>
		<description><![CDATA[Thomas Leiden adalah keturunan solok dari sabar Malaysia. Semula ia penganut roman katolik. Ia sempat mengenyam pendidikan di seminary kepaderian Vatikan, Italia atas biaya persatuan Kristen Sabah. Semasa menjadi paderi, Thomas kerap membuat catatan sederhana mengenai Islam, Buddha, hindu, dan &#8230; <a href="http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/08/pendeta-masuk-islam-setelah-membaca-injil-hebron/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloghidayah.wordpress.com&amp;blog=15819930&amp;post=1075&amp;subd=bloghidayah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Thomas Leiden adalah keturunan solok dari sabar Malaysia. Semula ia penganut roman katolik. Ia sempat mengenyam pendidikan di seminary kepaderian Vatikan, Italia atas biaya persatuan Kristen Sabah.</p>
<p style="text-align:justify;">Semasa menjadi paderi, Thomas kerap membuat catatan sederhana mengenai Islam, Buddha, hindu, dan Kristen untuk menambah pengetahuan. Ini semua dipicu oleh konflik diri yang terus menguat terhadap eksistensi paderi. Seorang paderi diberi tanggung jawab besar untuk mengampuni dosa manusia. Hal inilah yang membuat keyakinan iman Thomas mulai digerogoti keraguan. Bagaimana mungkin manusia biasa bisa mengampuni dosa manusia lain, sedangkan para Nabi dan Rosul saja tidak mampu mengampuni dosa manusia. Keraguan ini kemudian mendorong Thomas untuk lebih serius mempelajari agama Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Semasa belajar di Vatikan, suatu hari ia diberi tugas oleh seorang paderi untuk menjaga sakristi perpustakaan yang terdapat di gereja. Sebelum meninggalkan Thomas, seraya menyerahkan sejumlah kunci almari perpustakaan tersebut, paderi itu berpesan agar Thomas tidak membuka salah satu almari disana. Tentu saja larangan ini membuat Thomas heran, sementara kunci almari tersebut diserahkan kepadanya. Larangan ini justru membuat Thomas penasaran. Akhirnya, ia pun mengambil sebuah kitab injil berbahasa hebron dalam almari tersebut. Thomas menemukan banyak sekali kebenaran, terutama yang berkaitan dengan agama islam, yang selama ini sama sekali tidak pernah diungkap. Thomas berpikir ini barangkali sengaja disembunyikan. Dengan kesadarannya, injil hebron itu pun disembunyikan untuk dikaji lagi lebih mendalam.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1075"></span>Suasana pun gempar karena kehilangan injil hebron itu. Namun tak sampai mencuat ke permukaan. Paderi yang pernah menitipkan kunci sakristi perpustakaan menanyai Thomas apakah ia yang mengambil injil hebron itu. Jelas saja, Thomas menjawab tidak. Ia takkan mengakui bahwa sebenarnya dialah yang mengambil injil hebroon itu. Sebab ia ingin menguak kebanaran yang terkandung dalam kitab tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya, pada saat pembaiatan sumpah para paderi, disebabkan injil tersebut hilang, mereka meletakkan kitab suci Al-Quran (yang dibalut dan senantiasa tersimpan di almari) sebagai ganti injil hebron tadi. Al-Quran digunakan di dalam upacara mengangkat sumpah. Semua paderi tidak tahu hal ini kecuali Thomas.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada akhirnya Thomas memeluk islam dan sampai saat ini bekerja di Majelis Agama Islam Malaka. (Kisah Para Mualaf Merengkuh Hidayah, 2010)</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber: <a href="http://www.facebook.com/pages/Islamic-Motivation/111078035611992" target="_blank">Islamic Motivation</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bloghidayah.wordpress.com/1075/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bloghidayah.wordpress.com/1075/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bloghidayah.wordpress.com/1075/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bloghidayah.wordpress.com/1075/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bloghidayah.wordpress.com/1075/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bloghidayah.wordpress.com/1075/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bloghidayah.wordpress.com/1075/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bloghidayah.wordpress.com/1075/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bloghidayah.wordpress.com/1075/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bloghidayah.wordpress.com/1075/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bloghidayah.wordpress.com/1075/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bloghidayah.wordpress.com/1075/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bloghidayah.wordpress.com/1075/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bloghidayah.wordpress.com/1075/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloghidayah.wordpress.com&amp;blog=15819930&amp;post=1075&amp;subd=bloghidayah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/08/pendeta-masuk-islam-setelah-membaca-injil-hebron/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc522d4c610307e9ea4bbbfc90d99135?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">biltzkrieght</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anugerahkan Aku “Al-Furqaan” Wahai Rabb-ku (Catatan Akhir Pekan Part 15)</title>
		<link>http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/02/anugerahkan-aku-al-furqaan-wahai-rabb-ku-catatan-akhir-pekan-part-15/</link>
		<comments>http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/02/anugerahkan-aku-al-furqaan-wahai-rabb-ku-catatan-akhir-pekan-part-15/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 03:11:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>.:: Taman Hidayah ::.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[dampak facebook]]></category>
		<category><![CDATA[makna al furqaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloghidayah.wordpress.com/?p=1068</guid>
		<description><![CDATA[إنّ الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيّئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضلّ له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنّ محمدا عبده ورسوله &#8230; <a href="http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/02/anugerahkan-aku-al-furqaan-wahai-rabb-ku-catatan-akhir-pekan-part-15/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloghidayah.wordpress.com&amp;blog=15819930&amp;post=1068&amp;subd=bloghidayah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p style="text-align:justify;">إنّ الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيّئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضلّ له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنّ محمدا عبده ورسوله</p>
<blockquote><p>Wanita tetaplah wanita dengan berbagai kemilau godaan syaitan yang “memperindah” mereka baik dalam tutur kata, suara, apalagi bahasa tubuhnya. Pada saat yang sama, lelaki tetaplah lelaki yang jiwanya melemah di hadapan wanita, di balik kejantanannya sebagai laki-laki.”</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan pesona takwa yang membias dari mata air keimanan, seorang penuntut ilmu kan meraih mutiara “Al-Furqaan” yang Allah hadiahkan untuknya. Dengan mutiara “Al-Furqaan” yang cahayanya berkemilau tersebut, bertambahlah kemampuan untuk membedakan yang haq dan bathil, bertambahlah hidayah yang Allah kucurkan dan terkikislah kesesatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah menegaskan mutiara “Al-Furqaan” dalam Al-Qur’an:</p>
<p style="text-align:justify;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ</p>
<p style="text-align:justify;">“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu “furqaan” dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa) mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.”[1]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>&gt;&gt;Makna-makna Al-Furqaan yang Disebutkan Mufassirin</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Apakah yang dimaksud “Al-Furqaan” dalam ayat di atas?</p>
<p style="text-align:justify;">Muhammad Ibnu Ishaq berkata, seperti yang dikutip Ibnu Katsir:</p>
<p style="text-align:justify;">{فُرْقَاناً} أَيْ فَصْلًا بين الحق والباطل</p>
<p style="text-align:justify;">““Al-Furqaan” adalah pembeda antara kebenaran dan kebathilan”[2]</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1068"></span>Jabir bin Musa Al-jazairi rahimahullah berkata:</p>
<p style="text-align:justify;">فرقاناً: نوراً في بصائركم تفرقون به بين النافع والضار والصالح والفاسد.</p>
<p style="text-align:justify;">““Al-Furqaan” adalah cahaya dalam pandangan kalian sehingga kalian dapat membedakan hal yang bermanfaat dan mencelakan atau antara yang baik dan kerusakan.”[3]</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kitab At-Tafsir al-Hadits dikatakan:</p>
<p style="text-align:justify;">فرقانا: هنا بمعنى الهداية والنصر والتأييد أو القدرة على تمييز الحق من الباطل.</p>
<p style="text-align:justify;">و مخرجا من الشبهات وتوفيقا.</p>
<p style="text-align:justify;">““Al-Furqaan bermakna hidayah, pertolongan, pengokohan (iman), kemampuan dalam membedakan yang haq dan bathil, bermakna jalan keluar dari syubhat dan merupakan sebuah taufiq.”[4]</p>
<p style="text-align:justify;">Syaikh Muhyiddin bin Ahmad Musthafa Darwis berkata:</p>
<p style="text-align:justify;">«الفرقان» هنا، فقال بعضهم: هو ما يفرق به بين الحق والباطل، والمعنى أنه يجعل لهم من ثبات القلوب، وثقوب البصائر، وحسن الهداية</p>
<p style="text-align:justify;">“Berkata sebagian ulama, “Al-Furqaan” berkmakna sesuatu yang bisa membedakan antara haq dan bathil. Maknanya pula bahwa Allah menjadikan mereka dalam ketetapan hati, tajamnya pandangan dan kebaikan hidayah”[5]</p>
<p style="text-align:justify;">Ibnu Katsir berkata:</p>
<p style="text-align:justify;">وقيل:الفرقان المخرج من الشبهات،</p>
<p style="text-align:justify;">“Dikatakan pula bahwa “Al-Furqaan” adalah jalan keluar dari syubhat”[6]</p>
<p style="text-align:justify;">Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah berkata:</p>
<p style="text-align:justify;">الفرقان: وهو العلم والهدى الذي يفرق به صاحبه بين الهدى والضلال، والحق والباطل، والحلال والحرام</p>
<p style="text-align:justify;">““Al-Furqaan” bermakna ilmu dan petunjuk yang mampu menjadikan pemiliknya dapat memisahkan petunjuk dan kesesatan, kebenaran dan kebathilan, halal dan haram”[7]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>&gt;&gt;“Al-Furqaan” dan Sensitifitas Jiwa</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya banyak makna yang dibawakan para ulama tentang “Al-Furqaan” dalam surat al-Anfal ayat 30 di atas.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari ungkapan ulama yang kami bawakan, kami lebih menangkap adanya kesan “sensitif” dalam makna-makna yang ada. Sensitif yang kami maksudkan adalah kepekaan jiwa dalam membedakan antara kebenaran dan kebathilan, kepekaan hati dalam menangkap “sinyal” yang menandakan bahwa syubhat maupun syahwat sedang menguji keimanan, kepekaan dalam membedakan halal dan haram , kepekaan dalam menjaga hidayah dan sensitifitas lainnya yang merupakan instrumen pengokoh ataupun penambah keimanan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami mengibaratkan “Al-Furqaan” dengan mutiara hati yang kemilaunya amat menakjubkan. Inilah anugerah Allah kepada sosok-sosok yang berusaha mengualitaskan ketakwaannya sehingga mereka lebih sensitif dalam mendeteksi adanya fitnah syubhat dan syahwat. Tak hanya mendeteksi, mereka juga diberi taufik oleh Allah untuk keluar dari fitnah tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Syaikh Muhyiddin bin ahmad Musthafa Darwis berkata:</p>
<p style="text-align:justify;">«الفرقان» هنا، فقال بعضهم: هو ما يفرق به بين الحق والباطل، والمعنى أنه يجعل لهم من ثبات القلوب، وثقوب البصائر، وحسن الهداية</p>
<p style="text-align:justify;">“Berkata sebagian ulama, “Al-Furqaan” berkmakna sesuatu yang bisa membedakan antara haq dan bathil. Maknanya pula bahwa Allah menjadikan mereka dalam ketetapan hati, tajamnya pandangan dan kebaikan hidayah”[8]</p>
<p style="text-align:justify;">Ibnu Katsir berkata:</p>
<p style="text-align:justify;">وقيل:الفرقان المخرج من الشبهات،</p>
<p style="text-align:justify;">“Dikatakan pula bahwa “Al-Furqaan” adalah jalan keluar dari syubhat”[9]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>&gt;&gt;Pudarnya Kemilau “Al-Furqaan” di Facebook.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hanya saja syaitan tentu tak akan tinggal diam melihat kemilau “Al-Furqaan” yang merona ini. Dengan berbagai trik dan tipu muslihat yang lembut dan halus, ia akan melancarkan serangannya sehingga secara perlahan mampu memudarkan cahaya “Al-Furqaan”.</p>
<p style="text-align:justify;">Di dunia maya pun terbentang banyak fitnah. Dengan “Al-Furqaan” yang ada di hatinya, diharapkan penuntut ilmu lebih sensitif baik terhadap pengetahuan terhadap adanya fitnah tersebut maupun kemampuan hati dalam melerai diri dari fitnah yang siap menumpukkan dosa.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Berikut beberapa fitnah bagi para penuntut ilmu di Facebook.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">I. Ikhlas yang Ternoda</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga saja hati kami dan anda tak jenuh mendengar kata ikhlas yang merupakan mutiara yang menyahdukan hati. Begitu istimewa ketika niat hati tak bercabang dua atau lebih. Kan ia memutiara ketika hanya kepada Allah niat diarahkan, bukan kepada dunia yang hendak diraih nan diangan-angankan dan belum tentu tergapai, bukan pula kepada saudari fulanah yang ingin dinikahi dan belum tentu menjadi istri.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu tepat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menggambarkan,</p>
<p style="text-align:justify;">«إنما الأعمال بالنيات، وإنما لكل امرئ ما نوى، فمن كانت هجرته إلى دنيا يصيبها، أو إلى امرأة ينكحها، فهجرته إلى ما هاجر إليه»</p>
<p style="text-align:justify;">“Sungguh amal itu hanyalah tergantung niatnya dan setiap perkara berdasarkan apa yang diniatkan. Siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendaki dan karena wanita yang akan dinikahi maka hijrahnya sesuai apa yang ia tujukan.”[10]</p>
<p style="text-align:justify;">Jika harus melibatkan diri dalam dunia maya, harus diniatkan untuk kebaikan dan mengharap wajah Allah sehingga berkahnya dirasakan oleh pemilik akun maupun teman berkawan, minimal se-friendlist. Bukan untuk menghabiskan waktu, medominasinya dengan canda, atau hal-hal lain yang tak bersahaja, apalagi sampai maksiat kepada Allah. Jika berfacebook dengan niat yang “mendua” ditambah dengan aktifitas maksiat di dalamya maka inilah petaka. Inilah petaka.</p>
<p style="text-align:justify;">II. Fitnah waktu</p>
<p style="text-align:justify;">Tak bisa disangkal waktu banyak terbuang namun kualitas diri tak jua membaik baik dari segi ilmu apalagi amal yang merupakan buahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu indikasi banyaknya waktu terbuang adalah banyaknya status dari pemilik akun dalam sehari. Rentang waktu antara status yang bermunculan dari akun yang sama amat sedikit. Artinya kuantitas waktu di Facebook amat banyak. Parahnya status yang bermunculan hanya sekedar keluhan-keluhan ataupun laporan kegiatan pribadi yang amat minim faidah, kalau tidak dikatakan tak berfaidah.</p>
<p style="text-align:justify;">Katakanlah minimal 1 jam 30 menit membuka Facebook maka terdapat minimal 10 jam dalam waktu seminggu.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang bisa dilakukan dalam waktu 10 jam di luar Facebook?</p>
<p style="text-align:justify;">Buanyak: membaca kitab para ulama, mempelajari bahasa arab dan kaidahnya, menulis banyak faidah, memuraja’ah hafalan Al-qur’an dan hadits, dan lain-lain yang sifatnya multi manfaat.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kitab Shahih Muslim terdapat 7275 hadits dengan adanya pengulangan hadits sejenis. Jika pengulangan hadits ditiadakan maka terdapat 4000 hadits tanpa pengulangan. Jika proyek menghafal 1 hadits per hari maka dibutuhkan waktu minimal 11 tahun untuk menghafal Shahih Muslim.</p>
<p style="text-align:justify;">Bayangkanlah bahwa menghafal satu hadits dibutuhkan minimal 50 kali pengulangan pembacaan teks hadits dan ini membutuhkan waktu minimal 1 jam. Untuk muraja’ahnya pun dibutuhkan 30 pengulangan pembacaan teks. Tentu bertambah pula waktu yang dibutuhkan. Bahkan ada yang mengatakan bahwa kuatnya hafalan setelah membaca teks sebanyak 320 kali.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sana, masih ada Al-qur’an, kitab Shahih Bukhari maupun kitab haditys lainnya, ilmu bahasa arab dan kaidahnya beserta disiplin ilmu lainnya yang lebih membutuhkan perhatian dan keseriusan yang amat tinggi dibanding menghabiskan waktu di Facebook, apalagi sekedar bermain game Facebook.</p>
<p style="text-align:justify;">Sangat baik untuk mengurangi waktu di Facebook termasuk dengan menonaktifkannya selamanya atau dalam periode waktu tertentu. Jika tidak, pudarlah kemilau “Al-Furqaan”.</p>
<p style="text-align:justify;">III. Wanita: Syahwat Dunia Maya</p>
<p style="text-align:justify;">Sudah banyak artikel para ustadz maupun rekan-rekan penuntut ilmu yang membahas dahsyatnya fitnah wanita namun tingkat penerapannya adalah masih nol besar. Masih banyak yang bermudah-mudahan dengan lawan jenis termasuk di dunia maya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka tak malu mengobral canda/mesra baik “ringan” hingga ke level vulgar baik di status maupun note, terlebih via inbox yang kelihatan lebih “aman” dari pantauan publik. Jika anda melihat para pembawa risalah ilmu termasuk mereka yang dipanggil ustadz bermudah-mudahan dengan wanita maka itu bukanlah pembenaran terhadap apa yang mereka lakoni tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Maksiat tetaplah maksiat dan wanita tetaplah wanita dengan berbagai kemilau godaan syaitan yang serba “memperindah” wanita baik tutur kata, suara, apalagi bahasa tubuhnya. Pada saat yang sama, lelaki tetaplah lelaki yang jiwanya melemah di hadapan wanita, di balik kejantanannya sebagai laki-laki.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami yakin, sudah banyak kisah asmara yang terlakoni berlatar dunia maya. Ada yang berujung tangisan, pernikahan bahkan hingga zina.</p>
<p style="text-align:justify;">Putuskanlah mata rantai fitnah ini dengan semakin mengasah tajam “Al-furqaan” dan melakukan langkah-langkah aplikatif yaitu ikhwan berteman dengan ikhwan saja dan akhwat cukup berteman dengan akhwat saja kecuali mahram.</p>
<p style="text-align:justify;">IV. ‘Ujub/riya’/sum’ah/hasad dan yang sejenis</p>
<p style="text-align:justify;">Berbicara tentang penyampaian ilmu, Facebook adalah salah satu lahan yang dijadikan wasilah penyampaian risalah agama, secara tertulis tentunya. Mereka, para penuntut ilmu, berusaha ikut andil dalam menyebarkan ilmu yang mereka peroleh dalam proses belajar.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka berusaha memberikan inspirasi untuk memberikan “warna special” di Facebook melalui status maupun note dengan cara menyebarkan tulisan para ulama/asatidz maupun tulisan pribadi dengan harapan membagi secercah cahaya kepada mereka yang masih minim pemahaman dan praktek keagamaan sehingga tak sedikit pengguna Facebook yang mengenal manaj salaf.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, syaitan tak akan tinggal diam melihat kebaikan ini. Ia menggoda para penuntut ilmu dengan berbagai penyakit hati sehingga bersaranglah ‘ujub, riya’, serta iri hati kepada sesama penuntut ilmu.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka larut dalam pujian terhadap status/note yang mereka tulis namun pada saat yang sama begitu memanas ketika melihat pujian terhadiahkan kepada pihak lain. Mereka pun ada yang memanas ketika status atau note pihak lain banyak disukai.</p>
<p style="text-align:justify;">Inilah dengki. Sang pemilik hati seolah-olah menangis melihat kelebihan orang lain. Allah melarang dengki ini.</p>
<p style="text-align:justify;">وَلا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا</p>
<p style="text-align:justify;">“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian daripada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”[11]</p>
<p style="text-align:justify;">Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah berkata:</p>
<p style="text-align:justify;">ينهى تعالى المؤمنين عن أن يتمنى بعضهم ما فضل الله به غيره</p>
<p style="text-align:justify;">“Allah melarang kaum mukminin iri hati kepada sebagian orang yang Allah berikan keutamaan”[12]</p>
<p style="text-align:justify;">Ada 8 tanda hasad seperti yang disebutkan ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawaz dan beliau nukil dari kitab Ma’aalim Fie Thariq Thalabi Al-‘ilmi:</p>
<p style="text-align:justify;">- Senang dengan kesalahan temannya.</p>
<p style="text-align:justify;">- Senang dengan ketidakhadiran temannya.</p>
<p style="text-align:justify;">- Senang dan merasa puas jika temannya dicela.</p>
<p style="text-align:justify;">- Hatinya akan terasa sakit dan dadanya terasa sempit apabila ada pertanyaan dilontarkan kepada temannya dan dia ada saat itu.</p>
<p style="text-align:justify;">-Tidak menghargai ilmu atau manfaat yang dimiliki temannya.</p>
<p style="text-align:justify;">- Mencoba menyalahkan pembicaraan temannya dan mengkiritik apabila temannya menjawab.</p>
<p style="text-align:justify;">-Tidak menisbatkan keutamaan dan pelajaran kepada orang yang mengajari dia.[13]</p>
<p style="text-align:justify;">Ustadz Yazid hafidzahullahu pun berkata:</p>
<p style="text-align:justify;">“Dengki akan mengurangi pahala seseorang dalam mencari ilmu, memperlemah hafalannya dan akan mengurangi konsentrasinya dalam menghadiri dan memahami ilmu.”[14]</p>
<p style="text-align:justify;">Lebih parah lagi akibat hasad yaitu seolah menggugat apa yang Allah takdirkan, seperti yang diungkapkan syaikh Muhammad bin Shalih Al-ustaimin rahimahullah. Beliau berkata pada pasal khusus tentang hasad dalam kitab beliau yang masyhur Kitaabu Al-‘ilmi:</p>
<p style="text-align:justify;">النه اعتراض على قضاء الله وقدره وعدم رضا بما قدره الله. لأن الحاسد يكر هذه النعمة التي أنعم الله بها على المحسود.</p>
<p style="text-align:justify;">“sesungguhnya hasad berusaha menghalangi ketentuan yang Allah takdirka dan menghilangkan ridha terhadap apa yang Allah takdirkan pula. Orang yang hasad, sesungguhnya, membenci nikmat yang Allah berikan kepada orang yang dihasadkan.”[15]</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Marilah kembali menghormati dan memuliakan ilmu yang ada dalam dada kita walaupun secuil. Marilah kembali mengemilaukan “Al-Furqaan” yang mungin baru saja meredup. Marilah kembali memantikkan sumbunya dengan takwa yang terperagakan oleh hati, lisan dan anggota badan agar &#8220;Al-furqaan&#8221; berkobar hingga dengan kemilaunya mampu meningkatkan sensitifitas hati terhadap fitnah syubhat dan syahwat.</p>
<p style="text-align:justify;">Sangat banyak fitnah untuk penuntut ilmu. Tak hanya yang kami sebutkan. Inilah nasehat kami untuk diri kami pribadi.</p>
<p style="text-align:justify;">سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100002050773824" target="_blank">Fachriy Aboe Syazwiena</a></p>
<p style="text-align:justify;">Asrama Ansharussunnah, Lantai III Islamic Centre, Mataram Kota Ibadah, Lombok</p>
<p style="text-align:justify;">Rabu, 08 Rabiul Awwal 1433 H/01 Feb. 2012 M</p>
<p style="text-align:justify;">_______</p>
<p style="text-align:justify;">End Notes:</p>
<p style="text-align:justify;">[1] QS Al-Anfal: 29</p>
<p style="text-align:justify;">[2] Lihat Mukhtashar Tafsir Ibnu Katsir oleh Muhammad Ali ash-Shabuni II/99, Asy-syamilah</p>
<p style="text-align:justify;">[3] Lihat kitab tafsir beliau yang berjudul Aisaru At-Tafaasir Likalaami Al-Ali Al-Kabiir II/229 penerbit Maktabah Al-‘Ulum Wa Al-Hukm. Madinah Munawwarah 1424 H, asy-Syamilah</p>
<p style="text-align:justify;">[4] Lihat kitab At-Tafsir al-Hadits VII/32, penerbit Dar ihya Alkutub al-Arabiyyah, Al-qahirah, 1383 H, Asy-syamilah</p>
<p style="text-align:justify;">[5] Lihat kitab I’rabul Qur’an Wa Bayanuhu (III/558) karya syaikh Muhyiddin Ibnu Ahmad Musthafa Darwis, penerbit Dar Ibnu Katsir, Beirut 1415 H.</p>
<p style="text-align:justify;">[6] Lihat end notes no. 1</p>
<p style="text-align:justify;">[7] Lihat kitab tafsir Taisiru Al-Karim Ar-Rahman Fie Tafsir Al-Kalam Al-Mannan I/139, penerbit Muassisah ar-Risalah, 1420 H. Asy-syamilah</p>
<p style="text-align:justify;">[8] Lihat kitab I’rabul Qur’an Wa Bayanuhu (III/558) karya syaikh Muhyiddin Ibnu Ahmad Musthafa Darwis, penerbit Dar Ibnu Katsir, Beirut 1415 H. Asy-syamilah</p>
<p style="text-align:justify;">[9] Lihat end notes no. 1</p>
<p style="text-align:justify;">[10] HR Bukhari</p>
<p style="text-align:justify;">[11] QS An-Nisa’: 32</p>
<p style="text-align:justify;">[12] Lihat kitab tafsir Taisiru Al-Karim Ar-Rahman Fie Tafsir Al-Kalam Al-Mannan I/176, penerbit Muassisah ar-Risalah, 1420 H.</p>
<p style="text-align:justify;">[13] Lihat buku Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga oleh ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawaz, hal 195, Pustaka At-takwa, Bogor, 2009 M.</p>
<p style="text-align:justify;">[14] Ibid, hal 194.</p>
<p style="text-align:justify;">[15] Lihat Kitaabul ‘Ilmi oleh syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin hal 231, penerbit Maktabah Taufiqiyyah, Mesir.</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bloghidayah.wordpress.com/1068/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bloghidayah.wordpress.com/1068/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bloghidayah.wordpress.com/1068/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bloghidayah.wordpress.com/1068/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bloghidayah.wordpress.com/1068/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bloghidayah.wordpress.com/1068/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bloghidayah.wordpress.com/1068/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bloghidayah.wordpress.com/1068/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bloghidayah.wordpress.com/1068/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bloghidayah.wordpress.com/1068/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bloghidayah.wordpress.com/1068/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bloghidayah.wordpress.com/1068/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bloghidayah.wordpress.com/1068/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bloghidayah.wordpress.com/1068/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloghidayah.wordpress.com&amp;blog=15819930&amp;post=1068&amp;subd=bloghidayah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/02/anugerahkan-aku-al-furqaan-wahai-rabb-ku-catatan-akhir-pekan-part-15/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc522d4c610307e9ea4bbbfc90d99135?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">biltzkrieght</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kesabaran Nabi Dzulkifli ‘Alaihissalam</title>
		<link>http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/02/kesabaran-nabi-dzulkifli-alaihissalam/</link>
		<comments>http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/02/kesabaran-nabi-dzulkifli-alaihissalam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 02:37:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>.:: Taman Hidayah ::.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teladan]]></category>
		<category><![CDATA[kisah kesabaran]]></category>
		<category><![CDATA[nabi dzulkifli]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloghidayah.wordpress.com/?p=1060</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ustadz Abu Abidah Ash-Shoqoli Dialah seorang nabi yang tidak dijelaskan secara gamblang tentang zaman kenabiannya dan di kaum apa beliau berdakwah. Semua cerita tentang Nabi Dzulkifli hanya sebatas pendapat-pendapat, tidak berdasar dalil yang qoth’i. Alloh subhanahu wa ta’ala telah &#8230; <a href="http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/02/kesabaran-nabi-dzulkifli-alaihissalam/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloghidayah.wordpress.com&amp;blog=15819930&amp;post=1060&amp;subd=bloghidayah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p style="text-align:center;" align="center">Oleh: Ustadz Abu Abidah Ash-Shoqoli</p>
<p style="text-align:justify;">Dialah seorang nabi yang tidak dijelaskan secara gamblang tentang zaman kenabiannya dan di kaum apa beliau berdakwah. Semua cerita tentang Nabi Dzulkifli hanya sebatas pendapat-pendapat, tidak berdasar dalil yang <em>qoth’i.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Alloh subhanahu wa ta’ala telah mencatat beliau ‘Alaihissalam sebagai jajaran orang-orang yang sabar dan menjadi hamba pilihan.</p>
<h2 style="text-align:justify;" align="center"><img class="aligncenter" title="Al-Anbiyaa Ayat : 85" src="http://www.alquran-indonesia.com/images/alquran/s021/a085.png" alt="" width="380" height="43" /></h2>
<p style="text-align:justify;"><em>Dan ingatlah Nabi Isma’il, Nabi Idris, dan Nabi Dzulkifli, semuanya termasuk orang-orang yang sabar. </em>(QS. Al-Anbiya’ [21]:85)</p>
<p style="text-align:justify;" align="center"><img class="aligncenter" title="Shaad Ayat : 48" src="http://www.alquran-indonesia.com/images/alquran/s038/a048.png" alt="" width="412" height="42" /></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Dan ingatlah Nabi Isma’il, Nabi Yasa’, dan Nabi Dzulkifli, semuanya termasuk orang-orang pilihan. </em>(QS. Shad [38]: 48)</p>
<p style="text-align:justify;">Dzulkifli adalah julukan untuk beliau. Nama beliau sebenarnya tidak diketahui secara pasti. Sebab musabbanya juga beragam .<span id="fon48" style="color:#000000;font-size:large;">الْكِفْلِ </span>  itu maknanya menjamin tanggungan. Telah terjadi silang pendapat tentang di masa apa Nabi Dzulkifli ‘Alaihissalam hidup. Pendapat yang pertama menyatakan bahwa Nabi Dzulkifli ‘Alaihissalam adalah anak Nabi Ayyub ‘Alaihissalam yang mana nama lengkapnya adalah Bisyr bin Ayyub. Beliau berdakwah di daerah Syam. Pendapat ini mengatakan bahwa Nabi Dzulkifli ‘Alaihissalam adalah seorang nabi bukan dari kalangan Bani Isro’il.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1060"></span>Pendapat yang kedua menyebutkan bahwa Nabi Dzulkifli adalah seorang nabi dari kalangan Bani Isro’il. Beliau hidup di masa Nabi Yasa’, seorang nabi yang hidup setelah Nabi Ilyas ‘Alaihissalam. Alasan mereka, karena ada riwayat yang disebutkan dengan jelas perihal nama Nabi Yasa’ sebagaimana diriwayatkan Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim dari jalan Mujahid. Dan Ibnu Katsir menukilnya dalam kitab <em>Qoshosh al-Anbiya’ </em>217 dan beliau tidak berkomentar tentang derajat kisah ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Mujahid berkata: Ketika Nabi Yasa’ telah berusia tua, beliau ingin memberikan mandate kepada seseorang untuk mengurusi kaumnya saat dirinya masih hidup agar dia tahu bagaimana cara kerjanya. Maka Nabi Yasa’ mengumumkan pada kaumnya, “Siapa yang bisa menerima tiga kewajiban dariku, yaitu berpuasa di siang hari, sholat tahajjud di malam hari, dan sekali-kali tidak akan marah, maka aku berikan mandat padanya.”</p>
<p style="text-align:justify;">Maka majulah seorang laki-laki yang rendahan di antara mereka, sambil menjawab, “Saya.”</p>
<p style="text-align:justify;">Nabi Yasa’ bertanya, “Apakah engkau sanggup?”</p>
<p style="text-align:justify;">Ia menjawab, “Ya.”</p>
<p style="text-align:justify;">Maka sejak saat itulah Nabi Dzulkifli diberikan mandat untuk menggantikan tugas nabi tersebut untuk memutuskan segala urusan pada kaumnya waktu itu. Beliau terbukti mampu menunaikan tugasnya dan sanggup melaksanakan tiga kewajiban yang dibebankan padanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejak saat itu, setan ingin menggodanya. Setan menjelma sebagai seorang yang tua renta lagi kelihatan miskin papa. Sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan Nabi Dzulkifli karena terlalu sibuknya dalam kesehariannya beliau tidak ada waktu untuk tidur kecuali sesaat di waktu siang. Maka datanglah setan yang menjelma sebagai lelaki tua itu ketika Nabi Dzulkifli ‘Alaihissalam hendak tidur siang. Tujuannya adalah agar Nabi Dzulkifli ‘Alaihissalam menjadi marah karenanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mula-mula lelaki tua itu mengetuk pintu rumah Nabi Dzulkifli ‘Alaihissalam, padahal beliau sudah berbaring untuk istirahat. Begitu pintu diketuk, menyahutlah Nabi Dzulkifli dari dalam, “Siapa ?!”</p>
<p style="text-align:justify;">“Saya lelaki tua yang teraniaya,” jawab lelaki tua itu. Setelah pintu terbuka, mengadulah lelaki tua itu pada Nabi Dzulkifli ‘Alaihissalam. Dia berkata, “Saya seorang tua yang teraniaya. Telah terjadi pertikaian antara diriku dan kaumku, lalu mereka berbuat zholim kepadaku dan mereka juga berbuat begini dan begitu.”</p>
<p style="text-align:justify;">Lelaki it uterus bercerita dan menambah ceritanya hingga datanglah waktu sore. Hingga pada akhirnya, hilanglah kesempatan tidur siang Nabi Dzulkifli ‘Alaihissalam. Beliau berkata, “Wahai tuan, hendaklah engkau dating di majelisku sore ini. Nanti akan aku selesaikan hakmu dari kaummu.” Maka pulanglah lelaki tua itu dan Nabi Dzulkifli ‘Alaihissalam tidak jadi beristirahat karenanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Selanjutnya, sore itu Nabi Dzulkifli ‘Alaihissalam duduk di majelisnya untuk menyelesaikan urusan-urusan kaumnya. Beliau menunggu lelaki tua yang dating barusan tadi untuk diselesaikan urusannya. Namun lelaki tua itu tidak muncul-muncul. Keesokan harinya ketika Nabi Dzulkifli kembali duduk di majelisnya untuk menyelesaikan berbagai urusan kaumnya, beliaupun tidak mendapati lelaki tua itu. Baru ketika datang siang dan Nabi Dzulkifli beranjak untuk istirahat, kembali pintu rumahnya terketuk. Selanjutnya Nabi Dzulkifli membukakan pintu dan ternyata lelaki tua itulah yang muncul. Nabi Dzulkifli lalu berkata, “Wahai tuan, bukankah sudah aku katakana, jika aku di majelis, datanglah padaku lalu aku akan menyelesaikan urusanmu.”</p>
<p style="text-align:justify;">Lelaki tua itupun beralasan, “Wahai Nabi Alloh, sesungguhnya kaumku sejelek-jelek manusia. Ketika mereka tahu bahwa engkau duduk di majelis untuk menampung berbagai aduan rakyatmu, mereka bersegera memberikan hakku. Namun ketika mereka tahu bahwa dirimu tidak ada di majelis, mereka kembali merampas hakku.”</p>
<p style="text-align:justify;">Begitulah lelaki itu di hari kedua terus bercerita dan menambah ceritanya hingga datanglah waktu sore. Hingga pada akhirnya, hilanglah kesempatan tidur siang bagi Nabi Dzulkifli untuk kedua kalinya. Namun Nabi Dzulklifli tidak marah karenanya. Dan sore harinya, kembalilah Nabi Dzulkifli ‘Alaihissalam duduk di majelisnya untuk menyelesaikan urusan-urusan kaumnya. Namun lagi-lagi lelaki tua itu tidak muncul batang hidungnya. Maka di siang harinya pada hari ketiganya, Nabi Dzulkifli ‘Alaihissalam tertimpa rasa kantuk yang luar biasa, beliau berpesan kepada sebagian keluarganya, “Sekali-kali jangan biarkan seorang pun untuk mendekati pintu kamarku ini sampai diriku bangun tidur. Sungguh rasa kantuk yang sangat telah menimpaku.”</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa saat kemudian, datanglah kembali lelaki tua itu. Penjaga pintu langsung menghalanginya, “Pergilah tuan! Nabi Dzulkifli sedang beristirahat. Beliau tidak bisa diganggu!”</p>
<p style="text-align:justify;">Namun lelaki tua itu tetap bersikeras, “Sungguh aku telah datang di hari kemarin dan aku telah bercerita padanya akan masalahku. Sekarang aku betul-betul mendesak bertemu dengan beliau.”</p>
<p style="text-align:justify;">Penjaga pintu tetap bersikukuh, “Tidak, sekali-kali kami tidak memperbolehkan seorang pun untuk mendekati pintu itu.”</p>
<p style="text-align:justify;">Maka ketika menemui jalan buntu dalam perdebatan itu, lelaki itu melihat ada suatu lubang angin di rumah Nabi Dzulkifli ‘Alaihissalam, lalu dengan sigap ia pun menyusup ke rumah Nabi Dzulkifli ‘Alaihissalam lewat lubang itu. Hal itu mudah baginya karena memang dirinya adalah setan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika sampai di dalam, lelaki itu mengetuk pintu dari dalam. Mendengar pintu terketuk, bangunlah Nabi Dzulkifli ‘Alaihissalam dan tercenganglah beliau karena ternyata di dalam kamarnya ada orang. Beliau pun bangun lalu memeriksa pintu rumahnya, dan didapatinya pintu rumah masih terkunci rapat. Nabi Dzulkifli ‘Alaihissalam selanjutnya tahu siapa lelaki tua itu. “Apakah dirimu musuh Alloh, yakni setan?”</p>
<p style="text-align:justify;">Lelaki itu menjawab, “Ya. Sungguh kau telah membuatku payah. Aku telah melakukan berbagai cara, sebagaimana  kau lihat, supaya aku bisa membuatmu marah, namun ternyata usahaku itu sia-sia.”</p>
<p style="text-align:justify;">Maka begitulah Alloh Subhanahu wa ta’ala memberi nama pada beliau Dzulkifli, karena apabila beliau menjamin atau menanggung sesuatu, maka beliau bisa menuntaskannya.</p>
<p>Wallohu a’lam.</p>
<p>Diketik ulang dari Majalah al Mawaddah Vol. 37 Shofar 1432 H Januari-Pebruari 2011</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bloghidayah.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bloghidayah.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bloghidayah.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bloghidayah.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bloghidayah.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bloghidayah.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bloghidayah.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bloghidayah.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bloghidayah.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bloghidayah.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bloghidayah.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bloghidayah.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bloghidayah.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bloghidayah.wordpress.com/1060/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bloghidayah.wordpress.com&amp;blog=15819930&amp;post=1060&amp;subd=bloghidayah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloghidayah.wordpress.com/2012/02/02/kesabaran-nabi-dzulkifli-alaihissalam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc522d4c610307e9ea4bbbfc90d99135?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">biltzkrieght</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.alquran-indonesia.com/images/alquran/s021/a085.png" medium="image">
			<media:title type="html">Al-Anbiyaa Ayat : 85</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.alquran-indonesia.com/images/alquran/s038/a048.png" medium="image">
			<media:title type="html">Shaad Ayat : 48</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
